Oh My Baby

Oh My Baby
pertarungan


__ADS_3

Jung Kook sejak kemarin sudah tinggal di hotel. Hari ini hari pertarungannya. Hari yang sudah dinanti-nantikannya sejak lama.


Hana kemarin juga sudah memeriksakan dirinya di dokter kandungan. Kabar gembira datang. Mint benar-benar ada di perutnya.


"Ki ... Kiki bakal punya adik." Hana menyentuh perutnya.


"Besok kita kabari appa." Hana berencana memberi surprise ke Jung Kook. Jika Jung Kook menang dan ia mengabari kehamilannya bukankah akan ada dobel kebahagiaan. Begitu pikir Hana.


Kembali ke saat ini.


Kiki sudah berada di depan TV. Pertandingan Jung Kook dengan lawannya akan segera dimulai.


Nama Jung Kook dipanggil. Begitu juga nama lawannya. Mereka sekarang saling berhadap-hadapan di dalam ring. Perang syaraf dimulai.


Pertarungan dimulai. Jung Kook mulai memukul lawannya. Tapi lawan Jung Kook bisa menangkisnya. Jung Kook mulai menendang lawannya.


Hana tidak bisa melihat lebih lanjut saat Jung Kook terkena pukulan lawannya. Setiap kali lawan Jung Kook memukul Jung Kook, hati Hana terasa ikut dipukul.


"Appa ... Appa ..." Kiki mulai menangis melihat Jung Kook yang bertubi-tubi menerima pukulan. Jung Kook roboh. Ia pingsan.


"APPAAAA ..." Kiki berteriak. Hana tahu ada yang salah dari tangisan Kiki. Hana melihat layar kaca. Jung Kook tersungkur. Jung Kook KO. Tandu datang membawa tubuh Jung Kook. Air mata Hana mulai mengalir. Ia tak ingin Jung Kook mati.


Ponsel Hana berbunyi.


"Noona ... Jung Kook dibawa ke rumah sakit xxx."


Hana langsung membawa Kiki ke rumah sakit tempat Jung Kook dibawa. Ia bisa melihat Jung Kook masih menutup matanya. Di sisi lain Hana merasa lega Jung Kook selamat. Tapi di sisi lain sepertinya cedera Jung Kook lebih parah dari sebelumnya.


"Kookie ... Bangun."

__ADS_1


"Appa ..." Kiki ikut menangis.


Setelah beberapa jam Jung Kook sadar. Hana bisa melihat bengkak-bengkak di wajah Jung Kook.


Bukan itu saja. Ada berita buruk. Setelah melihat hasil tes, dokter memberitahu ada kemungkinan Jung Kook tidak bisa berjalan lagi.


"Maksud dokter saya lumpuh?" Jung Kook terasa disambar petir. Lumpuh itu artinya ia tidak bisa menjadi petarung. Ia akan jadi beban bagi orang lain di saat ia akan menjadi ayah bagi dua orang anak.


"Itu tidak mungkin, kan, Dok."


"Untuk saat ini hanya hal itu yang bisa saya katakan. Kita lihat lagi beberapa hari ini."


Dokter meninggalkan ruangan kamar Jung Kook dirawat. Jung Kook hanya diam. Ia tak bisa menerima kecacatan dirinya.


"Kookie ..." Hana akhirnya bersuara. Hana tahu Jung Kook tidak mungkin bisa menerima keadaannya. Harga dirinya sebagai laki-laki terlalu tinggi.


"Appa ... " Kiki naik ke ranjang Jung Kook. Tapi Jung Kook mendorong Kiki. Kiki hampir saja jatuh dari ranjang setinggi 1 meter jika saja Hana tidak cepat menangkap tubuh Kiki.


"KAU MAU BIKIN KIKI JADI CACAT JUGA!"


"Bukannya sudah aku bilang ke Noona buat gugurin Kiki."


"Kookie ..." Hati Hana hancur lagi. Ia mengira mereka sudah tutup buku soal kejadian Kiki.


Kookie ...


Apa benar kau menyesali keberadaan Kiki?


Kiki ingin naik lagi ke ranjang ayahnya. Tapi Hana mencegahnya. Saat ini emosi Jung Kook masih tidak stabil. Hana hanya takut Jung Kook akan mendorong Kiki lagi seperti tadi.

__ADS_1


"Ki ... Temani eomma tidur." Hana bersuara serak. Tanda ia menahan tangisnya.


Hana dan Kiki lalu berbaring di sofa.


Jung Kook bisa melihat badan Hana yang bergetar. Tanda Hana menangis.


Kookie ...


Apa kau akan mengatakan hal yang sama dengan Mint?


Apa kau akan menyuruhku untuk menggugurkannya?


Hana dan Kiki lalu tidur.


Tengah malam Kiki terbangun..ia mendekati ranjang ayahnya. Ia menatap Jung Kook yang belum bisa tidur. Terlalu banyak hal yang menjadi pikirannya saat ini.


"Kiki mau tidur sama appa?"


Kiki menganggukkan kepalanya. Jung Kook menolong Kiki. Ia membantu Kiki agar Kiki bisa tidur bersamanya. Jung Kook lalu menaikkan pipa penghalang di sisi kanan dan kiri ranjangnya. Ia takut Kiki terjatuh.


Kiki akhirnya tidur bersama Jung Kook.


Saat pagi hari Hana terbangun dan tidak mendapati Kiki di sampingnya.


Kiki?


Hana melihat Kiki tidur di ranjang Jung Kook. Reflex Hana hendak mengambil Kiki dari ranjang Jung Kook. Ia tak mau Jung Kook mendorong Kiki lagi.


"Nggak pa pa, Noona. Biarin Kiki tidur di sini."

__ADS_1


Hana menatap Jung Kook. Jung Kook menundukkan kepalanya. "Noona ... Maafkan aku."


__ADS_2