Oh My Baby

Oh My Baby
Lie


__ADS_3

"Hyung ... Lama tak bertemu."


"Nggak usah basa-basi. Langsung ke intinya." Yoon Gi tahu kedatangan Nam Joon pasti ada sesuatu yang berkaitan dengan Hana.


"Hyung ... Sampai sekarang aku masih ragu untuk menikahi Suzy. Aku masih mencintai Hana. Apa sebaiknya aku membatalkan pernikahanku?"


"Nam Joon, kau egois. Kau tak kasihan dengan Suzy? Pernikahanmu tinggal seminggu lagi. Bagaimana kalau kau yang berada di posisi Suzy?"


"Aku masih mencintai Hana, Hyung."


"Kau memang masih mencintai Hana. Tapi Hana sekarang mencintai Jung Kook. Kau harus terima itu. Misalnya ... Hana dan Jung Kook berpisah dan Hana kembali kepadamu, apa keluargamu mau menerima Kiki? Apa keluargamu akan merestui hubungan kalian? Kau tahu Hana. Ia akan memutuskan hubungan denganmu kalau keluargamu tidak merestui hubungan kalian. Baginya lebih baik bila ia berpisah daripada orang yang dicintainya harus meninggalkan keluarganya karena dia."


Nam Joon berpikir dan berpikir. Ia sadar tak seharusnya ia setuju dengan pernikahannya dengan Suzy. Ia tidak bisa mencintai Suzy. Walaupun ia tahu Suzy mencintainya. Baginya hanya ada satu wanita di hatinya, Hana. Tapi pernikahannya tinggal seminggu lagi, ia sudah tidak bisa mundur lagi.


"Nam Joon, kau sudah dewasa. Kau tau mana yang baik dan mana yang buruk untukmu."


Nam Joon pamit pulang. Jung Kook yang baru saja selesai lari pagi berpapasan dengan Nam Joon di depan pintu.


Jung Kook mencari Hana. Tapi tak ada tanda keberadaan Hana di rumah.


"Hyung, Noona dan Kiki ke mana?"


"Taman."


Di taman ...


Kiki sedang melihat bayi di stroller. Kiki tersenyum.


"Eomma ... Aga (bayi)."


Hana yang melihatnya ikut tersenyum.


Seandainya saat itu bayi kami selamat, Kiki pasti sudah punya adik sekarang. Kiki sudah ada teman main.


Jung Kook menemui Hana di taman.

__ADS_1


"NOONA ... KAU YANG BERITAHU NAM JOON HYUNG KALAU KITA MENGINAP DI RUMAH YOON GI HYUNG?"


"Aku nggak beritahu Nam Joon oppa."


"NOONA KALAU MAU BALIKAN, BALIKAN AJA. NGGAK USAH BOHONGIN AKU."


"Aku ingin tetap bersamamu. Nam Joon oppa juga sebentar lagi menikah. Pelankan suaramu. Ini tempat umum." Hana menyadarkan Jung Kook. Tatapan orang-orang mengarah ke arah mereka.


Mau sampai kapan. Mau sampai kapan Nam Joon Hyung mengintervensi kehidupan kami.


"Kita kembali ke rumah. Kita bicarakan di sana."


Hana menggandeng tangan Jung Kook. Menariknya untuk kembali ke rumah.


Yoon Gi tahu ada yang tidak beres saat melihat raut wajah Jung Kook yang masam.


"Oppa ... Tolong jaga Kiki sebentar. Aku dan Jung Kook harus bicara."


Hana dan Jung Kook masuk ke dalam kamar. Tidak baik bila mereka bertengkar di depan Kiki.


Api ditambah api hanya akan menyebabkan kebakaran besar.


"Noona tak ada niatan kembali ke Nam Joon Hyung?"


"Kenapa aku harus kembali ke Nam Joon oppa kalau orang yang kucintai ada di depanku?"


"Noona ..."


"Jangan salah paham lagi. Percaya denganku. Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu." Hana mencium Jung Kook.


"Noona ..." Jung Kook balas mencium bibir Hana.


Ciuman mereka semakin intens. Dan mereka pun melakukannya.


Saat persatuan mereka, air mata Hana menetes.

__ADS_1


"Noona ... Apakah sakit?"


"Tidak. Aku baik-baik saja." Hana mencium bibir Jung Kook. Mencoba mengalihkan perhatian Jung Kook.


Jung Kook tertidur saat aktivitas intim mereka selesai.



Hana memandang ke Jung Kook yang terlelap, air matanya menetes lagi.


Kookie ... Maafkan aku ...


Aku berbohong.


Demi Kiki.


Demi pernikahan kita.


Tadi saat aku melihat Nam Joon oppa, aku ingin memeluknya.


Aku hendak mengatakan "Oppa batalkan pernikahanmu. Aku masih mencintaimu."


Tapi kehadiran Kiki menyadarkanku.


Aku sudah tak akan bisa lagi bersama Nam Joon oppa.


Kookie ... Maafkan aku ...


Aku memang mencintaimu tapi aku juga masih mencintai Nam Joon oppa.


Aku rasa aku tak kan pernah bisa melupakan Nam Joon oppa.


Dia akan selalu menjadi kenangan indah dalam hidupku yang tak ingin aku lupakan.


Kookie ...

__ADS_1


Sekali lagi maafkan aku yang telah menduakanmu.


__ADS_2