Oh My Baby

Oh My Baby
Part 40


__ADS_3

Sesampainya di kantor, Edward keluar dari dalam mobilnya tanpa menunggu Asisten Kai membuka pintu mobilnya. Penampilan Edward tampak berbeda kali ini, dengan balutan jas mewah berwarna navy blue yang melekat di tubuh atletisnya. Dengan langkah lebarnya Edward dan Asisten Kai berjalan memasuki lobby perusahaan yang dia bangun sendiri dengan susah payah, tanpa ada campur tangan dari kedua orang tua maupun keluarga besarnya.


Semua mata terpusat kepada Edward dan bisik-bisik karyawan yang mencemooh Edward, terdengar jelas saat laki-laki itu berjalan menuju ruang pribadi nya. Ternyata berita tentang masuknya Edward ke dalam penjelasan telah menyebar luas di dalam perusahaan itu dan menjadi topik hangat yang sangat di perbincangkan oleh para karyawan di dalam perusahaan itu.


"Kenapa penjahat itu masih bekerja disini?" Seru salah satu karyawan dengan menatap Edward dengan sinis.


"Iya, Kenapa penjahat itu masih bekerja disini? Apakah perusahaan sebesar ini kekurangan karyawan, sehingga mempekerjakan penjahat seperti laki-laki itu."Sahut seorang wanita di samping karyawan itu.


"Benar! Lihatlah cara berjalan penjahat itu. Begitu sombong dan angkuh seakan-akan perusahaan ini adalah milik penjahat itu."


Edward menghentikan langkahnya mendengar suara hinaan-hinaan itu kepada dirinya. Sudut bibir Edward terangkat dengan Kedua manik matanya menatap tajam tiga orang yang kini tengah menggosipkan.


"Kita lihat saja, Apakah setelah mengetahui semua ini kalian masih bisa berdiri di hadapan ku."Guman Bianca dengan tersenyum sinis.


Asisten Kai yang melihat para karyawan yang masih berkumpul itu, Segera menyuruh mereka untuk pergi ke Aula, Karena akan ada sebuah pengumuman dan semua itu wajib di hadari oleh para karyawan tanpa terkecuali.


"Apa yang kalian tunggu! Cepatlah Kalian ke Aula karena sebentar lagi rapat akan di mulai."Sentak Asisten dengan nada yang naik satu oktaf, Membuat mereka semua terjingkrak karena saking kencangnya suara lengkingan Asisten Kai.


"Ba-baik Tu-tuan."Ucap mereka dengan serentak. Dengan langkah yang tergesa-gesa para karyawan itu segera berjalan memasuki Aula yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Bagaimana Kaisar, Apakah kau sudah melakukan semuanya? Apakah kau telah menghapus semua berita tentang ku dan menarik semua saham kita yang ada di stasiun televisi xxx?"Tanya Edward tanpa menghentikan langkah kakinya.


"Sudah Tuan, Sesuai perintah Anda."Jawab Asisten Kai dengan tegas.


Edward berjalan memasuki Aula dengan Asisten Kai yang berjalan di belakangnya. Terlihat para dewan direksi, para pemegang saham dan orang-orang yang berpengaruh di perusahaan Edward telah duduk di kursi mereka masing-masing.


Sontak kedatangan Edward dan Asisten Kai menjadi pusat perhatian dan seketika itu juga ruangan itu hening.


"Sebenarnya ini pertemuan Apa? Dan kenapa kita semua di kumpulkan seperti ini?"Bisik salah satu karyawan disana.


"Aku juga tidak tahu. Kita dengarkan saja apa yang akan di umumkan oleh Tuan Kaisar."


"Bukankah itu Asisten Edward? Kenapa laki-laki itu ada disini? Bukankah dia telah terjerat kasus penganiayaan yang cukup berat?"Tanya salah satu staf keuangan kepada teman yang ada di sampingnya.


"Diamlah! Jangan berkata sembarang seperti itu, Jika kau tidak mau kita di pecat saat ini juga."Sahut teman yang ada di sampingnya.


Tak lama kemudian Asisten Kai maju dan berdiri di atas podiumnya, Asisten memulai semuanya dengan menyapa seluruh para pemegang saham dan dewan direksi dengan di lanjutkan kata sambutan sambutan-Nya. Dan Nama para pemegang saham dari yang terkecil dan terbesar, Namun yang selama ini menjadi pertanyaan adalah siapa pemegang saham terbesar di perusahaan Dimitri Group.


"Dan Saya ingin memperkenalkan kepada kalian semua, tentang siapa pemilik asli perusahaan Dimitri Group ini. Dan dia adalah Laki-laki yang ada di samping saya, yang selama ini kalian kenal sebagai Asisten dari CEO yaitu Edward O'deon, pemegang saham terbesar sekaligus pendiri dari perusahaan Dimitri Group."Jelas Asisten Kai dengan suara tegasnya.


