
Mereka berdua kini terbawa suasana, ciuman yang saling berbalas seakan meluapkan rasa yang telah lama tertahan.
Perlahan Bryan merebahkan tubuh Keysa, dengan menjatuhkan tali pakaian tidur nya kesamping hingga menarik ke bawah lolos kan pakaian yang di kenakan Keysa.
Tangan nya kini bermain di kedua benda yang menjadi mainan favorit nya
Suara d*****han kedua nya memenuhi seisi kamar yang kerap suara, hingga mereka bebas berteriak dan menjerit.
Kedua tangan Kesya mencengkram punggung Bryan dengan meninggalkan jejak cakaran kukunya.
Mereka pun saling berganti posisi dan gaya, hingga sama - sama mencapai puncak, Bryan pun ambruk di atas tubuh Keysa dengan masih saling menyatu.
"Terima kasih sayang. " Ucap Bryan sambil mengecup kening Keysa.
Terlihat wajah lelah Keysa membuat Bryan bangun dari atas tubuhnya dan membantu membersihkan sisa pertarungan mereka.
"Mas mau kemana? " Tanya Keysa dengan suara pelan.
"Mas ingin bersih kan tubuh di kamar mandi." Jawab Bryan.
"Bareng." Ucap Keysa dengan suara manja nya.
"Mau gendong atau jalan sendiri? " Tawar Bryan.
"Gendong."
Bryan tersenyum lalu mengangkat tubuh Keysa menuju kamar mandi.
****
"Mas katanya kemarin bilang mau beli rumah?" Tanya Keysa sambil menyisir rambut nya.
"Hayuk, Mas ingin kamu yang pilih sendiri. " Jawab Bryan.
"Memang beli nya dimana? "
"Mas ambil di sekitar dekat Polres di situ ada perumahan, nggak apa - apa kan kalau Mas ambil KPR. "
"Nggak apa - apa Mas, yang penting punya rumah. "
"Mobil ada, motor ada, tinggal rumah belum punya, dan ada usaha buat hari tua. Kalau Mas sudah pensiun Mas ingin ambil alih langsung usaha nya. "
"Jadi pedangan atau juragan? " Ucap Keysa dengan berjalan mendekati Bryan dan memeluk tubuh nya.
"Apa saja. "
"Boleh nggak kalau ke Kuliah pakai motor sendiri? "
"Boleh siapa yang nggak boleh, pakai mobil juga nggak apa - apa kan itu milik kamu juga."
"Benar nih? "
"Benar, terus itu di garasi motor siapa? "
"Motor saya Mas, tapi sama Ayah nggak boleh di pakai malah saya suruh naik taksi saja. Jadi di pakai Mba Susi."
"Kamu mau bawa motor atau mobil?"
__ADS_1
"Ehm... motor saja deh, mobil juga boleh tapi enak motor. Kalau nggak antar jemput Mas saja. "
"Kalau Mas nya nggak sibuk dan nggak ada operasi di lapangan. "
"Jadi? "
"Ya beli motor saja ya. " Ucap Keysa dengan mengedip - kedip kan kedua matanya.
"Jadi kita damai nih. " Ucap Bryan menaik turun kan kedua alis nya.
"Kata siapa damai, orang Mas yang nawarin beli motor. "
"Jadi Mas belum di maafkan nih?"
"Belum lah. "
"Terus tadi kenapa mau di sentuh Mas, malah menikmati lagi. "
"Khilaf."
"Khilaf apa enak...?? "
"Ih... khilaf...!!! " Ucap Keysa dengan wajah yang memerah.
****
"Loh Kak Aldo. " Sapa Kesya saat turun dari tangga bergandengan tangan dengan Bryan.
Aldo menatap ke arah Bryan dengan dari ujung rambut sampai ujung kaki, sedang kan Pak Brata hanya tersenyum menatap ke arah Aldo.
"Tadi pulang Dinas langsung kesini. " Jawab Bryan.
"Mas Aldo kok nggak kasih kabar saya kalau mau kemari. " Ucap Keysa.
"Suprise dong, oh ya Mas belikan kesukaan kamu ice cream rasa cokelat kacang. Tadi Kakak kasih ke Mba Susi." Ucap Aldo.
"Makasih Kak, masih ingat saja."
Bryan hanya menatap ke arah istri nya dan pria di depan nya, mereka berdua tampak akrab.
"Oh iya katanya suami Keysa polisi, di bagian apa di Polres nya? " Tanya Aldo.
"Saya reserse, kamu Polisi juga? " Jawab Bryan kembali bertanya.
"Saya Kapolsek. " Ucap Aldo.
'Oh. " Ucap Bryan singkat.
"Dia ini anak angkat Ayah, kedua orang tua nya Sahabat Ayah. Dia dekat sama Ayah sejak kecil bahkan sering menginap disini. Malah dari SMP sampai SMA tinggal disini."
"Pantas akrab. " Ucap Bryan.
"Bahkan dulu kita berniat menikah, kalau belum nikah sama kamu. Kami akan menikah, saya kemari itu tujuan nya untuk melamar Keysa tapi sayang saya terlambat. Maaf Ayah, kalau saya bilang begitu. "
"Itu namanya belum jodoh. " Ucap Pak Brata.
Bryan merasakan kesal dan cemburu yang sudah di puncak ubun - ubun, sedangkan Aldo hanya menatap sinis ke arah Bryan.
__ADS_1
*****
"Mas mau nggak? Enak loh es krim nya. " Ucap Keysa yang sedang memakan es krim rasa cokelat kacang hingga sudah habis 5 cup.
"Kamu nggak pernah bilang kalau suka es krim cokelat kacang. " Ucap Bryan.
"Nggak pernah tanya. " Ucap Keysa.
"Kalau kamu suka itu, Mas belikan kamu satu mobil es krim."
"Serius Mas. "
"Serius."
"Boleh - boleh yang rasa seperti ini ya dan merk nya ini." Ucap Keysa sambil menunjuk kan cup es krim.
"Kesukaan kamu apa lagi yang Mas belum tahu? " Tanya Bryan dengan wajah kesal.
"Apa ya? Ucap Keysa sambil berpikir.
" Ini saja yang jadi favorit. " Ucap Keysa
"Jadi dia itu pacar kamu? " Tanya Bryan dengan menatap cemburu.
"Pacar sih bukan, hanya kita pernah bilang bakalan nikah suatu saat nanti , tapi kita lost kontak saat dia tugas di ujung barat, ponsel nya hilang pantas saya hubungi nggak aktif."
"Kamu suka sama dia? "
"Suka lah ganteng. "
"Ganteng mana saya sama dia? "
"Ganteng dia lah, ups.. " Ucap Kesya menutup mulut nya dengan tangan nya.
"Oh.. ganteng dia ya. " Ucap Bryan menunduk.
"Nggak kok Mas, ganteng Mas Bryan kok. " Ucap Kesya dengan mengusap lengan Bryan.
"Nggak apa - apa kamu bilang jujur juga, memang dia itu ganteng kok, sangat ganteng dia. "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1