Oh My Baby

Oh My Baby
broken heart


__ADS_3

Flashback saat Hana dan Yoon Gi sama-sama terpaksa harus berpisah. Bukan karena mereka sudah tidak saling cinta tapi karena mereka sepupu.


Yoon Gi setiap hari mengunjungi rumah Hana. Ia memastikan Hana makan. Ia tak ingin Hana jatuh sakit. Ia berusaha Hana bisa bangkit lagi walaupun ia sendiri juga patah hati.


Saat ini mereka berada di kamar Hana. Hana perlahan mulai menerima keadaan kalau mereka sepupu.


"Kita memang tidak bisa bersama di kehidupan ini. Mungkin di kehidupan selanjutnya kita bisa bersama." Yoon Gi berusaha menghibur Hana.


"Nggak mau." Hana dengan tegas menolak.


"Kenapa?" Yoon Gi bertanya.


Bukannya Hana mencintaiku?


"Bukannya oppa pengen jadi batu? Masa aku nikah sama batu. Gimana caranya?"


Yoon Gi tersenyum. Hana ikut tersenyum.


Hana ...


Suatu saat nanti kau akan jatuh cinta lagi dengan pria lain.


Menikah dan punya anak tapi tidak denganku.


Saat Hana baru saja masuk SMA ...


"Oppa ... Ada yang nembak aku. Aku terima atau tidak?" Hana memberitahu Yoon Gi.


Jangan ...


Jangan terima ...


"Kau menyukainya?" Yoon Gi balik bertanya.


"Sedikit. Temanku yang pernah satu SMP dengan dia bilang kalau ia itu aneh. Alien."


"Apa yang kau suka darinya?"


"Ia itu tampan, oppa. Sangat tampan."


"Lebih tampan dari Jin?"


"Iya ... Ia seperti contoh nyata 2D prince di komik-komik."


"Terserah kamu. Terima dia atau tidak."


Hana ...


Kau sudah mulai melangkah lagi.


Perlahan-lahan aku sudah tidak akan ada lagi di hatimu.


Saat Hana jadian dengan Tae Tae. Ia mengajak Tae Tae ke acara panti asuhan. Hana sudah memberitahu Tae Tae kalau ia berasal dari panti asuhan. Ia bukan anak kandung orang tuanya.


"Oppa ... Ini Tae oppa." Hana memperkenalkan mereka.


"Tae oppa ... Ini Yoon Gi oppa, sepupu aku."

__ADS_1


Sekarang ...


Satatusku hanya sepupu.


"Tae Hyung."


"Yoon Gi."


Tae Tae bermain dengan anak-anak panti. Hana mendekati Yoon Gi yang sedang duduk di bawah pohon.


"Bagaimana menurut oppa? Ia tampan, kan?" Hana berbisik.


"Aku rasa kalian tidak akan bertahan lama."


"Oppa ... Jangan doakan yang jelek-jelek."


Dugaan Yoon Gi benar. Hubungan Hana dan Tae Tae berjalan cukup singkat.


Saat Hana jadian dengan Nam Joon. Hana mengajak Nam Joon ke acara panti.


"Oppa ... Ini Nam Joon oppa. Ia kakak kelas aku. Aku banyak diajari olehnya."


"Diajari apa?" Yoon Gi menyelidik.


"Pelajaranlah, oppa."


"Bukan yang lainnya?"


"Bukan." Hana tersipu malu.


Hana berjalan menjauhi Yoon Gi. Hubungan Hana dan Nam Joon cukup panas tapi masih dalam batas wajar karena Nam Joon akan menunggu sampai saat pernikahan mereka.


Baik Tae Tae dan Nam Joon, mereka berdua tahu Hana dan Yoon Gi pernah menjalin kasih dan terpaksa putus karena status sepupu. Hana tidak menutupinya dari mereka.


Hana sudah menganggap Yoon Gi itu kakaknya. Kakak sepupu.


Flashback end.


...🌼🌼🌼...


Kembali ke saat Yoon Gi baru saja diantar pulang dari rumah mama Hana.


"Bye ... bye ..." Kiki melambaikan tangannya dari baby seatnya.


"Bye ... bye ..."


Yoon Gi memasuki gedung apartemennya. Menaiki lift dan masuk ke dalam apartemennya.


Hana ...


Seingatku kita tak pernah mengatakan kata "putus".


Kita berpisah begitu saja.


Yoon Gi ingat saat ia dan Hana masih kecil dan bertemu di panti asuhan. Hana dan Yoon Gi sering diajak orang tua angkat mereka ke acara panti.


Sedari kecil mereka sudah diberitahu kalau mereka bukan anak kandung.

__ADS_1


"Hana ... Hana punya dua ibu. Ibu yang mengandung Hana dan ibu yang berada di depan Hana sekarang."


Hana masih belum terlalu paham. Tetapi saat di acara keluarga ayah atau ibunya, ia mulai paham.


"Oppa ... Keluarga ayah dan ibu tidak menyukaiku." Hana kecil curhat.


"Aku juga sama." Yoon Gi mengalami hal yang sama dengan Hana. Walau orang tua angkat mereka memberi kasih sayang layaknya anak kandung tetapi keluarga yang lain menolak mereka.


Hana dan Yoon Gi merasa senasib. Membuat mereka jadi tambah dekat. Saat bertemu di acara panti, mereka selalu berdua dan berada di ruang piano.


"Oppa ... Permainan pianomu tambah bagus." Hana memuji permainan piano Yoon Gi.


Hana ...


Aku berlatih keras hanya untukmu.


Di situasi yang lain ...


Saat Hana SMP dan Yoon Gi SMA ...


"Oppa ... Ada yang memberiku surat cinta." Hana memberitahu Yoon Gi.


Yoon Gi membacanya.


Hana ...


Aku menyukaimu ...


Apa kau mau menjadi pacarku?


"Oppa ... Aku harus jawab apa?" Hana tersenyum kegirangan. Seumur hidupnya ia baru mendapatkan surat cinta.


"Hana ... Aku menyukaimu ... Apa kau mau jadi pacarku?"


Oppa?


"Hana ... Aku menyukaimu ... Apa kau mau jadi pacarku?"


Oppa nembak aku atau cuma baca suratnya?


"Hana ... Aku menyukaimu ... Apa kau mau jadi pacarku?" Yoon Gi bertanya untuk yang ketiga kalinya.


Hana tersadar. Yoon Gi berkata yang sesungguhnya. Dari hatinya.


"Nggak ..."


Yoon Gi mulai menundukkan kepalanya. Ia malu dan canggung. Ia tak ingin Hana menjadi milik pria lain.


"Nggak nolak maksudnya, oppa. Aku mau jadi pacar oppa."


Surat yang Hana tunjukkan tadi sebenarnya untuk mengetes Yoon Gi. Hana sudah lama menyukai Yoon Gi tapi Yoon Gi tidak pernah memberi respon.


"Jadi ... Hari ini hari pertama kita?" tanya Yoon Gi malu-malu.


"Iya ..."


Mereka mulai menjalin kasih. Hanya saja mereka tak tahu sebentar lagi akan ada hal yang akan memisahkan mereka.

__ADS_1


__ADS_2