
"Keysa, kalau kamu ikut kemarin kamu pasti mata tak akan bisa berkedip. " Ucap Arimbi yang masih membayangkan pertemuan kemarin dengan teman pacar Septi.
"Memang nya begitu kamu terhipnotis ya? " Ucap Keysa.
"Matanya loh bikin jantung cenat cenut, dan kita tukeran nomer ponsel. "
"Ceritanya lagi PDKT nih. "
"Iya lagi PDKT, benar - benar cowok idaman banget. "
"Good luck. "
"Apalagi dia kan sering tuh main kesana, katanya kalau dia main nanti ketemuan lagi. Dan tahu nggak kalau kita ini punya kemiripan, sama - sama suka game, suka masak, dan dia itu orang nya ya ampun Keysa nggak bisa di ucapkan dengan kata - kata memperlakukan wanita sangat lembut."
"Wow baru sekali ketemu, ngobrol sudah sedikit gimana gitu. "
"Benar banget, nanti kapan - kapan saya ajak kamu main ke tempat saya. "
"Ok, boleh juga tuh sekalian katanya kamu jago masak cobain masakan kamu."
"Siap."
*******
"Siapa malam - malam chat? " Tanya Leon saat sedang sama - sama piket bersama Bryan.
"Bukan siapa - siapa. " Jawab Bryan memasukan kembali ponsel nya.
"Katty akan pulang, dia pulang kemari. "
"Bagus lah, dia akan berhenti jadi TKI kan?"
"Iya sudah 5 tahun dia kerja di perusahaan asing, saat nya kami ingin punya momongan."
"Kalau ingat itu, pasti saat ini saya sedang menimang seorang bayi. "
"Sabar dan ikhlas. "
"Saya coba ikhlas, tapi kalau ingat itu saya sakit. "
"Keysa sudah berkali - kali minta maaf, dia bahkan sudah tak membahas keluarga kamu. Tapi kamu masih tetap seperti batu keras. "
"Saya ingin dia merubah pola pikir, saya ingin dia bisa belajar dari pengalaman. Sama - sama masih cinta , percuma di jalani juga yang ada kita selalu bertengkar lebih baik kita seperti ini saja."
Suara ponsel kembali berdering, Bryan melihat siapa yang menelepon nya dan langsung dirinya beranjak pergi menjauh.
"Ccckkk kayak ABG saja menghindar nerima telepon. " Sindir Leon.
*****
"Eh guys, cowok saya ultah nih kita cari kado yuk? " Ucap Arimbi.
"Kamu jadian? " Tanya Septi.
"Ya belum di ungkapin sih tapi dia nya kasih perhatian gitu, nih lihat bukti chat nya. " Jawab Arimbi.
Keysa dan Septi yang kepo pun melihat isi chat nya dan membuat Keysa dan Septi tersenyum bahagia.
"Cieee kode nih. " Ucap Keysa.
"Heee iya nih, ehm.. kalian antar saya dong cari kado. "
__ADS_1
"Ok siap. " Ucap Keysa dan Septi.
*****
"Guys cakep nggak jaket nya? " Tanya Arimbi.
"Cakep loh kayak orang nya. " Jawab Septi.
"Memang nya cowok nya seperti apa sih? " Tanya Keysa.
"Makan nya nanti ikut, kita punya rencana sama cowok saya dan teman lain nya bakalan ngerayain ultah nya. " Ucap Septi.
"Memang ultah nya dimana? " Tanya Keysa.
"Kita katanya jalan - jalan ke puncak gitu, sama sekalian syukuran dia naik pangkat. Teman - teman nya minta acara makan - makan dan dia traktir nginap di puncak katanya sih villa nya dia." Ucap Arimbi.
"Kaya juga dia. " Ucap Keysa.
"Ya punya usaha gitu sampingan katanya lagi buka lagi usaha baru. " Ucap Arimbi.
"Beruntung kamu kalau jadi sama dia. " Ucap Septi.
"Doa kan ya. " Ucap Arimbi.
"Amin.. " Ucap Septi dan Keysa sambil memilih jaket.
Keysa memilih jaket pria, dan teringat lusa adalah ulang tahun Bryan, dia pun berinisiatif membelikan jaket untuk nya karena selama kenal dengan Bryan, belum pernah merayakan hari spesial hingga mereka berakhir seperti sekarang.
"Kamu beli buat siapa? " Tanya Arimbi.
