Pacar Bayaran Abang Ketos

Pacar Bayaran Abang Ketos
27. Dunia Maya


__ADS_3

Fionn


I ended up making her an account on Instagram. What the heck did she do all this time? What the heck was she thinking? Where the heck did she live all of her life? Under a rock?


Oh, yeah. This shxthole. Oops!


Meski bersungut-sungut, gue berhasil memaksa dia untuk men-download aplikasi itu dan membuat sebuah akun.


"Dah, nih." Kim menyatakan. Dia mencibir, bibirnya sampai monyong hingga lima sentimeter.


"Follow akun gue. Nanti gue bakal follow balik," perintah gue sambil mengecek feed di akun gue. God damn, Wulan Guritno hot banget di poster seri terbaru yang dia bintangi. Boleh juga buat gue tonton nanti, nih. Hitung-hitung memberikan kesempatan kedua kepada tayangan di Indonesia lah. Iya, kan? Karena semenjak dulu gue memang kurang begitu suka sama apa yang dibikin oleh sineas di sini. Serba tanggung.


Film horor nanggung banget horornya, malah kebanyakan menampilkan cewek segsi yang bikin itu film jadi tidak jelas. Di film komedi juga begitu. Genre selain itu, bintangnya malah sama semua. Pas gue lihat poster film atau seri, gue sudah capek duluan karena melihat muka yang sama berkali-kali. Ketemu dia lagi, dia lagi.


But, wait. It's just my honest opinion, ya. Seperti yang gue katakan, gue sudah lama berhenti untuk menonton film atau seri yang dibuat oleh anak negeri. Pardon my French, akan tetapi gue tidak suka melakukan hal dengan setengah-setengah. Gue lebih memilih untuk melakukan sesuatu yang besar dan berdampak. Karena hal tersebut akan membawa nama gue bersamanya.


What the hell am I talking? Shxt. Back to the task at hand.

__ADS_1


Dengan mata masih terpaku pada skrin ponsel Samsung S23 Ultra yang gue punya, gue masih belum melihat adanya notifikasi yang mengatakan bahwa akun baru punya Kim sudah mengikuti akun gue. Oleh karena itu, gue menengadah dan menemukan Kimaya dan ponselnya duduk bersebelahan. Dia tidak sedang memegang benda butut itu.


Siapa di zaman sekarang yang masih memakai ponsel generasi awal produk iPhone itu? Dia benar-benar menyedihkan.


"Kok lo belum follow gue, sih?" ujar gue dengan sedikit kesal. Gue sudah menunggu dari tadi dan ternyata dia cuma duduk di sana dan tidak melakukan apa-apa.


"Gue gagal paham kenapa gue harus bikin akun Instagram juga. Emangnya apa perlunya gue punya akun ini, ha? Kenapa lo jadi maksa gue buat bikin satu?"


Oh, my fxcking God! Dasar cewek sialan. Apa gue harus menjelaskan semua alasan atas keinginan gue sama dia? Fxck her big and comical eyes. Fxck her expressive body language. Her curious and logical mind is really getting on my nerves. Fxcking hell!


Gue berharap gue bisa bilang fxck it dan tinggalin her clever xss di dalam rumahnya yang sempit dan suram ini. Gue berharap gue tidak berurusan dengan cewek-cewek pintar macam dia yang juga pintar membuat semua hal menjadi rumit karena kepintarannya. Namun, tidak. Gue tidak bisa melakukannya. Kalau bukan karena otak encernya itu, apa yang sudah gue rencanakan tidak akan berjalan dengan maksimal.


Inilah alasannya kenapa gue tidak mau mempunyai kepentingan dalam bentuk apa pun dengan orang-orang pintar, khususnya cewek. Gue tidak punya waktu untuk menjawab semua pertanyaan yang dilahirkan oleh otak serba ingin tahu mereka. Kenapa begini? Kenapa begitu? Gue juga tidak mempunyai kesabaran yang cukup untuk meladeni tuntutan mereka. Kamu seharusnya begini. Kamu seharusnya begitu.


Argh!


Dan itulah alasannya kenapa gue lebih senang melibatkan diri gue dengan cewek-cewek seperti Alda. Mereka bisa dibilang easy to take care of. Ketika gue pengen, gue tinggal menghubungi dia, siram dia dengan sedikit kata-kata manis semanis madu, dan voilá! Dia akan langsung meleleh dan mau melakukan apa saja buat gue. Tidak akan ada pertanyaan kenapa. Tidak akan ada perdebatan. Tidak akan ada penjelasan. Sat set sat set, selesai. Tujuan gue tercapai dan mereka akan dengan tidak sabar menunggu ajakan gue selanjutnya.

__ADS_1


Easy peasy.


Sudah gue bilang berkali-kali kalau gue suka urusan yang gampang.


Tidak seperti yang sedang gue hadapi sekarang. Shxt.


Gue terpaksa harus menghela napas panjang untuk mendinginkan darah yang sudah mulai menggelegak di dalam tubuh gue. Gue tidak bisa meledak di depan Kimaya sekaeang, saat semuanya masih terlalu baru. Gue harus tetap berusaha menggigit lidah dan terlihat seperti gue orang yang benar-benar tulus ingin mendapatkan nilai yang bagus. Gue harus terlihat seperti seseorang yang berambisi untuk betul-betul ingin menjadi seorang ketua OSIS yang sejati. Pemimpin yang menginginkan semua yang terbaik untuk teman-teman sejawatnya.


Meh. Gue hanya ingin membuktikan kalau gue akan selalu menjadi yang nomor satu di mana pun gue berada.


Gue mengubah cara duduk gue. Gue balikkan kursi yang sedari tadi sudah gue kangkangi untuk kembali ke posisi yang benar. Lalu, dengan sedikit dorongan, gue membuat kursi itu bergulir mendekat ke arah Kimaya yang masih duduk di tepi kasurnya. "Kimaya, listen to me carefully. Okay?" Gue menatap matanya. Gue tunggu sampai dia menjawab.


Dia hanya menganggukkan kepalanya sekali.


Itu sudah cukup buat gue. Setelah gue mendapatkan perhatian penuh dari cewek itu, gue akhirnya melanjutkan. "Anak zaman sekarang itu lebih banyak mengisi waktu mereka di dunia maya, ya. Saking lamanya mereka berada di sana, mereka jadi lupa akan dunia nyata. Mereka jadi berpikiran bahwa yang ada di dalam internet, yang mereka lihat di postingan media sosial adalah realita yang sesungguhnya. Kalau gak di-share di media sosial, berarti sesuatu itu gak benar-benar terjadi.


"Dan gue ingin membuat apa yang kita lakukan ini terlihat sangat, sangat, sangat real. Gue tidak ingin mereka beranggapan sedikit pun kalau kita cuma pacaran bohongan. Gue tidak ingin ada celah yang dapat membuktikan kalau apa yang lo dan gue punya itu cuma rekayasa belaka demi tugas gue. No, no, no. Gue gak pengen itu terjadi. Dan semuanya semata-mata karena gue ingin, apa pun yang gue lakukan, gue melakukannya dengan sempurna.

__ADS_1


"So, dengan beberapa pertimbangan itu, Kim, gue mohon lo mau melakukan apa yang gue minta dengan senang hati. Agar semua urusan kita berjalan lancar. Kalau semuanya lancar, lo dan gue juga sama-sama senang, kan?"


Bersambung ....


__ADS_2