
Hahahaha...
Hahahaha..
Keysa tertawa terpingkal - pinkal saat melihat photo Bryan bersama beberapa anggota setelah momen penyergapan, pakaian seksi, dengan wig rambut panjang, make up yang persis seperti perempuan dan bagi yang melihat nya dari jauh seperti seorang perempuan asli.
Air mata Keysa sampai keluar karena masih membayangkan betapa lucu nya suaminya berpenampilan seperti itu.
Sedangkan Bryan yang sudah tidak peduli lagi dengan sikap istri nya lebih memilih tidur karena badan yang sudah merasakan sangat remuk dan kepala pusing.
Setelah puas, Keysa meletakkan ponsel suaminya di atas nakas, dan masuk satu selimut dengan suami nya. tangan nya pun tanpa di suruh memeluk tubuh suaminya yang kini tidur dengan posisi miring.
Bryan terbangun saat melihat jam dinding pukul 8 malam, dirinya sudah tertidur selama 4 jam.
Tubuh nya kini sudah merasakan sedikit membaik, hanya masih merasakan luka di punggung nya.
Bryan membalik kan posisinya kini menghadap ke arah Keysa yang sama ikut tertidur.
"I love you. " Ucap Bryan pelan sambil mengecup bibir Keysa.
Merasakan bibir nya tersentuh, Keysa membuka matanya dan saat membuka tatapan mata suaminya sangat begitu dekat.
"Mas sudah bangun. " Ucap Keysa sambil menempelkan punggung tangan nya di kening nya.
"Sudah, kalau masih ngantuk tidur lagi." Ucap Bryan namun Keysa menggeleng kan kepala nya.
"Lapar nggak? " Tanya Keysa.
"Banget." Jawab Bryan.
"Mau bikin bubur?"
"Memang bisa? "
"Lihat di internet dong. "
Bryan tersenyum sambil memberikan sebuah ciuman lembut di bibir nya.
"Nanti Mas ajarkan, yuk bangun Mas lapar."
Keysa dan Bryan berada di dapur, Bryan yang sambil duduk mengajarkan Keysa cara memasak bubur dengan membuat toping nya.
Setelah perjuangan nya berhasil, Keysa pun membawa dua mangkok bubur untuk dirinya dan suaminya.
"Bagaimana enak Mas? " Tanya Keysa saat Bryan memasukan sendok berisi bubur kedalam mulutnya.
"Enak Yank, nanti bikin lagi yang seperti ini. Mas kan tadi sudah ajarkan."
"Siap sayang, yang kedua pasti lebih enak lagi."
"Cakep..!! " Ucap Bryan sambil mengangkat ibu jari kiri nya.
******
Keysa membelai rambut Bryan yang kini sedang berbantal kedua paha nya, Bryan yang memiringkan tubuh nya sehingga wajah nya di benamkan di perut Keysa.
"Mas."
"Ehm."
"Kalau Mas sakit waktu belum menikah siapa yang mengurus?"
"Nggak ada, tapi kadang kalau Mas sudah nggak tahan minta tolong sama Leon atau Ibnu. "
"Memang Kamila nggak menolong atau apa gitu sama Mas perhatian atau gimana? "
"Ngapain bilang ke Kamila, saudara bukan, adik juga bukan. Bikin geer dia saja nantinya.'
" Mas, orang tua mas masih hidup semua?" Pertanyaan Keysa tak di jawab oleh Bryan dan malah semakin mengeratkan tubuh Keysa.
"Mas kok nggak di jawab."
__ADS_1
"Sudah nggak ada. " Ucap Bryan singkat.
"Adik atau kakak?"
"Mas anak tunggal."
"Sama seperti Keysa dong. "
"Tapi kamu masih memiliki salah satu sedangkan Mas sudah tidak memiliki nya."
"Ayah saya Ayah Mas juga. "
"Mas ingin tidur lagi, nggak mau bahas masalah ini." Ucap Bryan lalu selang beberapa menit terdengar suara dengkuran halus, pertanda Bryan sudah berada di dalam alam mimpinya.
