
Sepulang dari audisi, Jung Kook mengajak Kiki mampir di Jimin's. Ia berencana membeli es krim untuk Hana.
Jika betul Noona hamil dan mengalami hal yang sama seperti saat lagi hamil Kiki, maka bentar lagi Noona bakal ngidam es krim.
Flashback saat Hana baru saja sembuh dari demamnya, saat ia hamil muda.
Hana dan Jung Kook merahasiakan kehamilan Hana dari orang tua mereka. Mereka tetap menjalani aktifitas seperti biasa supaya orang tua mereka tidak curiga.
Untung saja Hana tidak mengalami mual-mual atau morning sickness yang berlebihan.
Malam hari saat jam dinding menunjukkan pukul sebelas malam.
Hana keluar dari kamarnya. Ia menuju dapur. Membuka lemari es. Mencari es krim. Tapi di freezer hanya ada kentang french fries beku dan daging beku.
Nggak ada es krim.
Kebetulan Jung Kook juga menuju ke dapur untuk mengambil air minum.
"Kookie ... Aku pengen es krim green tea di Jimin's." Hana sangat menginginkan es krim. Ia ngidam.
Noona ...
Sudah malam ini.
Jimin's sudah tutup.
"Bentar. Aku beliin di mini market aja. Jimin's sudah tutup dari tadi."
Jung Kook hendak keluar rumah.
"Kookie ... Pake jaket." Hana membawakan jaket untuk Jung Kook. Ia tak ingin Jung Kook terkena hawa dingin. Hana memasangkan jaket ke Jung Kook.
Jung Kook menuju ke mini market dekat rumah. Tapi ternyata sudah tutup. Ia berjalan lagi agak jauh. Menuju mini market yang buka 24 jam.
Jung Kook langsung menuju ke lemari es krim.
Gawat ...
Green teanya nggak ada.
Gimana ini?
Aku nggak mau anakku ngileran.
__ADS_1
Jung Kook akhirnya membeli es krim cup rasa strawberry.
Sesampainya di rumah ...
Jung Kook mengetuk pintu kamar Hana.
"Masuk ..."
Jung Kook masuk ke dalam kamar Hana.
"Noona ... Di mini market 24 jam tinggal sisa yang rasa strawberry."
"Nggak pa pa. Gomawo." Hana mulai membuka tutup kemasan es krim dan memakannya.
"Kookie ... Kau kenapa?" Hana melihat wajah Jung Kook yang agak cemas.
"Aku ... Aku takut anak kita ngileran."
"Karena aku nggak makan es krim rasa green tea?"
"Iya ..."
"Itu cuma mitos, kan?"
"Kalaupun bayi kita ngileran, paling-paling saat masih bayi aja. Kalau udah gede juga bakal hilang ngilerannya." Hana mencoba meredakan rasa cemas Jung Kook.
Flashback end.
"Anda mau pesan apa?" Kasir Jimin's bertanya.
"Es krim green tea yang 1 liter."
Kali ini ngidamnya Noona harus aku turuti.
"Semuanya xxx won."
Jung Kook menyerahkan kartunya. Kasir pun menggesek kartu Jung Kook dan mengembalikannya ke Jung Kook.
Tangan kiri Jung Kook menggendong Kiki. Tangan kanannya membawa kantongan plastik berisi es krim.
Ia kemudian menaruh Kiki di baby seatnya.
Jung Kook pun melajukan mobilnya menuju ke rumah.
__ADS_1
Saat Jung Kook hampir saja sampai rumah, kira-kira lima ratus meter lagi, ponselnya berbunyi. Telepon dari Hana.
Jung Kook menyalakan speaker ponselnya.
"Kookie ... Kau ada mana?"
"Bentar lagi aku sampai."
"Kookie ... Kau bisa putar balik. Belikan aku es krim di Jimin's."
"Aku sudah beli es krim."
Betul kan dugaanku.
Noona ngidam es krim.
"Kau beli rasa apa?"
"Green tea."
"Mmm ... Mmm ..." Suara Hana tertahan.
"Kenapa Noona?"
"Aku pengen yang rasa mint choco."
"Mint choco?" Jung Kook meragukan pendengarannya.
Mint choco itu rasa es krim yang paling Noona nggak suka. Katanya kayak makan odol.
"Iya. Aku pengen banget makan yang mint choco."
"Aku beli yang mint choco." Jung Kook mulai memutar balik mobilnya. Menuju ke Jimin's lagi.
Padahal sudah mau sampe rumah.
Nggak pa pa.
Demi adik Kiki.
Di Jimin's ...
"Es krim mint choconya 1 liter."
__ADS_1