"Ada deh. " Jawab Keysa berjalan menuju kasir.
"Tuh kan kamu nggak jujur punya cowok." Teriak Arimbi.
"Mba tolong minta kirim ke alamat ini." Ucap Keysa.
"Baik mba, atas nama siapa?" Tanya kasir.
"Keysa Amanda. " Jawab Keysa.
"Kami butuh penjelasan." Ucap Septi.
"Benar." Ucap Arimbi.
"Saya kirimkan untuk suami saya yang akan jadi mantan suami, dia juga sama lusa besok ulang tahun. Bahkan ini pertama nya saya kasih kado ke dia karena saya sama dia belum ada satu tahun bersama. Dan kami sedang proses cerai. " Ucap Keysa.
"Jadi kamu sudah menikah? " Tanya Arimbi.
"Iya, suami saya Polisi. " Jawab Kesya.
"Pantas saja kamu sedikit nggak ingin tahu tentang cowok ternyata punya masalah seperti ini." Ucap Septi.
"Sakit tak berdarah. " Ucap Keysa.
"Biar nggak melow kamu juga sedikit melupakan masalah kamu nanti kamu ikut ya, hitung - hitung refresing lah. " Ucap Arimbi.
"Iya benar, lagian nggak semua bawa pasangan banyak teman - teman nya kok." Ucap Septi.
"Iya katanya sih hanya teman di ruangan nya saja." Ucap Arimbi.
"Ok deh siap. "
__ADS_1
*****
"Ini pak ada kiriman buat Bapak. " Ucap Kurir .
"Dari siapa? " Tanya Bryan sambil menerima sebuah kado warna merah berpita putih.
"Atas nama Keysa Amanda, tolong pak sebagai tanda terima minta di tanda tangan." Ucap Kurir, Bryan pun menanda tangani resi tersebut.
"Terima kasih. " Ucap Bryan.
Bryan pun membuka kado tersebut, dan Bryan melihat sebuah hadiah jaket dan terdapat secarik kertas yang di tulis oleh Keysa.
Teruntuk Suami yang akan jadi mantan...
Selamat ulang tahun, maaf terlalu cepat memberikan selamat. Ini pertama dan terakhir kado yang saya akan berikan, karena hubungan kita yang hanya singkat, belum pernah merasakan hari jadi.
Saya hanya bisa kasih hadiah sebuah jaket, semoga bisa memberikan kehangatan di tubuh Mas Bryan.
Pakaian lah kalau mau, buanglah kalau tak suka. Selamat ulang tahun, semoga tahun depan di ulang tahun Mas yang ke 27 tahun akan ada sebuah kebahagiaan dan membuat Mas selalu tersenyum, dan pendamping hidup yang lebih sempurna.
Terima kasih untuk cinta selama ini yang Mas balas untuk cinta saya, mari kita sama - sama kubur perasaan di hati kita.
Terima kasih dan selamat ulang tahun.
Dari Istri yang akan menjadi mantan....
Bryan melipat kertas tersebut, dan mencoba memakai jaket pemberian dari Keysa.
"Mas nggak akan membuang nya, Mas akan memakai nya seperti kata kamu yang akan menghangatkan tubuh Mas. Terima kasih masih ingat tanggal ulang tahun Mas."
*****
"Mama.. "
"Mamah.. "
Keysa menoleh ke arah anak kecil yang sedang berjalan dengan merentang kan kedua tangan nya.
"Mamah.. "
"Kamu kenapa panggil Mamah? "
"Mamah.. "
Anak kecil itu semakin mendekat hingga memeluk kedua kaki nya, anak kecil perempuan itu mendongak ke atas dengan mata berkaca - kaca.
"Saya sayang Mamah.. "
"Dia anak kita. " Terdengar suara yang Keysa kenal namun tubuhnya jauh tak terlihat, hanya suara dan asap tebal menutupi sekeliling Keysa.
"Mamah... "
Keysa meneteskan air matanya, Keysa pun berjongkok mencoba untuk memeluk tapi hilang hingga Keysa mencari sosok anak kecil yang memanggilnya Mamah.
"Nak.. kamu dimana hiks.. hiks.. maaf kan Mamah.. sayang...!!! "
Aaaaaaaaa
"Neng kenapa Neng? " Susi berlari masuk kedalam kamar Keysa saat mendengar anak majikan nya berteriak.
Hiks... hiks...
__ADS_1
"Mba Susi, saya mimpi. "