
Hoek... hoek..
"Yank kenapa? " Tanya Bryan saat sedang sarapan bersama.
"Bau Susu. " Jawab Keysa.
"Bau susu, masa sih. " Ucap Bryan sambil mencium aroma susu yang ada di dalam gelas.
"Ah nggak, ini normal yank. " Ucap Bryan.
"Ini lagi bikin hoek.. hoek. " Ucap Keysa sambil menutup mulut nya karena mual.
"Kita ke dokter yuk takut kenapa - napa."
"Nggak, hanya mual saja sana ah.. jangan dekat - dekat bau. " Ucap Keysa langsung beranjak bangun dari duduk nya.
"Bau kenapa sih Yank, Mas bau wangi nggak bau ketiak. " Ucap Bryan sambil mencium ketiak kanan kiri nya.
"Jangan dekat - dekat pokok nya bau itu badan. " Teriak Keysa dari dalam kamar lalu keluar kamar dengan sudah membawa tas laptop dan tas slempang nya.
"Mas antar. " Ucap Bryan segera ambil kunci mobil.
"Nggak bawa mobil sendiri saja, Saya nggak mau di antar sama Mas. "
"Kamu kenapa sih Yank aneh tahu."
"Kesel lihat muka Mas sama bau badan Mas."
"Mas wangi Yank. "
"Sudah ah sana jangan dekat - dekat. "
Keysa segera menyambar kunci mobil dan berangkat kuliah menyetir mobil nya sendiri.
*****
"Kamu flu? " Tanya Septi.
"Nggak, hanya bau aneh saja. " Jawab Keysa.
Septi pun mencium kedua ketiak nya namun tercium aroma wangi.
"Enak kok wangi ketiak saya."
"Nggak tahu saya kesel saja sama bau badan orang. "
"Loh kok begitu? Kalau sampai ada yang tersinggung bahaya loh."
"Ya jangan sampai tahu, makan nya saya pakai masker. "
"Aneh kamu. "
"Hi.. boleh gabung ya. " Ucap Arimbi.
Keysa dan Septi menatap. jengah atas kedatangan Arimbi, dan dengan segera beranjak bangun.
"Kalian mau kemana? Saya baru duduk loh." Tanya Arimbi.
"Septi seperti nya perut saya tiba - tiba mual." Ucap Keysa.
"Saya juga ada perlu ke perpustakaan, nanti saya chat kalau sudah selesai." Ucap Septi.
"Apa kalian tak mau lagi berteman dengan saya." Ucap Arimbi.
Keysa dan Septi berhenti melangkah dan memutar tubuh nya menghadap ke arah Arimbi yang sedang menundukkan kepala nya.
"Kalian takut kah, takut berteman dengan wanita seperti saya. Takut saya merebut pasangan."
"Kalau iya kenapa? " Ucap Seperti.
"Kalau saya takut di ambil juga, karena secara kamu kejar - kejar suami saya." Ucap Keysa.
"Apakah saya nggak bisa berubah atau sadar diri, saya pun merasakan capek juga." Ucap Arimbi.
__ADS_1
"Baru melek kamu. " Ucap Keysa.
"Selama ini kemana saja? Menikmati tidur dengan mimpi indah. " Ucap Keysa kembali.
"Kalau iya kenapa? Sekarang saya baru membuka mata." Ucap Arimbi.
"Maaf saya nggak mau berteman dengan orang yang memiliki obsesi untuk mendapatkan suami saya, karena harta itu harus di jaga bukan di letak kan begitu saja. Suami saya adalah harta yang berharga milik saya. " Ucap Keysa.
"Sama saya juga, takut kamu rebut Bang Ibnu saya karena dia juga Polisi takut kamu terobsesi sama calon suami saya." Ucap Septi.
"Sekali kamu di cap Pelakor tetap jadi Pelakor." Ucap Keysa pergi meninggalkan Arimbi di ikuti oleh Septi.
****
"Kenapa saya itu enek ya lihat tuh si Arimbi." Ucap Septi.
"Sama saya juga, sudah mood sedang kesal ini tambah kesal." Ucap Keysa.
"Orang kaya dia itu pantas di begitu kan, jadi biar dia kena mental. " Ucap Keysa.
*****
"Yank teman in Mas makan dong, masa kamu makan jauh an gini sama Mas." Ucap Bryan yang melihat istri nya sedang makan di depan televisi.
"Nggak akh Mas bau tahu sama enek lihat Mas. " Ucap Kesya.
"Ya Allah Yank kamu itu dari pagi sampai sekarang bilang begitu terus, Mas wangi Yank."
Hoek... hoek..
Kesya berlari menuju ke arah Wastafel memuntahkan semua isi perutnya.