*****
"Mas mau kemana?" Tanya Keysa saat tahu suami nya sudah rapih.
"Nggak kemana - mana, nanti kan antar kamu pulang." Jawab Bryan.
"Mas kan masih sakit." Ucap Keysa.
"Sudah sembuh, mau pulang sekarang atau nanti?"
"Pulang nanti saja sore."
"Benar nggak dimarahin sama Ayah?"
"Ya nggak lah Mas, orang Ayah yang mengijinkan."
" Ya sudah kalau begitu sih, nanti malam saja ya Mas antar pulang. "
"Benar Mas sudah baikan? "
"Benar sayang. "
"Coba lihat punggung nya sudah kering belum?"
Bryan pun memunggungi Keysa yang kini mengangkat kaos milik Bryan ke atas dan memperlihatkan luka nya sedikit kering dan lembam nya sedikit telah pudar.
"Yank, sudah ya jangan sampai Mas khilaf loh. "
Keysa tersenyum dan menurunkan kaos yang di kenakan Bryan.
"Sini Mas peluk. " Bryan menarik tubuh Keysa kedalam peluk kan nya.
"Mas makin hari makin sayang sama kamu."
"Sama Mas, kalau boleh sama Ayah ingin kita seperti ini terus. "
"Sabar, nanti juga bisa. "
"Nanti malam menginap di rumah ya?"
"Emang boleh? "
"Boleh lah, paling juga nanti tidur nya di kamar tamu."
"Yah itu sih nggak enak Yank, mending di sini saja."
"Heeeee, ehm... Mas boleh tanya nggak?"
"Tanya apa? "
"Kalau begituan sakit nggak ya?" Tanya Keysa dengan wajah yang sudah memerah.
"Begituan gimana?" Tanya Bryan kembali.
"Begitu suami istri lakukan. " Jawab Keysa.
"Apa sih kan banyak suami istri lakukan."
__ADS_1
"Ih... yang itu Mas. "
"Apa yank nggak ngerti akh."
"Sini Keysa bisikin."
Bryan pun mendekat kan telinga nya dan langsung tertawa.
"Kok tertawa sih Mas. "
"Kamu itu lucu tanya nya. "
"Iya jadi benar nggak? "
"Ya katanya si cewek nya sakit kalau pertama, Mas kan belum praktek in Yank. Memang nya kamu mau praktek sekarang? " Ucap Bryan sambil menaik turun kan alis nya.
"Nggak mau akh kalau sakit sih."
"Harus yank, itu wajib menolak suami itu dosa." Ucap Bryan menyentil hidung mancung nya Keysa.
"Berarti sekarang juga Keysa sudah dosa dong sama suami belum melakukan gituan."
"Nah.. tuh paham. "
"Jadi gimana dong Mas, harus sekarang nih Keysa melayani Mas. "
"Kamu yakin sayang? "
"Kata Mas dosa kalau nggak begituan apalagi kita sudah sah, Mas juga butuh nafkah bathin juga nggak hanya perempuan."
"Tuh paham."
"Jadi bagaimana nih Mas?"
"Ya harus. " Ucap Bryan yang mencari kesempatan dengan kepolosan Keysa.
"Harus sekarang ya? " Tanya Keysa.
Bryan pun mengangguk kan kepalanya, dengan sambil tersenyum.
"Tapi Mas kalau sakit gimana? "
"Nanti juga kalau sudah biasa bakalan enak, dan kamu juga bakalan ketagihan. " Ucap Bryan mendekatkan wajahnya..
"Tapi pertama nya itu Mas. " Ucap Keysa menggigit bibir bawah nya.
"Kan Mas udah bilang lama - lama bakalan enak sayang. " Bryan lebih mendekat kan bibir nya ke bibir Keysa hingga suara hembusan nafasnya menerpa wajahnya.
"Tapi pelan - pelan kan Mas? "
"Iya Mas akan pelan sayang. " Ucap Bryan menempel kan bibir nya di dagu Keysa.
"Mas." Ucap Keysa terpejam.
"Ehm."
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.