Oh My Baby

Oh My Baby
perlahan tapi pasti


__ADS_3

Di kamar ...


"Noona ..."


"Kookie ..."


"Noona ... Saranghae ..."


"Nado."


Jung Kook tetap berhati-hati. Selain karena Hana ingin menunda kehamilan juga karena kemungkinan ada adik Kiki di perut Hana.


Setelah selesai ...


Hana menutupi tubuhnya dengan selimut. Tubuhnya merapat ke tubuh Jung Kook. Tangan Jung Kook memeluk Hana. Jung Kook mengecup rambut Hana.


"Bau ..."


"Bau? Tadi pagi aku keramas." Hana mencium rambutnya ~ Nggak bau.


"Bau wangi maksudnya." Jung Kook hanya menggoda Hana.


"Kookie ... Aku penasaran dengan permintaanmu di studio foto tadi. Apa aku sanggup melakukannya?"


"Noona pasti sanggup."


Hana yang merasa nyaman dalam dekapan Jung Kook pun tertidur. Jung Kook memandangi Hana yang tertidur pulas.


Noona ...


Tadi aku memang marah. Sangat marah.


Aku kira Noona sengaja ke cafe untuk bertemu Nam Joon Hyung.


Tapi ternyata aku salah.


Noona ...


Terima kasih sudah mau mempertahankan pernikahan kita.

__ADS_1


Aku mungkin tidak bisa selalu membuat Noona bahagia.


Tapi aku akan berusaha menjadi laki-laki yang selalu bisa Noona andalkan.


"Eomma ..." Kiki yang terbangun memanggil Hana.


"Sst ... Eomma tidur." Jung Kook memberitahu Kiki.


"Kiki mau minum susu?"


Kiki menganggukkan kepalanya.


"Bentar ... Appa bikinin. Kiki tunggu di sini." Jung Kook mengenakan kembali celananya. Ia menuju ke dapur. Membuat susu formula di dalam gelas untuk Kiki.


Jung Kook masuk lagi ke dalam kamar. Memberi Kiki susu buatannya.


Kiki langsung meminumnya sampai habis.


Kiki mengambil buku yang baru saja dibeli. Ia membuka buku. Membukanya lembar demi lembar seolah-olah sudah bisa membaca huruf-huruf yang tertulis di buku.


"Kuya-kuya ... Keyinci ..."


Jung Kook yang melihatnya jadi gemas dengan Kiki.


"Kiki mau sekolah?"


"Sekoyah?"


"Di sekolah nanti, Kiki bisa ketemu sama teman-teman yang seumuran sama Kiki."


Jung Kook melihat Hana ~ Noona ... Besok kita harus mulai cari sekolah buat Kiki. Supaya kita bisa lebih banyak membuat kenangan indah bersama.


"Sini ... Appa bacain." Kiki pun duduk di pangkuan Jung Kook. Jung Kook mulai membaca buku cerita.


"Kelinci mengejek kura-kura yang berjalan lambat."


"Kura-kura ... Kau lambat sekali. Nggak seperti aku yang bisa lari cepat."


"Kura-kura lalu mengajak kelinci untuk bertanding."

__ADS_1


"'Mari kita bertanding,' kata kura-kura."


"Pertandingan dimulai. Kelinci berlari sangat jauh. Ia merasa ia bisa menang. Ia pun tertidur."


Perlahan-lahan mata Hana terbuka. Ia melihat Jung Kook yang sedang membacakan buku cerita untuk Kiki. Sesekali Kiki tertawa.


"Appa tiduy." Kiki menunjuk kelinci yang sedang tidur.


"Appa itu kelinci yang berotot, Ki."


Kookie ...


Pemandangan seperti ini yang selalu aku impikan saat membentuk sebuah keluarga. Sama seperti yang kita rasakan sejak kecil dulu, kehangatan keluarga.


Satu persatu impianku terwujud melalui dirimu.


Walaupun awalnya bukan dirimu yang aku bayangkan akan menjadi pendamping hidupku.


Jung Kook melihat ke arah Hana dan tersenyum. Hana balas tersenyum. Lalu Jung Kook melanjutkan membacakan buku cerita untuk Kiki.


"Kura-kura terus berjalan dan berjalan. Sampai akhirnya ia menang."


"Yay ... Kuya-kuya menang." Kiki bersorak sambil mengangkat kedua tangannya.


Jung Kook melihat Hana yang sedang membaca buku di ranjang.


Noona ...


Sama seperti kura-kura yang jalan perlahan-lahan tetapi mengalahkan kelinci yang berlari cepat ...


Aku juga perlahan-lahan akan bisa mendapatkan hati Noona seutuhnya.


Sama seperti saat bertanding ...


Sebelum bel berbunyi, aku masih punya kesempatan untuk menang.


Selama aku masih bernafas ...


Aku akan terus berusaha untuk mendapatkan hati Noona.

__ADS_1


__ADS_2