
Jung Kook sudah pulang dari latihan di luar kota bersama pelatihnya dan beberapa petarung lainnya.
Setelah itu Jung Kook berlatih di gym biasanya ia berlatih.
Mereka juga merayakan Chuseok bersama keluarga. Memakai hanbok. Membuat songpyeon bersama.
Saat pagi hari Hana menghangatkan songpyeon yang mereka buat di rumah orang tua mereka.
Hana melihat songpyeon buatan Kiki. Walaupun tidak secantik buatan Jung Kook tapi terlihat cukup rapi.
Bulat seperti perut Kiki.
Hana membangunkan Kiki karena Kiki harus ke daycare.
...🌼🌼🌼...
"Imo ... Bau gosong."
Hana cepat-cepat mematikan kompor. Telur mata sapi buatannya gosong.
Hampir saja ada kebakaran.
"Imo kenapa?" Seon Ho bertanya. Ia melihat Hana yang sering melamun akhir-akhir ini.
Hana menitikkan air matanya.
"Imo ..." Seon Ho jadi kawatir dengan Hana.
Hana buru-buru menghapus air matanya saat Kiki mendekat.
Sebenarnya ada yang dipikirkan Hana tapi ia bingung harus cerita ke siapa. Ia curiga dengan Jung Kook. Setiap malam saat mereka sudah tidur, Jung Kook selalu keluar rumah dan pulang pagi buta.
Hana takut Jung Kook punya wanita lain. Ia ingin bertanya ke Jung Kook tetapi takut bila yang ia kuatirkan benar-benar terjadi.
Ia ingin bercerita ke ibunya tetapi ibunya itu ibu Jung Kook juga. Ia tak mungkin bilang yang buruk-buruk tentang Jung Kook ke ibunya.
Ingin bercerita ke mamanya tetapi Hana takut mamanya jadi kepikiran. Hana hanya bisa memendamnya dalam hati.
Keesokkan harinya saat Seon Mi menjemput Seon Ho di rumah Hana ...
"Hana ... Seon Ho bilang kalau kau menangis kemarin. Apa ada masalah?" Sebenarnya ibu Seon Ho sedikit curiga melihat Hana yang tidak bersemangat tetapi ia masih ragu untuk menanyakannya.
Hana hanya diam. Air matanya mulai menetes. Seon Mi memeluk Hana.
"Eonni ... Hiks ... Hiks ... Hiks ... Aku curiga Jung Kook punya wanita lain."
"Maksudmu?" Seon Mi sejujurnya tidak percaya kalau Jung Kook berselingkuh dari Hana. Ia bisa melihat Jung Kook begitu mencintai Hana.
"Jung Kook akhir-akhir ini sering keluar malam. Aku takut, eonni." Hana mulai menangis lagi.
"Kau sudah bertanya ke Jung Kook?"
Hana menggelengkan kepalanya. Ia belum berani bertanya ke Jung Kook. Sebenarnya ia takut.
"Kriet ..." Pintu terbuka. Jung Kook datang setelah selesai berlatih.
Hana buru-buru menghapus air matanya. Seon Mi dan Seon Ho kemudian pamit pulang.
Seon Mi melihat ke Jung Kook ~ Tidak mungkin Jung Kook selingkuh.
Malam hari ...
Hana terbangun dari tidurnya. Ia tidak melihat Jung Kook di sampingnya. Ia mencari Jung Kook.
Apa Jung Kook di kamar mandi?
Nggak ada.
Di dapur?
__ADS_1
Nggak ada juga.
Hana jadi cemas. Sudah beberapa hari ini terjadi.
Ki ...
Appa sekarang kok sering keluar malam-malam?
Nggak pamit, nggak ada catatan.
Apa appa ...
Nggak ... Nggak mungkin, kan.
Mungkin appa cuma lari malam?
Saat Hana mendengar pintu terbuka. Ia buru-buru masuk kamar dan berpura-pura tidur.
Jung Kook masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci tangan dan kakinya. Mengganti pakaiannya. Lalu ia berbaring di sebelah Hana.
Kookie ...
Apa yang kau lakukan malam-malam?
Aku jadi kuatir.
Akhir-akhir ini kau juga tidak menyentuhku lagi.
Keesokkan harinya ...
Saat sarapan, Hana hendak menanyakan hal tersebut.
"Kookie ..."
"Iya, Noona?."
"Nggak ada apa-apa." Hana bingung harus berkata apa. Bagaimana kalau yang ia kuatirkan terjadi.
