Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Diam nya Dia


__ADS_3

Bryan memeriksa wajah Kamila yang babak belur akibat pukulan Keysa, di ruang BK sudah hadir Pak Brata dan Bryan sebagai wali dari Kamila dan Keysa.


"Ini akibat ulah dia kak, saya minta dia di tuntut. " Ucap Kamila yang memeluk tubuh Bryan.


Pak Brata memegang kening nya yang pusing saat tahu anak nya telah menganiaya teman nya.


"Jadi Pak Brata, putri Bapak melakukan penyerangan pada Kamila, bahkan pada Amel juga saksi nya adalah teman satu kelas nya. Jadi bagaimana Pak Bryan, masalah ini pihak sekolah menyerah kan kepada Pak Bryan sebagai wali dari Kamila. " Ucap Ibu Tiara selaku guru BK.


"Saya minta tuntut dia kalau perlu di keluarkan." Bentak Kamila.


Keysa hanya memasang wajah kesal, melihat Kamila mencari muka pada suaminya apalagi suaminya terus bersama Kamila.


"Keysa kamu tahu Ayah tidak pernah mengajarkan kamu kasar begitu, apapun masalah nya jangan lah berbuat kasar. " Ucap Pak Brata.


Bryan hanya terus menatap ke arah Keysa sedang kan Keysa hanya diam memandang ke sembarangan arah.


"Keysa tatap Ayah, kamu sudah membuat Ayah malu, jangan kamu buang muka seperti itu. " Ucap Pak Brata dengan nada tinggi.


Keysa menoleh ke arah Pak Brata dan menatap ke arah Bryan dengan Kamila masih memeluk.


"Ayah mau tahu kenapa saya melakukan pada Nenek Lampir itu. " Ucap Keysa.


"Hey.. enak saja kamu katakan saya nenek Lampir. " Ucap Kamila.


"Kamu boleh berkata kasar untuk saat ini dengan harapan kamu akan mendapatkan perlindungan dari wali kamu, yang kamu harap akan jadi suami kamu kelak. Ayah nggak tahu, bagaimana saya selama 3 tahun sekolah disini, saya sengaja tak pernah cerita sama Ayah kalau cerita Ayah sudah pasti meminta saya untuk pindah. Saya tahu pengorbanan Ayah selama ini agar saya bisa masuk ke sekolah ini karena untuk orang seperti saya tidak akan pernah bisa masuk ke sekolah ini tanpa bantuan Ayah, walau Ayah salah. Karena itu mereka membully saya hanya karena uang dan pemegang saham terbesar di yayasan dimana saya sekolah saya bisa apa saja yang saya ingin kan. Mereka tak terima aksi protes mereka dengan membully saya, dan dia itu dia dan dia mereka berdua provokator nya kenapa saya diam dari dulu karena saya tidak ingin cari masalah, tapi diam nya saya sudah habis dia terus menindas saya, bahkan menuduh saya merebut pria yang kini jadi wali nya. Dia menarik rambut saya, salah satu teman saya di kelas menyiram rambut saya, seharusnya hukum itu adil. Sekarang Ayah pasti tahu, dan kamu Pak Bryan asal kamu tahu gadis yang tengah mencari perlindungan sama kamu dia itu sudah membuat saya sering di sakiti. Kalau pihak sekolah ingin mengeluarkan saya dari sini, selain saya ini IQ nya tidak setara dengan mereka karena saya sudah membuat orang celaka. Saya siap di keluar kan."Ucap Keysa.


"Apa sekolah tidak tahu ada murid nya di bully? Apa sekolah tidak menindak siapa pelaku nya. " Ucap Bryan.


"Maaf Pak sebenarnya kami tahu, hanya Keysa meminta diam agar Pak Brata tak tahu, selama mereka seperti itu Keysa tetap diam tak pernah membalas nya." Ucap Ibu Tiara.


"Ya Allah Keysa, pantas selama ini Ayah tidak pernah ada teman kamu itu main ke rumah. Ternyata seperti itu kejadian nya, Ayah menyesal nak kalau tahu akan seperti ini."


"Saya memang seharusnya tidak memaksa Ayah untuk Kesya sekolah disini, seharusnya di sekolah yang biasa saja mungkin disana prestasi bisa di kejar." Ucap Keysa.

