Oh My Baby

Oh My Baby
I'm a model


__ADS_3

Pagi pun tiba ...


"Kookie ... Nanti antar aku ke studio. Kiki ada job."


Kiki tambah lama tambah laris sekarang. Dulu seminggu sekali. Sekarang seminggu sudah dua sampai tiga kali.


Jung Kook mengantar Kiki. Hana mengganti pakaian Kiki dan mulai melakukan pemotretan setelah rambutnya selesai distylist. Konsep pemotretan kali ini adalah chaebol kecil.


Pakaian, topi dan aksesori yang dikenakan bermerek. High end. Berkelas. Harganya lumayan mahal. Tapi Kiki cocok-cocok aja pakai pakaian mahal itu.


Ki ... Baju yang Kiki pakai itu harganya sama pengeluaran makan kita sebulan. Kita harus hati-hati. Kalau rusak nanti kita disuruh ganti.


Rambut keriting Kiki bikin gemes.


Kayak Gu Jun Pyo kecil.


Pemotretan Kiki selesai. Hana hendak membawa Kiki pulang. Tapi Tae Tae mendekatinya.


"Hana ... Model pria untuk pemotretan selanjutnya yang seharusnya sudah datang, tidak bisa datang. Apa kau bisa membujuk Jung Kook untuk melakukan pemotretan?"


"Oppa bilang langsung aja ke Jung Kook."


"Aku ..." Tae Tae sedikit menjaga jarak dengan Jung Kook setelah kejadian di cafe. Saat ia mendeklarasikan cintanya ke Hana di hadapan Jung Kook.


"Konsepnya seperti apa, oppa?"


"Apa ia harus memperlihatkan absnya?"


"Tidak. Kali ini pakaian olahraga."


"Aku coba bilang ke Jung Kook tapi aku nggak janji ia bakal mau. Kalau ia menolak, oppa harus cari model lain."


"Tolong aku, ya🙏." Tae Tae mengatupkan kedua tangannya. Memohon bantuan Hana.


Hana berbicara dengan Jung Kook "Kookie ... Apa kau bisa membantu Tae oppa?"

__ADS_1


"Bantu apa, Noona?"


"Model pria Tae oppa berhalangan hadir. Pesawatnya mengalami delay sedangkan pemotretan harus tetap berlanjut. Biaya produksinya akan berlipat kali ganda bila mereschedule ulang pemotretan."


"Kau tak perlu memperlihatkan absmu. Padahal aku nggak masalah kalau kau memperlihatkan absmu."


"Pakaiannya?"


"Pakaian olahraga favoritmu."


"Honornya?"


"Akan ditransfer ke rekeningku. Lumayan buat tambahan jajan."


"Aku mau. Tapi Noona harus menuruti permintaanku."


"Permintaan apa?"


"Nanti juga Noona tahu."


"Nggak lah. Percaya sama aku."


"Okay. Asal jangan minta sepuluh adik Kiki lagi. Kau tahu mengandung dan melahirkan apalagi merawat dan mendidik anak itu sungguh berat."


"Nggak sampai sepuluh, Noona. Paling sembilan." Jung Kook segera berlari meninggalkan Hana.


"Kookie ..."


Jung Kook segera mengganti bajunya dengan baju yang akan ia promosikan. Hair stylist merapikan rambutnya. Sedangkan tukang make-up mengoles BB cream dan lipstick di wajah Jung Kook.


Ki ... Lihat ...


Appa jadi seperti model beneran.


__ADS_1


Jung Kook mulai berpose. Ia sering melihat katalog pakaian pria saat menemani Kiki melakukan pemotretan. Jadi ia bisa langsung berpose.


"Klik ... Klik ... Klik ..." Hanya suara kamera Tae Tae yang terdengar.


Tae Tae cukup puas dengan hasil kerja Jung Kook. Tubuh Jung Kook yang lumayan tinggi. Ditambah lagi tubuhnya yang bugar menunjang penampilannya.


Pemotretan selesai.


Hana, Jung Kook dan Kiki pulang ke rumah.


Dalam perjalanan pulang ...


"Kookie ... Kau tadi seperti model profesional. Gayamu. Posemu semuanya sempurna." Hana memuji-muji Jung Kook.


Ada apa ini?


Ada apa Noona memuji-muji diriku?


Apa ia menginginkan sesuatu?


"Appa cego (terbaik)" Kiki mengacungkan jempolnya di baby seatnya.


Kiki juga ikut-ikutan puji aku.


Tapi sebagai manusia biasa Jung Kook menyukai pujian dari istri dan anaknya.


"Gomawo, sunbaenim (senior). Mohon bantuannya mulai hari ini."


Walaupun Kiki itu anaknya dan usia mereka terpaut cukup jauh tapi Jung Kook tetap menganggap Kiki itu Sunbae secara Kiki itu lebih dulu debut di dunia modeling. Sedangkan dirinya baru debut hari ini.


"Apa sebaiknya kau menjadi model saja seperti Kiki?" Hana berharap Jung Kook berganti profesi. Menjadi petarung membuat Jung Kook harus berlatih keras, menerima pukulan dan tendangan.


"Aku mau aja jadi model. Tapi sebagai sampingan. Menjadi petarung tetap jadi pekerjaan utama. Lumayan buat tambahan beli makanan. Sambil menyelam, minum air. Sambil menjaga Kiki, dapet duit."


Hana tahu sia-sia saja mengubah jalan hidup Jung Kook. Menjadi petarung sudah jadi passion Jung Kook. Ia hanya bisa mendukung dan berdoa Jung Kook baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2