Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Memiliki Mu


__ADS_3

Bryan menatap intens ke arah Keysa yang kini membuat dada Bryan semakin sesak dengan jantung yang berdegup kencang.


Memakai pakaian seperti jaring yang membuat Bryan menatap tanpa berkedip, apalagi istri nya berdandan dengan sangat seksi dan terlihat lebih dewasa.


"Kapan beli lingerie seperti ini?" Tanya Bryan yang sudah memeluk tubuh Keysa.


"Mas suka kan? " Tanya Keysa kembali dengan suara di buat sensual.


"Mas suka sayang, setiap hari saja di suguhkan pemandangan seperti ini Mas nggak akan keluar rumah. " Jawab Bryan dengan suara yang sudah berat.


Bryan menutup matanya dengan menggigit bibir bawah nya menahan sesuatu sensasi yang berbeda, hingga jemari lentik itu turun saat Keysa memulai aksinya.


Mata Bryan membuka, saat istri nya memainkan tangan nya di area bawah.


"Siapa yang mengajarkan kamu seperti ini hem? " Tanya Bryan di telinga Keysa dengan sedikit menggigit daun telinga nya.


"Semua nya akan mudah mencari sesuatu di dunia maya. " Jawab Keysa yang tangan nya semakin liar.


"Kamu membuat Mas malam ini terbang melayang. "


Keysa menggigit bibir bawah nya menahan sesuatu yang ingin keluar dari mulut nya. Dengan sigap Bryan mencium bibir tipis warna pink dengan saling berbalas ciuman.


Tubuh Keysa kini sudah di angkat dengan ala koala kedua kaki nya melingkar di pinggang Bryan.


Tubuh langsing nya di baringkan di atas tempat tidur.


Keysa memejamkan matanya dengan meremas kedua tangan nya pada sprei saat lidah suaminya menari - nari dengan memberikan rasa yang membuat melayang.


Suara d******han dari mulut Keysa akhirnya keluar saat tangan Bryan bermain di area bawah.


Di lepas nya kain yang menutupi aset milik Keysa. Suara - suara d*****han Keysa membuat Bryan semakin semangat.


"Kamu sudah siap sayang." Bisik Bryan dengan nafas yang sudah semakin berat.


Keysa mengangguk kan kepala nya dengan memejamkan matanya, meremas sprei dengan kedua tangan nya saat benda berupa tongkat yang masih asing bagi nya mencoba menerobos masuk.


Saat berusaha untuk menerobos, Keysa menjerit hingga Bryan dengan cepat membungkam dengan sebuah ciuman. Rasa menyayat perih di rasakan Keysa saat tongkat tersebut mencoba menerobos masuk.


Air mata pun lolos saat merasakan sangat sakit, Bryan pun berhenti sejenak namun masih saling menempel.


"Sakit." Suara rengek manja keluar dari mulut Kesya.


Bryan mengusap air matanya dengan jemari nya, dan mengecup kedua mata nya.


"Mas akan pelan."


Keysa mengangguk kan kepalanya dan memejamkan kembali kedua matanya saat Bryan mencoba memasukan tongkat nya lebih dalam.


Hentak kan demi hentak kan Keysa rasakan, rasa sakit berubah menjadi rasa yang tak bisa di katakan dengan kata - kata.


hingga akhir nya Keysa pun melepaskan semua rasa nikmat nya begitu pun juga dengan Bryan yang sudah menumpahkan lahar panas nya pada wadah nya.


Mata Keysa masih terpejam saat merasakan rasa sakit dan remuk di tubuh nya, dengan nafas yang naik turun. Bryan beralih dari atas tubuh istri nya dengan mengambil tissue untuk membersihkan bekas pertempuran mereka berdua.

__ADS_1


Terlihat bercak darah pada sprei dan miliknya, Bryan tersenyum kini Keysa telah menjadi milik seutuhnya.


"Yank."


"Hmmm." Ucap Keysa.