__ADS_1


"Saya minta semua siswa seangkatan Keysa untuk di tindak, dan saya minta untuk Kamila dan Amel di beri hukuman." Ucap Bryan.


"Kak.. sebenarnya mau membela siapa? saya atau dia.? " Tanya Kamila kesal.


"Benar Kak Bryan jelas - jelas Keysa yang salah." Ucap Amel.


"Diam kamu Amel, selama ini kamu hanya ikut - ikut an, kalau kamu tidak ingin hukuman bertambah seharusnya kamu diam."


"Bapak Yakin meminta pihak sekolah menghukum Kamila dan Amel, serta siswa siswi seangkatan nya pun di beri hukuman?" Tanya Ibu Tiara.


"Benar saya yakin, yang salah harus di hukum agar jera. " Jawab Bryan.


"Untuk Pak Brata?" Tanya Ibu Tiara.


"Saya ingin anak nya pindah sekolah saja." Jawab Pak Brata.


Ibu Tiara menatap ke arah Keysa, dan Keysa pun mengangguk kan kepalanya.


"Apa kamu tidak lanjut saja? Karena pihak sekolah tak akan ijin kan karena waktu sangat memepet." Ucap Ibu Tiara.


"Saya meminta dia home schooling, memisahkan Keysa dari teman - teman tak bertanggung jawab nya." Ucap Bryan.


"Kak, kenapa dari tadi membela dia terus? " Bentak Kamila.


"Kamila sudah saat nya kamu tahu, dan pihak sekolah pun harus tahu. Saya ini suami dari Kesya Amanda, bu ini istri saya, kita sudah menikah dan ini mertua saya, mungkin anak asuh saya ini bisa kalap karena masalah ini salah satu nya, saya mohon maaf mungkin ini melanggar tapi ini fakta nya. " Ucap Bryan.


"Apa kak? Menikah? Ucap Kamila kaget.


" Iya kamu harus tahu saya ini suami nya Kesya, jadi kamu harus tahu diri sekarang." Ucap Bryan.


"Apakah benar yang di katakan Pak Bryan kamu sudah menikah?" Tanya Ibu Tiara pada Keysa.


"Benar Bu." Jawab Kesya.

__ADS_1


"Jadi gimana Pak Brata?" Tanya Ibu Tiara.


"Saya serahkan pada komite sekolah saja, karena ini juga mungkin melanggar, dan saya terima apapun keputusan nya." Ucap Pak Brata.


"Baik untuk sementara Keysa pun kami skors dia juga, dan permintaan Pak Bryan saya akan konsultasi dulu pada pihak sekolah dan memeriksa dari rekaman CCTV juga." Ucap Ibu Tiara.


*****


"Ayah saya antar Kamila dulu." Ucap Bryan.


"Iya, kamu urus dia dulu setelah itu kamu selesaikan masalah istri kamu." Ucap Pak Brata.


"Iya Ayah. "


Keysa dengan wajah yang kesal lebih memilih jalan dan masuk kedalam mobil. Bryan pun mengikuti langkah Keysa yang masih diam.


"Nanti Mas jemput."


"Nggak usah, saya ingin pulang ke rumah sendiri." Ucap Keysa tanpa memandang ke arah Bryan.


"Mas antar Kamila pulang dulu nggak apa - apa kan?"


"Iya, nggak peduli sama istri juga nggak apa - apa. "


"Kok gitu kamu bilang nya, Mas masih wali nya dan lihat wajah nya." Ucap Bryan .


"Iya - iya paham, sudah sana akh... Ayah yuk cepat jalan Keysa sudah sesak disini." Ucap Keysa kesal.


Bryan menutup pintu mobil hingga mobil berlalu, Kamila mendekati Bryan dan memegang lengan kekarnya.


"Pulang yuk, sakit ini wajah Kamila. "


Bryan melepaskan tangan Kamila dari lengan nya dengan kasar.

__ADS_1


"Saya nggak habis pikir kamu sungguh terlalu Kamila. " Ucap Bryan lebih memilih berjalan meninggal Kamila.


"Saya juga nggak habis pikir kalau Kakak bisa menikah sama Kesya, kenapa harus dia kak... kenapa...!!!! " Teriak Kamila.


__ADS_2