Apa Jung Kook benar-benar punya wanita lain?
Jadi ... Jadi ...
Jung Kook memang punya wanita lain?
Hana lalu berencana membuntuti Jung Kook. Ia berusaha agar tidak tidur. Matanya memang tertutup tetapi Hana masih terjaga.
Jung Kook melihat jam dinding lalu melihat Hana yang sudah tertidur. Ia lalu bangun, memakai jaket dan keluar rumah. Setelah pintu rumah tertutup, Hana buru-buru membuntuti Jung Kook sambil menggendong Kiki. Ia takut bila meninggalkan Kiki sendirian di rumah.
Kiki terbangun "Eomma ..."
"Sst ..." Hana tak ingin diketahui Jung Kook.
"Sst ..." Kiki mengira mereka tidak boleh berisik.
Saat di simpangan Hana kehilangan jejak Jung Kook.
Aku harus belok kiri atau kanan?
Jung Kook pilih yang mana?
Hana menuju ke kanan. Bukan Jung Kook yang ada di sana. Tetapi pria yang berbau alkohol. Hana bingung.
Terus jalan atau tidak?
Tapi Jung Kook ...
Hana memberanikan dirinya. Rasa penasarannya mengalahkan rasa takutnya. Ia melewati jalan itu sambil berdoa. Seorang pria pemabuk melihat Hana. Ia menggoda Hana.
"Cewek cantik ... Hik ... Hik ... Sini main sama aku."
Hana segera berlari. Tapi karena menggendong Kiki, ia tidak bisa cepat. Hana terdesak. Jalan yang ia tuju jalan buntu.
__ADS_1
Kookie ... Tolong aku ...
"Appa ... APPAAAAA ...APPAAAAA ..." Kiki mulai menangis memanggil ayahnya.
Jung Kook ~ Suara Kiki? Nggak mungkin dan mustahil.
"APPAAAAA ..." Suara Kiki lagi.
Jung Kook segera berlari menuju sumber suara.
Noona ... Kiki ...
Preman itu sudah sangat dekat dengan Hana. Hendak mencium Hana.
Jung Kook langsung memukul preman itu.
Cuma aku yang boleh cium Noona.
"Bak ... Buk ... Bak ... Buk ..." Preman itu babak belur. Tentu saja karena kemampuan Jung Kook di atas preman itu. Preman itu pingsan.
Jung Kook mendekati Hana yang menangis. Hana sudah takut setengah mati. Belum lagi trauma di masa lalu saat Kiki masih bayi. Saat lawan tanding Jung Kook membalas dendam.
Jung Kook menggendong Kiki dan menuntun Hana untuk pergi dari tempat itu.
Mereka tiba di mini market 24 jam. Di sana Jung Kook membeli teh hangat.
"Noona kenapa jalan malam-malam? Bawa Kiki lagi."
"Aku yang seharusnya bertanya. Kenapa kau setiap malam keluar rumah? Apa ... Ada wanita lain?"
Jung Kook tertawa.
Kookie ...
Kenapa tertawa?
Aku itu kawatir.
Aku itu cemas.
"Ada ... Ada wanita lain."
"Siapa?" Air mata Hana mulai menetes.
Apa karena aku kurang perhatian sama Jung Kook?
Sehingga ia mencari perhatian di tempat lain.
Jung Kook menyentuh perut Hana "Ini wanita lainnya."
"Tapi adik Kiki belum tentu perempuan. Bisa saja laki-laki."
"Kalau gitu pria lain?"
"Kookie jawab yang jujur." Hana mulai menyiapkan hatinya. Ia harus tahu yang sebenarnya. Walaupun mungkin hatinya akan menjadi sangat sakit.
"Nanti aku jelaskan aku ke mana beberapa malam ini." Jung Kook hanya memberi jawaban yang menggantung. Membuat Hana semakin penasaran.
Jung Kook menghabiskan teh hangat milik Hana yang masih tersisa. Ia mengajak Hana ke tempat yang biasa ia tuju.
Saat ini mereka berada di depan sebuah rumah.
Ini rumah selingkuhan Jung Kook?
Air mata Hana menetes lagi. Ia takut kehilangan Jung Kook.
Apa rumah tangga kami akan berakhir?
"Noona ... Jangan menangis." Jari-jari Jung Kook mengusap air mata Hana.
"Apa ini rumah selingkuhanmu?"
__ADS_1
"Ini rumah wanita yang sangat aku cintai."
Air mata Hana langsung mengalir deras.