Suasana tampak ricuh setelah Asisten Kai mengumumkan hal yang mengejutkan tersebut. Para karyawan maupun para pemegang saham tampak berbisik-bisik tentang Edward. Ada sebagian karyawan yang takut dengan Edward dan ada sebagian Karyawan yang nampak kagum kepada Edward yang mereka kenal hanya sebagai Asisten dari CEO.

__ADS_1


Namun tidak dengan tiga orang yang berada di sudut ruangan sana, Mereka berdiri dengan bergetar setelah mendengar semua penjelasan dari Asisten Kai dan semua itu tidak luput dari kedua mata tajam Edward. Edward segera berjalan menuju podium dan menggantikan Asisten Kai, Edward mengucapkan kata sambutannya dan berterima kasih kepada para karyawan dan para pemegang saham karena telah berkerja sama denganya untuk membangun perusahaannya dari bawah.


"Dan untuk ketiga wanita yang ada di sudut ruangan, Silahkan kalian bereskan barang- barang kalian dan angkat kaki dari perusahaan ini."Seru Edward dengan kedua matanya tidak lepas dari ketiga wanita yang telah menggunjingkan nya tersebut.


Suasana nampak semakin ricuh setelah mendengar perkataan Edward, terlebih lagi ketiga wanita itu kini tengah bersimpuh dan memohon ampun kepada Edward untuk tidak di keluarkan dari perusahaan ini.


Setelah mengatakan hal tersebut Edward segera keluar dari Aula tersebut, dengan di ikuti oleh Asisten Kai di belakangnya. Meninggalkan suasana yang nampak ricuh karena pengumuman dari mereka yang tidak terduga.


Edward memasuki lift yang khusus di peruntukan untuknya dan para petinggi perusahaan Dimitri. Tubuh tinggi Edward menjulang di dalam lift dengan Asisten Kai yang berada di belakangnya. Edward segera berjalan keluar dari lift tersebut dan segera berjalan menuju ruangannya dan Edward pun segera berjalan menuju kursi kebesarannya.


"Tarik semua saham yang kita punya di perusahaan O'deon dan batalkan semua kerja sama kita dengan perusahaan itu."Titah Edward dengan tatapan matanya yang menerawang.


"Anda tidak bisa membatalkan kerja sama kita dengan perusahaan O'deon Tuan. Karena proyek tersebut sudah mencapai kesepakatan dan jika Anda membatalkan nya, kita akan mendapatkan kerugian yang cukup besar." Sahut Asisten Kai membuat bibir Edward berdecak.


"Kau pikir dengan gagalnya proyek itu, akan serta merta membuat mu miskin?"Tukas Edward dengan suara yang penuh dengan penekanan di setiap kalimatnya.


"Maafkan saya Tuan."Ucap Asisten Kai dengan menundukkan pandangannya.


"Pergilah! Dan urus semua itu, karena aku tidak ingin ada sangkut pautnya lagi dengan perusahaan maupun orang-orang yang bermarga O'deon."Tutur Edward dengan decakan di akhir kalimatnya. "Dan jika perusahaan kita kekurangan dana untuk menggantikan uang denda itu, kau bisa mengambil uang di ATM pribadi ku"Imbuhnya.


"Baik Tuan..."Jawab Asisten Kai seraya pergi meninggalkan ruangan Edward.


Edward berjalan menuju jendela besar yang ada di sudut ruangan nya. Dengan kedua tangan yang bersedekap di dadanya Edward menatap gedung-gedung pencakar langit yang memenuhi setiap sudut kota, bunyi-bunyi klakson saling bersahutan memenuhi indera pendengaran Edward.


Kedua mata Edward terpaku melihat seorang wanita parubaya yang nampak kesulitan untuk menyebrang, terlebih lagi dengan seorang balita terlelap di tubuh rentanya. Tidak ada satu orang pun yang mempedulikan wanita parubaya itu, dengan langkah yang tergesa-gesa Edward pun segera keluar dari ruangan kebesarannya, Namun bertepatan dengan Asisten Kai yang ingin menemui Edward.


"Tuan..."Ucap Asisten Kai dengan tumpukan berkas-berkas di tangannya."Saya ingin membicarakan tentang proyek kita yang ada di kota xxx."Sambung Asisten Kai dengan kenyitran di kedua alisnya.


"Nanti saja kita membahasnya."Sahut Edward dengan kedua bola matanya bergerak tak tentu arah.


"Tapi Tuan..."Asisten Kai berusaha menyela, karena proyek yang ingin dia bahas adalah proyek yang sangat besar dan memberikan keuntungan yang sangat besar bagi perusahaan.


"Tidak ada tapi-tapian!"Pungkas Edward dengan lengkingan suaranya.


"Tunggulah aku beberapa saat lagi."Tanpa mendengar jawaban dari Asisten Kai, Laki-laki itu segera pergi meninggalkan Asisten Kai yang terpaku melihatnya dengan langkah lebarnya.


