Oh My Baby

Oh My Baby
perahu angsa


__ADS_3

"Aku nggak mau dihukum." Hana mencoba melarikan diri dari Jung Kook. Dengan keadaan kaki Jung Kook saat ini, tentu saja Hana tak akan bisa dikejar Jung Kook.


"Noona, jangan lari-lari." Jung Kook takut jika Hana terjatuh. Dokter sudah memberitahu mereka ketika membaca riwayat medis Hana. "Anak pertama kalian lahir prematur karena terjatuh, kemudian disusul dua kali keguguran juga karena terjatuh. Kalian harus sangat berhati-hati."


"Aku nggak jadi hukum Noona." Jung Kook ingin Mint lahir dengan selamat.


Hana berhenti berlari. Ia lalu duduk di sofa. Jung Kook ikut duduk di sofa.


"Aku ingin kita pisah kamar." Hana memberitahu Jung Kook.


"Kenapa?" Jung Kook bingung. "Karena suara ngorokku?"


"Bukan ... Aku ... Aku ..."


Noona nggak minta cerai, kan? ~ Setahu Jung Kook sebelum bercerai pasangan yang menikah biasanya pisah ranjang dulu.


"Aku kena penyakit menular."


"NOONA KENA AIDS? NOONA TIDUR SAMA SIAPA?" Jung Kook shock.


"Ssst. Pelankan suaramu. Nanti tetangga pada dengar. "Bukan Aids.Aku kena kurap." Hana memperlihatkan kakinya yang ada bintik merah.


"Aku takut kau dan Kiki tertular."

__ADS_1


Jung Kook merasa lega. ~ Aku kira apa. Noona bikin orang tegang aja.


"Dua Minggu aja. Sampai kakiku sembuh."


Dua Minggu? Aku nggak bisa kalau dua Minggu. Seminggu kemarin aja sudah bikin aku ...


"Aku nggak pa pa tertular."


"Yang jadi masalah itu Kiki. Ia sering ikut tidur di ranjang."


"Kaki Noona jangan sampai kena sprei."


"Oh. Iya. Aku lupa. Mumpung Kiki masih di daycare, aku mau jalan-jalan ke sungai Han." Hana brrdiri dan mengambil tas selempangnya juga tas berisi bekal untuk mereka makan di sana.


"Yang pedal atau yang motor?"


Hana melihat harga tiket dan mengeluarkan uang dari dompetnya. "Yang motor." Ia tidak bisa memilih yang pedal karena kaki Jung Kook belum pulih.



Mereka mengenakan rompi keselamatan lalu berkeliling sungai Han. Hana sengaja mengajak Jung Kook jalan-jalan untuk refreshing. Untuk melupakan sejenak kepenatan hidup.


Jung Kook lalu menepikan perahu. Mereka akan memakan bekal yang dibawa Hana.

__ADS_1


"Ada untungnya juga Kiki dititipin ke daycare. Kita bisa pacaran."


Hana tersenyum. Mereka memang lebih menghabiskan banyak waktu bertiga. Sesekali mereka juga perlu jalan-jalan berdua saja.


"Author, bikin kaki aku cepat sembuh, lalu aku punya banyak uang, rumah gede juga banyak anak," ucap Jung Kook.


Hana menjewer Jung Kook. "Ouch." Jung Kook memegang telinganya yang baru saja dijewer Hana.


"Author jangan dengerin permintaan Jung Kook yang pengen punya anak banyak. Dua anak aja cukup."


"Bukannya terserah author, ya, kalau bikin cerita. Mau anak banyak, anak sedikit, nggak punya anak. Ya, kan, Author?"


"Rencananya author pengen bikin adik Kiki jadi berapa?"


"Sepuluh." Author menjawab.


"What!? No. Dua aja. Okay."


Selesai makan Jung Kook mulai melajukan perahu. Mereka lalu berjalan-jalan sambil berpegangan tangan. Menikmati waktu berdua. Tak terasa sudah waktunya menjemput Kiki. Mereka langsung menuju ke daycare. Menjemput Kiki dan Seon Ho.


Mereka lalu pulang ke rumah. Kiki dan Seon Ho membasuh tangan mereka kemudian memakan bekal yang sengaja disimpan sebagian untuk makan siang.


"Imo. Kiki tadi juara satu lomba lari." Seon Ho .memberitahu Hana. Kiki lalu mengambil medali di dalam tasnya. Memamerkannya ke Hana dan Jung Kook.

__ADS_1


__ADS_2