Oh My Baby

Oh My Baby
rumah kita


__ADS_3

"Ini rumah wanita yang aku cintai," kata Jung Kook dengan sungguh-sungguh.


Air mata Hana mengalir lebih deras lagi.


Apa cintaku ke Jung Kook kurang?


Sehingga ia mencari cinta yang lain?


"Akan aku tunjukkan wanita yang aku cintai." Jung Kook membawa Hana masuk ke dalam rumah sambil menggendong Kiki yang terlelap.


"Ini ... Ini wanita yang aku cintai ..." Jung Kook membawa Hana ke depan cermin besar yang memperlihatkan wajah Hana di sana.


Apa maksud Jung Kook?


"Siapa wanita yang kamu cintai?" Walaupun sakit, Hana harus tahu siapa selingkuhan Jung Kook. Dan juga alasan Jung Kook berselingkuh. Pandangan Hana mengitari sekitarnya. Tapi tidak ada siapa-siapa di sana selain mereka bertiga.


Apa wanita itu di dalam kamar? ~ Hana.


"Wajah siapa yang berada di cermin?" Jung Kook bertanya ke Hana.


"Wajahku." Hana masih tidak mengerti arah perkataan Jung Kook.


"Noona ... Noona lah wanita yang paling aku cintai di dunia ini. Nggak ada yang lain."


"Katamu ini rumah wanita yang kau cintai?"


"Ini rumah kita."


"Rumah kita?"


"Aku baru saja membeli rumah ini. Noona suka?" Jung Kook sebenarnya hendak memberitahu Hana beberapa hari lagi setelah rumahnya siap. Tapi surprise nya gagal.

__ADS_1


"Aku sebenarnya mau beritahu Noona kalau aku sudah selesai ngecat semua tembok. Karena pagi kita sibuk dengan Kiki, siang aku sibuk berlatih, baru malam hari aku bisa ngecat." Jung Kook mengajak Hana berkeliling.


"Rumah ini punya empat kamar. Satu untuk kita. Satu untuk anak-anak laki-laki kita. Satu untuk anak-anak perempuan kita. Satu untuk kamar tamu kalau ayah, ibu, atau mama menginap." Jung Kook menjelaskan.


Rumah yang baru saja dibeli Jung Kook seperti keinginan Hana. Rumah tunggal yang seperti rumah ayah dan ibunya yang mempunyai taman walaupun kecil agar ia bisa menanam sayur, bunga atau pohon buah.


"Tapi Kookie ... Uangnya kan belum cukup." Hana tahu uang tabungan mereka masih kurang untuk membeli rumah.


"Aku dapet harga murah karena yang punya rumah mau pindah keluar negri." Jung Kook menjelaskan.


"Tapi sertifikatnya terjamin, kan? Rumahnya tidak dalam sengketa atau jadi jaminan bank, kan?" Hana takut kalau Jung Kook ditipu. Harga murah ternyata sertifikatnya palsu.


"Aku sudah cek ke pengadilan. Surat-suratnya asli. Juga sudah dipindah tangankan atas nama Noona."


Jung Kook membawa Hana masuk ke dalam kamar utama yang akan menjadi kamar mereka. Hana melihat satu dinding kamar mereka berwarna merah.


Jadi, noda merah itu bukan lipstick tapi cipratan cat? ~ Hana pernah mendapati noda samar berwarna merah di kaos Jung Kook.


"Aku cat warna merah karena katanya warna merah itu bisa membangkitkan gairah seseorang." Jung Kook hanya ingin Hana lebih "mencintainya".


"Bikin 'lapar'?" Jung Kook bertanya balik.


"Bukan 'lapar' yang itu. Kalau kamu perhatikan restoran-restoran itu warna logonya biasanya merah, kan? Contohnya Pizza Hut, KFC, Mc Donald's. Nanti aku jadi gexy."


"Gexy?"


"Gemuk dan sexy."


Jung Kook tertawa. Tetapi saat Kiki yang tertidur di pelukannya bergerak, Ia diam dan menepuk-nepuk ringan punggung Kiki.


"Ini untuk kamar Kiki." Jung Kook menunjukkan kamar di sebelah mereka yang sudah selesai ia cat.

__ADS_1


"Ini untuk kamar Mint." Jung Kook menunjuk kamar yang satunya lagi.


"Kenapa nggak beritahu aku kalau beli rumah?"


"Rencananya mau sebagai surprise buat Noona. Tapi gagal."


Malah aku yang surprise dengar teriakan dan tangisan Kiki.


Ditambah lagi preman itu yang hampir menyentuh Noona


"Kalau kau bilang lebih awal aku bisa bantu ngecat."


"Bahan kimia cat nggak baik untuk ibu hamil."


"Ada yang yang odorless yang aman untuk bayi."


"Ada?"


"Ada. Tapi harganya sedikit lebih mahal dari cat biasa."


"Kookie ... Gomawo. Nomu nomu gomawo." Hana mengecup pipi Jung Kook. Hana tahu cara Jung Kook mendapatkan uang sangat tidak mudah.


"Noona ... Jangan di pipi aja. Di sini juga." Jung Kook menunjuk bibirnya yang sudah dimonyongkan siap untuk dicium Hana.


"Tutup matamu."


"Nggak. Nanti bukan Noona tapi Kiki yang cium aku. Trik Noona sudah bisa aku tebak. Noona harus cari cara lain."


"Kookie ... Itu apa?" Hana menunjuk belakang Jung Kook.


Jung Kook menoleh ke belakang. Jung Kook berbalik lagi melihat Hana.

__ADS_1


"Nggak ada apa- ..."


Hana mencium bibir Jung Kook.


__ADS_2