
"Kookie, bangun. Tidur di kasur." Tapi usaha Hana untuk membangunkan Jung Kook sia-sia. Jung Kook kalau sudah tidur bakal susah buat dibangunkan.
Mama Seon Ho datang menjemput anaknya.
"Eonni, aku tadi baru bikin kimchi." Hana menyerahkan sekotak kimchi segar.
"Gomawo. Ehm ... Hana ... Aku mau minta tolong. Aku mau nitip Seon Ho beberapa hari. Aku ada dinas keluar kota."
"Dinas atau dinas?" Hana menggoda Seon Mi.
"Dinas beneran. Tugas kantor."
"Kalau gitu aku ikut eonni ke rumah. Aku bawa bajunya Seon Ho."
"Nggak usah repot-repot. Besok pagi aku antar ke sini aja."
"Nggak pa pa. Aku juga pengen berkunjung ke goshiwon." Hana lalu menulis pesan di secarik kertas kalau ia dan Kiki pergi ke rumah Seon Ho.
Seon Ho menggandeng tangan Kiki. Saat tiba di goshiwon, Seon Ho mulai menata pakaian yang akan ia gunakan saat menginap.
"Apa Seon Ho punya kebiasaan khusus saat tidur?"
"Nggak ada. Dia itu asal ada kasur dan bantal, langsung bisa tidur."
Sementara itu di rumah, Jung Kook mulai membuka matanya. Ia membuka pintu lemari lalu berdiri. Tidur dalam posisi duduk membuat tubuhnya pegal. Jung Kook melihat jam.
__ADS_1
Jam tujuh.
Noona ke mana?
Jung Kook mencari Hana dan Kiki. Tapi tak ada tanda-tanda keberadaan mereka.
Noona minggat bawa Kiki?
Karena aku sekarang kere?
Jung Kook membuka lemari pakaian Hana dan Kiki. ~ Nggak kosong. Koper Noona juga masih ada. Mereka ke mana?
Jung Kook yang haus berjalan menuju kulkas. Ia melihat tulisan Hana. ~ Ternyata Noona pergi ke goshiwon.
"Appa ..." Kiki menyebut ayahnya.
"Noona bawa apa?" Jung Kook melihat Hana membawa tas berukuran sedang.
"Ini bajunya Seon Ho. Besok dan lusa ia nginap di rumah kita. Seon Mi eonni dinas keluar kota. Eh. Harusnya aku ijin kamu dulu."
"Nggak pa pa. Seon Ho itu sudah seperti keluarga kita sendiri. Ia itu sudah seperti kakaknya Kiki."
Keesokkan harinya, Seon Ho mulai menginap di rumah Hana. Tak ada masalah karena ia sudah terbiasa dengan rumah Hana. Ia juga tidak cerewet soal makan. Apa yang ada di meja makan, ia memakannya dengan lahap.
"Ki ... Lihat itu Seon Ho Hyung. Ia makan banyak sayur."
__ADS_1
Kiki yang melihatnya ikut-ikutan memakan banyak sayur.
Saat tidur.
Kiki dan Seon Ho tidur di kamar untuk anak lelaki. Jadinya Hana dan Jung Kook tidur hanya berdua di kamar.
"Kookie ... Kemarin ibu bilang kalau misalnya kita butuh apa-apa beritahu ibu. Kalau misalnya kita sewain rumah ini, kita juga boleh balik ke rumah. Kata ibu, rumah ayah dan ibu itu nantinya juga bakal jadi milik kita."
"Ibu dan ayah dari dulu memang pengen kita tinggal sama mereka. Tapi aku pengen lihat situasi dulu. Kalau terpaksa balik, ya, kita balik ke rumah ibu."
Ada bunyi notifikasi di ponsel Hana. "Kookie, lukisanmu laku lagi. Kali ini buat dikirim ke Busan. Kayaknya lebih laku di luar Seoul lukisannya."
Jung Kook merasa lega. Jika lukisannya laku itu artinya mereka masih bisa menyambung hidup.
"Aku mau buat Instagram khusus buat karya lukisanmu. Jadi kita bisa lihat-lihat lagi hasil karyamu walau dalam bentuk digital." Hana mulai meng-kloning aplikasi instagramnya. Ia membuat email baru dan membuat akun Instagram. "Bagusnya dikasih nama apa, ya?"
Jung Kook mengambil ponsel Hana. Ia mengetik abcdefghi__lmnopqrstuvwxyz.
"Panjang amat."
"Nggak pa pa. Unik, kan? Bikin orang langsung inget."
"Baiklah. Sementara aku pakai nama akun ini." Hana mulai meng-upload foto hasil karya Jung Kook. Yang sudah laku ia tulis SOLD OUT.
*abcdefghi__lmnopqrstuvwxyz adalah nama akun resmi Instagram Jung Kook BTS. Silahkan kepo-kepoin Jung Kook di sana. Tapi saat bab ini ditulis baru ada 3 postingan.
__ADS_1