"Di bersihkan dulu." Ucap Bryan.


"Sakit semua Mas, remuk sama sakit bawahnya."


"Tapi di bersihkan dulu mandi besar sama Mas nanti tidur."


Keysa pun bangun dari tempat tidur, namun kembali membaringkan tubuh nya.


"Mas angkat kamu ya. "


"Iya."


*****


Ponsel Keysa berdering terus menerus, saat yang pemilik ponsel masuk tertidur lelap di bawah balutan selimut setelah Bryan kembali mengajak nya perang di dalam kamar mandi.


Bryan segera mengangkat panggilan yang berdering saat melihat siapa yang menelepon ternyata adalah Ayah mertua nya.


"Halo Ayah assalamu'alaikum."


"Walaikumsalam, Keysa sama kamu?" Tanya Pak Brata langsung.


"Ya sudah, sekarang sudah malam besok kamu antar dia sekolah terus siang nya antar dia pulang. "


"Ayah, apakah Keysa nggak tinggal sama saya saja. Sekarang kan saya suami nya, apakah. kita sebagai suami istri harus terpisah."


"Tunggulah sampai dia lulus."


"Kita tidak mungkin akan bisa menahan nya, Ayah tak usah khawatir apapun yang terjadi nanti saya akan selalu ada bersama nya."


"Ayah paham, tapi Ayah belum siap melepaskan."


"Saya paham Ayah, biarlah kami bersama untuk tinggal satu atap. Kami akan bergilir untuk tinggal. "


"Baik Ayah menyetujui nya, dan saya pun tak harus egois."


"Terima kasih Ayah."


*****


"Mas, jam berapa sekarang?" Tanya Keysa dengan suara serak nya.


"Jam 4 pagi Yank, tidur lagi masih malam." Jawab Bryan yang memeluk erat tubuh Keysa dengan mata yang sangat berat untuk membuka.


"Mas, badan Keysa sakit."


"Hem.. apanya yang sakit."

__ADS_1


"Pinggang nya. "


"Kamu miring Yank, Mas usap ya. "


Keysa pun memiringkan tubuh nya, lalu dengan mata masih terpejam Bryan mengusap pinggang istri.


******


Tok


Tok


Tok


"Bang... bang... "


Tok


Tok


Terdengar suara Ibnu memanggil terlihat jam menunjukkan pukul 10 siang, Keysa masih tertidur nyenyak . Dengan muka bantal nya Bryan berjalan menuju pintu depan.


"Ya Allah Bang baru bangun? " Ucap Ibnu langsung menerobos masuk.


Leon pun menatap ke arah Bryan dengan hanya memakai celana pendek dan bertelanjang dada.


"Kenapa kamu tatap saya seperti itu?" Tanya Bryan sambil berjalan ke kamar nya dan memakai kaos nya.


"Itu sandal Keysa?" Tanya Leon.


"Iya memang kenapa? " Jawab Bryan kembali bertanya.


"Kamu baru bangun, terus Keysa masih tidur nggak sekolah?" Tanya Leon.


"Iya masih tidur. " Jawab Bryan.


Ibnu membawa dua gelas cangkir kopi untuk dirinya dan Leon.


"Kalian ngapain sih kesini di jam dinas?" Tanya Bryan.


"Nggak apa - apa, hanya cek kamu saja nggak masuk takut masih sakit." Jawab Leon.


"Kan saya masih cuti." Ucap Bryan.


"Cuti kok di temani Keysa. " Ucap Ibnu.


"Istri saya bukan istri orang. " Ucap Bryan.


"Seperti nya tadi malam habis perang Bang." Ucap Ibnu.


"Benar- benar, seperti nya sudah unboxing." Ucap Leon.


Bryan hanya membuang wajah nya saat kedua temannya meledek, dan seketika Bryan mengingat apa yang telah terjadi antara dirinya dan Keysa.

__ADS_1


__ADS_2