Oh My Baby

Oh My Baby
banana milk


__ADS_3


Jung Kook pov


Sepulang dari tempat training, aku mampir sebentar ke mini market dekat rumah. Membeli beberapa pak susu pisang favorit keluarga kami karena stok di rumah sudah habis. Untunglah masih ada stoknya di mini market.


"Noona ... Mau nitip apa?"


"Aku sedang di mini market ini" aku menelpon Noona. Biar sekalian belanja barang yang habis.


"Pasta gigi untuk Kiki, minyak goreng dan merica" jawab Noona.


"Itu aja?" aku tanya balik.


"Nanti aku telepon, kalau ada yang kurang" kata Noona.


Aku memilih pasta gigi untuk Kiki. Kiki yang masih batita menggunakan pasta gigi untuk anak. Aku melihat di rak. Ada rasa jeruk, strawberry, anggur.


Kenapa nggak ada rasa pisang?


Aku melihat hadiah dari pasta gigi itu. Mobil, motor, stiker, dinosaurus.


Kenapa nggak ada Iron Man?


Pilih yang mana, ya?


Pilih yang dinosaurus aja.


Kiki pasti suka.


Aku pun pulang membawa susu pisang, pasta gigi Kiki, minyak goreng dan merica.


...🌼🌼🌼...


Di rumah ...


"Appa ..." Kiki berlari menghampiriku. Senyum Kiki yang lebar dan manis membuat rasa lelahku karena berlatih melayang entah kemana.


Aku memeluk Kiki dan mencium pipi montoknya. Mengajaknya mandi bersama.


Noona sedang menyiapkan makan malam kami. Bau harum masakan sudah tercium sampai kamar.


Kami pun makan malam bersama.

__ADS_1


...🌼🌼🌼...


Selesai makan malam ...


Aneh ...


Sangat aneh ...


Rasa-rasanya aku belum meminum banana milk yang baru aja aku taruh di meja kecil di ruang TV.


Aku mengecap-ngecap lidahku. Tidak ada bau banana milk.


Berarti betul aku belum meminumnya.


Kenapa sekarang kosong?


Siapa pelakunya?


Kalau aku menuduh Noona tanpa bukti, bisa gawat.


Aku mengingat-ingat lagi kejadiannya.


Tadi selesai makan malam, aku mengambil banana milk di kulkas. Menusuk sedotannya. Kemudian menaruhnya di meja. Karena panggilan alam, aku ke toilet.


Aku belum meminumnya.


Pasti Noona pelakunya.


Padahal di kulkas masih banyak.


Kenapa Noona ambil punyaku?


Noona ngajak berantem?


"Noona ... "


"Noona yang minum banana milkku, ya?" aku menuduh Noona.


"Nggak ... Aku nggak minum punyamu. Aku, kan bisa ambil sendiri di kulkas" sahut Noona.


Jadi siapa?


Hantu?

__ADS_1


Setan?


Tuyul?


Siapa?


Siapa?


Aku jadi merinding.


Rambut-rambut tipis di tanganku berdiri semua.


Keesokkan harinya ...


Kejadian yang sama terjadi lagi. Saat aku meninggalkan banana milk sebentar di meja untuk mengambil ponsel di kamar.


Tinggal botol kosong.


Siapa lagi ini pelakunya?


Noona?


Sudah dua hari berturut-turut ini.


Mana aku cuma dapat jatah sehari cuma boleh minum satu botol susu pisang dari Noona.


Kata Noona, kalau aku minum kebanyakan, aku bisa kena diabetes. Diabetes itu bisa bikin luka susah sembuh, mata jadi buta, dan yang terpenting Noona nggak bisa ngerasain surga duniawi lagi dariku. Bisa gawat kalau Noona tidak terpuaskan lagi.


"Noona ..."


"Kenapa minum banana milkku lagi?" aku menuduh Noona.


"Aku nggak minum punyamu" Noona membantah.


Keesokkan harinya ...


Aku menaruh banana milk lagi di meja. Dan memperhatikannya dari jauh. Ada yang bergerak perlahan menuju ke arah banana milk. Ia menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan untuk melihat apakah ada orang di sekitarnya.


Pelakunya Kiki. Ia menyedot banana milk sampai habis kemudian kabur ke tempat lain tanpa meninggalkan jejak.


Kiki ...


Kiki memang anak appa ...

__ADS_1


Kita sama-sama suka banana milk.


__ADS_2