
Hana melihat mata Jung Kook yang jadi berseri-seri. Jung Kook terlihat bahagia saat mendengar Hana hendak menyekolahkan Kiki.
Ada apa dengan Kookie?
Hana sedikit cemas mengkhawatirkan apakah Kiki akan bisa menyesuaikan diri dengan teman-temannya. Dengan lingkungan barunya. Terutama bila tidak ada dirinya dan Jung Kook di dekat Kiki.
"Kalau Kiki jadi sekolah, aku ingin kerja lagi," ucap Hana.
"Noona nggak boleh kerja." Jung Kook melarang Hana.
""Kenapa? Cuma kerja part time aja. Hanya beberapa jam saja saat Kiki ke sekolah. Habis antar Kiki ke playgroup, aku kerja. Saat Kiki pulang, aku jemput dia."
"Aku yang harusnya bertanya kenapa? Apa uang yang kukasih ke Noona kurang? Apa mau ditambah lagi?"
Nanti kita nggak bisa 486. Nanti Noona beralasan capek dan menolak jika aku ajak 486 ~ Jung Kook mulai cemas. Tadi ia membayangkan ia dan Hana akan honeymoon saat Kiki tidak berada di rumah karena pergi sekolah.
"Bukan karena uang. Tapi kalau kau mau tambah uang bulananku, aku terima." Hana tersenyum.
"Jadi karena apa?"
"Aku ingin memperbanyak pengalamanku dan bertemu orang baru. Lebih mengenal dunia luar."
"Tapi nanti ..."
"Nanti apa?"
"Nanti akan ada banyak pria yang akan mendekati Noona." Jung Kook khawatir.
__ADS_1
"Kau nggak percaya sama aku?"
"Aku percaya sama Noona. Misalnya ... kalau ada pria yang lebih tampan, lebih kaya naksir Noona gimana?"
Semua saingan sudah out, kalau Noona kerja lagi, saingan baruku muncul. Gimana kalau saingan baru itu lebih unggul dari aku ~ Jung Kook jadi kepikiran.
"Belum aja aku kerja, kau sudah cemburu."
"Karena aku cinta Noona. Sangat mencintai Noona. Nggak mau kehilangan Noona."
"Kookie ... Coba kau pikir lagi. Aku itu sudah punya Kiki. Apa ada yang mau denganku yang punya buntut satu?" Hana tahu betul kehadiran Kiki akan membuat pria-pria berpikir dua kali untuk mendekatinya.
"Ada."
Banyak, Noona. Sudah ada yang antre malah.
Tae Hyung. ~ Jung Kook hanya bisa bersuara di dalam hatinya.
"Nggak ada, kan. Lagi pula yang aku cintai itu ayahnya Kiki." Hana tak ingin Jung Kook meragukannya. Ia ingin Jung Kook lebih mempercayainya.
"Apa karena kau menginginkan ini saat Kiki di sekolah?" Hana mulai mencium bibir Jung Kook.
"Kau minta satu ronde, kan? Aku kasih satu ronde tinju." Hana berbisik di telinga Jung Kook.
Masa cuma tiga menit. Kurang.
"Kurang, Noona. Tambah lagi. Satu pertandingan sepak bola." Jung Kook ikut berbisik.
__ADS_1
"Satu pertandingan sepak bola itu 2x45 menit. Belum lagi kalau ada injury time, perpanjangan waktu. Sudah larut malam ini." Hana menolak.
"Noona yang mulai duluan cium aku. Noona sekarang harus selesain apa yang Noona mulai." Jung Kook mulai mencium lembut leher Hana.
"Jangan bikin kissmark di leher. Aku malu kalau kelihatan Yoon Gi oppa." Hana menutupi lehernya.
"Noona ... Jangan sebut-sebut nama pria lain di saat seperti ini. Noona cuma boleh sebut namaku." Tangan Jung Kook melepas tangan Hana yang menutupi lehernya. Mencium area leher Hana.
"Kookie ..."
"Noona ..." Jung Kook mulai melepas pakaian Hana satu persatu. Melemparkannya ke lantai.
Bibir Jung Kook mulai menjelajahi tubuh Hana.
"Noona ... Saranghae ..."
"Nado saranghae..."
Yoon Gi yang sudah berada di kamarnya mendengar suara desahan Hana ~ Aku harus pasang peredam suara di kamar tamu. Harus.
...🌼🌼🌼...
Satu ronde tinju \= 3 menit.
Satu babak sepak bola \= 45 menit
...🌼🌼🌼...
__ADS_1