"Ada apa dengan Tuan? Mengapa dia terlihat sangat terburu-buru seperti itu?" Tanya Asisten Kai kepada dirinya sendiri tanpa beranjak dari tempatnya.


"Apakah wanita itu ada disini?"Pekik Asisten Kai dengan belikan di kedua matanya. Yang di maksud wanita itu oleh Asisten Kai adalah Bianca. Dengan rasa ingin tahu yang besar, Asisten Kai pun segera berlari mengikuti langkah Sang Tuan.


Edward melangkah lebar setelah keluar dari pintu lift, para karyawan yang kebetulan yang berada di lobby perusahaan menghentikan langkahnya melihat keberadaan Edward dan di ikuti Asisten Kai di belakangnya.

__ADS_1


Edward segera menyebrang dan berjalan ke arah wanita parubaya itu, Edward bisa melihat dengan jelas tubuh wanita parubaya itu bergetar dengan keringat keringat sebesar biji jagung keluar dari pelipis wanita renta itu.


"Nyonya..."Panggil Edward membuat wanita parubaya itu mengalihkan pandangannya.


"Iya Tuan."Jawab wanita itu dengan suara yang lirih.


"Ada baik-baik saja Nyonya? Ada yang bisa saya bantu?"Tanya Edward membuat lengkungan di wajah wanita parubaya itu.


"Tolong cucu saya Tuan, Cucu saya sedang demam tinggi dan tiba-tiba dia kejang lalu tidak sadarkan diri sampai sekarang tuan. Saya mencoba meminta tolong kepada para pejalan kaki dan pengendara yang lewat, Namun tidak ada satupun dari mereka yang memberikan pertolongan kepada saya." Wanita parubaya itu berujar dengan suara lirihnya dan kesedihan tercekat jelas di wajah rentanya.


Tanpa berkata Edward segera mengambil balita yang ada di dalam gendongan wanita parubaya itu. Membuat sang empu memikik karenanya.


"Tuan...."Wanita parubaya itu mencekal pergelangan tangan Edward, Sehingga membuat sang empu menghentikan langkahnya.


"Mari Nyonya ikuti dengan saya. Biarkan saya yang mengantarkan Anda dan Cucu Anda ke rumah sakit."Tutur Edward yang mengingat bahwa rumah sakit sedikit jauh dari tempat perusahaannya.


Tiada terasa mata keriput itu berkaca-kaca melihat kebaikan laki-laki asing yang tidak di kenalnya. Walaupun raut wajah dan tatapan Edward begitu dingin, Namun wanita itu dapat merasakan kebaikan hati di balik tatapan dingin Edward.


Asisten Kai yang posisinya tidak jauh dari tempat Edward, melengkungkan Senyumannya melihat apa yang telah di lakukan oleh Tuannya. Inilah Edward yang sebenarnya, Edward yang telah di kenal oleh Asisten Kai selama belasan tahun. Seorang laki-laki yang memiliki kebaikan hati yang begitu luas dan besar. Walaupun beberapa waktu belakangan ini, Asisten Kai merasakan perubahan Edward yang sangat drastis setelah pernikahan Edward dan sang kekasih batal. Edward yang dia kenal telah menghilang dan di gantikan dengan Edward yang kasar dan kejam, tidak memandang fisik baik laki-laki maupun perempuan Edward tidak segan-segan mengangkat tangannya, saat mereka berkhianat kepadanya.


Atensi Asisten Kai teralihkan saat merasakan getaran di dalam sakunya, laki- laki itu segera mengambilnya dan ternyata salah satu bawahannya yang dia tugaskan untuk mencari kebenaran tentang malam pesta lajang Edward meneleponnya. Tanpa menunggu lama Asisten Kai pun segera mengangkatnya.


"Katakan..."Ucap Asisten Kai.


Kening Asiste Kai mengkerut mendengar penjelasan dari bawahannya dan tidak lama kemudian kedua tangan Asisten Kai terkepal dengan nafas yang memburu dan kilatan amarah terlihat jelas di wajahnya.


"Sialan...!!"Desis Asisten Kai dengan gigi yang bergemurutuk.


Sementara itu bebasnya Edward dari penjara telah sampai di telinga Cleona. dengan amarah yang membuncah di dalam dirinya, wanita itu mengendarai mobil mewah nya menuju rumah Edward. Namun tidak setelah wanita itu sampai di kediaman Edward, ternyata laki-laki itu tidak ada disana. Tidak pantang arah Cleona pun segera segera memutar kembali mobilnya menuju perusahaan Edward. Namun tidak di sangka wanita itu melihat pemandangan yang membuatnya terasa sesak.


"Kenapa tidak kau memberikan sedikit saja rasa belas kasih mu kepada wanita malang itu Edward."Kata Cleona dengan memejamkan matanya saat mengingat semua perkataan dan perbuatan kejam Edward kepada Bianca.


Jangan lupa


Like


Comment


Vote


Rite

__ADS_1


Favorit


Tips


__ADS_2