Oh My Baby

Oh My Baby
wedding invitation


__ADS_3

Beberapa hari kemudian ...


Keadaan Hana sudah jauh lebih baik. Ia sudah bisa mengurus rumah lagi walau Jung Kook masih tetap membantunya. Badannya terasa segar. Pusing di kepalanya juga sudah berkurang.


Hana mulai mengerjakan pekerjaan rumah. Untunglah selama ia sakit ada Jung Kook yang membantunya mengerjakan pekerjaan rumah. Terutama mengurus Kiki yang masih kecil.


Hana benar-benar terbantu.


Sekarang Jung Kook sedang berada di dapur. Mencoba memasak untuk makan siang mereka bertiga.


Masak apa, ya?


Noona belum boleh makan yang pedas-pedas.


Nanti maagnya kambuh lagi.


Jung Kook mulai memotong bahan-bahan. Menaruhnya di wajan dan mulai memasak.


Bau harum masakan mulai menyeruak sampai ke dalam kamar.


Jung Kook masak apa, ya?


Hana berjalan menuju dapur sambil menggendong Kiki. Jung Kook menyodorkan sedikit hasil masakannya ke Hana. Hana membuka mulutnya dan merasakan masakan Jung Kook.


"Noona ... Kurang apa? Garam? Gula?"


"Rasanya sudah pas"


Hana meletakkan Kiki di kursi anak. Ia dan Kiki menunggu masakan Jung Kook selesai dimasak. Hana menyiapkan peralatan makan dan menaruh nasi di mangkuk.


Masakan Jung Kook sudah jadi. Mereka pun makan bersama.

__ADS_1


"Tambah" kata Kiki sambil menyodorkan mangkuknya yang kosong. Ia menyukai masakan buatan Jung Kook.


Appa senang Kiki nambah.


Nggak sia-sia appa masak.


Masakan Jung Kook yang enak langsung habis tidak bersisa. Hana mulai membereskan meja makan dibantu oleh Jung Kook.


"Biar aku aja Noona yang cuci piring. Noona duduk aja. Nonton TV" Jung Kook hanya mengkhawatirkan Hana. Hana baru saja pulih. Ia tak ingin Hana sakit lagi.


"Beneran?"


"Iya. Nggak pa pa. Noona istirahat aja"


Ki ... Appa baik, ya.


Ia sudah masak.


Hana dan Kiki menonton TV. Hana menyetel video musik Kim Seok Jin, aktor favorit Hana.


Hana dan Kiki ikut bernyanyi. Kiki sudah hafal nada-nada lagu dari Kim Seok Jin secara tiada hari tidak terdengar nyanyian Kim Seok Jin di rumah mereka.


Hana selalu menyetel lagu-lagu Kim Seok Jin. Di ruang TV, di kamar, bahkan di mobil. Kiki sudah familiar dengan suara dan wajah Kim Seok Jin secara ibunya sangat mengidolakannya.


"Ting ... Tong ..." Bel pintu berbunyi.


Paketnya Jung Kook?


Hana melihat dari interkom.


Nam Joon oppa!

__ADS_1


Ada apa ia datang ke rumahku?


"Sebentar ..."


Hana membuka pintu. Nam Joon menyerahkan surat undangan pernikahannya ke Hana.


Hana melihat ada nama Nam Joon dan wanita lain di sana.


"Oppa akan menikah? Selamat, ya" Hati Hana sedikit perih.


"Oppa mau masuk? Aku bikinkan teh" Hana hanya bersikap sopan. Ada Jung Kook di rumah. Jika sampai Nam Joon masuk ke dalam rumah, entah seperti apa sikap Jung Kook.


"Terima kasih. Aku masih harus pergi ke tempat lain dulu. Aku masih harus mengantar surat undangan lagi"


"Hati-hati di jalan, oppa"


Sesaat setelah Nam Joon pergi ...


"Siapa yang datang, Noona?" Jung Kook bertanya. Jung Kook tadi berada di dapur sedang mencuci piring.


"Nam Joon oppa. Ia akan menikah" Hana memperlihatkan surat undangan pernikahan Nam Joon ke Jung Kook.


Air mata Hana mulai menetes. Jung Kook hanya bisa memeluknya.


Seharusnya namakulah yang tercantum di sana.


Seharusnya akulah yang menyandang status sebagai istri Nam Joon oppa.


Tapi oppa ... Terima kasih.


Hanya ini satu-satunya cara agar aku bisa melupakanmu.

__ADS_1


Saat kau menjadi milik orang lain, aku sudah tidak boleh lagi mengharapkanmu.


__ADS_2