"Yank."
"Sana Mas jangan dekat - dekat. " Ucap Kesya.
Hoek.. hoek..
"Yank."
"Mas harus gimana dari pagi kamu mual, terus kamu bilang Mas bau harus gimana Mas ini. "
"Mas diam saja, saya enek lihat Mas. " Ucap keysa.
Seketika Bryan pun merasakan mual juga namun tak bisa di keluarkan hanya rasa enek yang melanda.
"Mas kenapa? " Tanya Keysa.
"Nggak tahu tiba - tiba mual tapi nggak bisa di keluarkan.
*****
Keysa masuk kedalam kamar mandi mencoba lagi mengecek tes kehamilan nya, Kesya menunggu beberapa detik dan dengan sedikit melirik hasilnya tetap garis satu lalu dengan sedikit kesal Keysa bawa tespack tersebut dan duduk di samping suaminya yang masih tertidur pulas di atas sofa depan tidur.
" Mas negatif lagi. " Ucap Keysa sambil meletakkan alat tersebut di tangan Bryan.
Bryan menggeliat dan merasakan ada sesuatu di tangan nya.
"Apa ini yank.? " Tanya Bryan dengan suara khas bangun tidur.
Bryan melihat alat tersebut dengan mata yang masih buram, namun matanya kembali di kucak dan melihat dia garis merah di alat tersebut.
"Yank garis nya. "
"Iya garis satu, negatif lagi. "
"Garisnya yank, kamu lihat. "
"Iya Mas satu itu, malas akh..!! " Ucap Keysa beranjak bangun dari duduk nya.
"Dua garis merah. "
Kesya menoleh ke arah Bryan, dan menyambar tespack dari tangan Bryan. Mata Keysa membulat saat melihat dua garis merah.
__ADS_1
"Mas dua garis merah."
"Iya sayang, kita akan punya baby. " Ucap Bryan dengan senyum bahagia.
Aaaaaaaa
"Mas... saya hamil...!!! " Teriak Keysa girang.
Bryan dengan segera memeluk tubuh Keysa, tangis haru Keysa saat mengetahui dirinya telah hamil kembali.
"Saya masih di berikan kepercayaan Mas. "
"Iya sayang, Alhamdulillah. Kamu jaga baik - baik titipan Allah ini, Mas bahagia sayang." Ucap Bryan dengan mengecup kening Keysa.
"Iya Mas, saya nggak mau kehilangannya kedua kali karena kecerobohan saya. "
Bryan mengusap perut Keysa dan mencium nya, ada rasa haru bahagia saat dirinya mengetahui akan menjadi seorang calon Ayah.
"Yang sehat - sehat sayang, Mamah Papah akan tunggu kedatangan kamu di dunia."
Keysa tersenyum bahagia dengan air mata yang terus keluar, hingga Bryan pun sama tak kalah bahagia nya.
*****
"Alhamdulillah Susi saya akan jadi kakek." Ucap Pak Brata bahagia.
"Alhamdulillah ya Allah, selamat ya Neng." Ucap Susi.
"Sama - sama Mba Susi. " Ucap Kesya tersenyum ke arah Bryan yang nampak sangat bahagia.
"Hidup Ayah begitu sangat sempurna, Kamu jaga baik - baik calon cucu Ayah." Ucap Pak Brata.
"Iya Ayah, ini sangat di nanti - nanti kami berdua. Saya akan jaga baik - baik, yang sehat - sehat sayang. " Ucap Keysa sambil mengusap lembut perut nya yang masih rata.
*****
"Mas sana akh jangan tidur disini." Ucap Keysa saat Bryan akan naik ke atas tempat tidur.
"Terus Mas tidur dimana? " Tanya Bryan.
"Tidur di kamar sebelah atau tidur depan TV kayak kemarin malam." Jawab Keysa.
"Kok tega sih Yank, masa Mas tidur di luar kan dingin." Ucap Bryan dengan wajah memelas.
"Nggak pokoknya Mas tidur di luar, saya itu enek lihat muka Mas apalagi bau tahu badan nya. "
"Haduh ini bumil dari kemarin sensi terus sama suami. " Celetuk Bryan.
"Sudah akh sana tidur nya di luar saya nggak mau tidur bareng sama Mas." Ucap Keysa dengan mendorong tubuh suaminya.
"Iya Mas tidur di luar, nanti awas kalau tengah malam panggil - panggil nama Mas. "
"Nggak, udah ah sana jangan sampai saya marah nih. "
"Iya Mas keluar nih. " Ucap Bryan segera meninggal kan kamar dan lebih memilih tidur di sofa panjang depan tv dengan selimut tebal yang menutupi sebagian tubuh nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.