
Jung Kook dan Kiki sedang berbaring di ranjang. Jung Kook berusaha menidurkan Kiki.
"Eomma ..."
"Kiki cari eomma? Bentar, ya. Appa panggil eomma." Jung Kook membuka pintu kamar hendak mencari Hana.
Samar-samar Jung Kook mendengar tangisan Hana "Oppa ... Hiks ... Aku harus bagaimana untuk bisa melupakan Nam Joon oppa? Semakin aku berusaha melupakan Nam Joon oppa, kenanganku bersamanya semakin teringat"
"Kalau begitu jangan lupakan.
Biarkan dia tetap menjadi salah satu kenangan terindahmu," ucap Yoon Gi menenangkan Hana.
Hana menangis. Menumpahkan semua perasaannya ke Yoon Gi. Hanya dengan Yoon Gi saja, ia bisa berkata jujur. Yoon Gi memeluk Hana.
Noona ...
Sampai kapan hanya ada aku di hatimu?
Apakah aku harus selalu bersaing dengan Nam Joon Hyung disepanjang hidupku?
Aku ini juga manusia.
Kesabaranku juga ada batasnya.
"Eomma ..." Kiki mencari ibunya lagi.
Jung Kook menutup pintu kamar "Eomma masih sibuk, Ki"
Sibuk menangisi sesuatu yang bikin hancur hati appa.
"Kiki tidur sama appa dulu. Nanti kalau eomma selesai, eomma bakal tidur bareng kita" Jung Kook menepuk-nepuk pantat mungil Kiki agar Kiki cepat tertidur.
Sementara itu di ruang keluarga ...
__ADS_1
Yoon Gi masih menenangkan Hana.
Hana tak bisa mengatakan isi hatinya di depan Jung Kook. Hana tahu Jung Kook akan tersakiti jika Jung Kook tahu Hana masih mengingat Nam Joon.
"Oppa ... Aku merasa bersalah dengan Jung Kook jika aku masih memikirkan Nam Joon oppa"
"Hana ... Kau mencintai Jung Kook?" Yoon Gi ingin memastikan hati Hana milik siapa saat ini.
Hana menganggukkan kepalanya.
"Kau ingin menghabiskan seluruh hidupmu bersama Jung Kook?"
Hana menganggukkan kepalanya lagi.
"Kalau begitu tak ada masalah. Mulai sekarang buatlah banyak kenangan indah bersama Jung Kook. Seiring waktu yang berlalu kau pasti bisa melupakan Nam Joon."
...🌼🌼🌼...
Hana tak kunjung masuk kamar. Jung Kook jadi curiga. Walaupun Jung Kook mempercayai Hana dan Yoon Gi tapi Jung Kook tahu Yoon Gi masih punya perasaan ke Hana. Hanya saja terhalang karena adanya hubungan keluarga.
Biasanya Hana dan Jung Kook akan pillow talk sebelum tidur, membicarakan hari yang telah berlalu.
Mungkin Noona capek.
Jung Kook ikut berebah di samping Kiki. Ia bisa melihat bekas air mata di mata Hana. Air mata yang belum mengering.
Noona ...
Apa kau kira aku tak tahu isi hatimu?
Jauh di dasar hatimu, kau masih ingin bersama Nam Joon Hyung, kan?
Akhir-akhir ini kau selalu terbangun saat tengah malam.
__ADS_1
Aku bisa melihatmu membuka buku pemberian Nam Joon Hyung sebelum ia berangkat keluar negri untuk kuliah.
Yang di dalamnya terdapat surat tulisan tangan Nam Joon Hyung.
"Hana ..."
"Aku akan segera menyelesaikan kuliahku"
"Setelah aku lulus kuliah, kita akan menikah"
"Aku sudah tidak sabar untuk memanggilmu 'istriku'"
Dan Noona, setelah itu kau selalu menangis.
Hatiku hancur.
Sangat hancur.
Sekeras apapun aku berusaha,
Aku tetap kalah dari Nam Joon Hyung.
Noona ...
Butuh waktu berapa lama lagi aku harus menunggumu?
Sampai sekarang aku hanya menunggu dan menunggu.
Apa aku harus merelakanmu?
Demi kebahagiaanmu?
...🌼🌼🌼...
__ADS_1
Ada yang setuju kalau Hana dan Jung Kook bercerai kemudian Hana dan Nam Joon menikah?