
"Lihat Pak Bu, calon bayinya perempuan. " Ucap Dokter kandungan saat meng USG perut Keysa.
"Anak kita perempuan Mas, lihat hidung nya mancung kelihatan di layar monitor. " Ucap Keysa tampak bahagia begitu juga Bryan.
"Bagaimana Dok, kondisi anak kami? " Tanya Bryan.
"Sehat, semuanya juga lengkap. " Jawab Dokter Kandungan.
"Nanti bulan depan kemari lagi untuk cek kandungan nya lagi, dan di usia masuk 7 bulan sudah kuat kondisi calon bayi nya. Nanti saya tulis resep nya dulu . "
"Iya Dok. " Ucap Bryan sambil mengusap perut Keysa.
***
"Jadi Papah ingin kamu cepat lahir sayang. " Ucap Bryan sambil menyetir dan tangan kirinya mengusap perut Keysa.
"Mas, bagaimana kalau kita beli perlengkapan bayi? "
"Boleh, kita mampir dulu sekarang. "
"Makasih Papah sayang. "
"Sama - sama Mamah sayang. "
Mobil pun berbelok di sebuah pusat perbelanjaan, dengan perut yang sudah besar Keysa menggandeng tangan Bryan masuk kedalam sebuah mall.
"Yank, mau makan dulu atau belanja dulu? " Tanya Bryan.
"Belanja dulu saja Mas, pengen cepat - cepat milih perlengkapan bayi. " Jawab Keysa.
"Ok, kita ke lantai 4 . Disana ada satu toko yang super lengkap. "
Sampai di lantai 4 di sebuah toko perlengkapan bayi, Keysa memilih perlengkapan bayi yang dominan warna pink, mulai dari baju, box bayi, mainan hingga sepatu dan lain nya.
"Yank, kok pink semua sih? Nggak ada warna lain apa? " Tanya Bryan sambil berkacak pinggang.
"Kenapa, nggak suka? " Tanya Keysa kembali.
"Suka sih, nanti di kira anak kita nggak pernah ganti baju lagi. " Jawab Bryan sambil mengangkat salah satu pakaian bayi.
"Kan model nya beda sayang, lihat nih model nya beda - beda hanya warna nya saja yang Pink. " Ucap Keysa yang sambil mengangkat salah satu pakaian bayi.
"Tapi yank.. "
"Sssstttt jangan protes, anak kita ini calon perempuan bukan laki - laki. "
*****
"Tolong ya nanti di kamar ini cat warna pink, dan kasih ornamen hello kitty. " Ucap Keysa menyuruh salah seorang untuk mendekor ulang kamar untuk calon buah hatinya.
"Baik bu, untuk jendela juga sama? " Tanyanya.
"Iya sama, semuanya pink. "
"Istri kamu yang menentukan semua nya? " Tanya Aldo.
"Iya, saya nggak boleh ikut campur. " Jawab Bryan.
__ADS_1
"Bang, nanti kalau calon anak kita perempuan nanti seperti Keysa ya nuansa pink. " Ucap Fahiza sambil mengusap perut nya yang sedang hamil di usia 1 bulan.
"Jangan kan pink, warna hitam juga Abang turutin. " Ucap Aldo.
"Kok hitam, kan gelap Bang. " Ucap Fahiza.
"Hah.. capek. " Ucap Keysa yang langsung duduk di samping Bryan, tangan Bryan lalu mengusap punggung istri nya.
"Serahkan semuanya sama tukang nya, capek jangan banyak gerak. " Ucap Bryan.
"Kalau nggak ikut turun langsung nanti hasilnya nggak bagus Mas, saya ingin begini nanti hasilnya malah begitu. " Ucap Keysa.
"Dia nya juga paham sayang, di suruh sekali sama penjelasan kamu sudah ngerti. " Ucap Bryan.
"Ya tetap saja, takut nggak sesuai. "
******
"Kamu belum juga ambil cuti kuliah? " Tanya Septi.
"Nanti lah kalau masuk usia 9 bulan saja ini kan baru masuk 7 bulan. " Jawab Keysa.
"Cuti berapa semester? "
"Kayaknya 2 semester deh, kita nggak bisa wisuda bareng. " Ucap Kedua keysa dengan mimik sedih.
"Tak apalah, kan nanti juga bakalan jadi sarjana. "
"Benar juga sih, walau nanti ijazah nya nggak kepakai untuk bekerja di kantoran."
"Kalau suami berkata jangan kenapa nggak di turutin saja, berarti suami kamu mampu dalam segi materi dan ingin istri nya menikmati hidup sebagai seorang istri yang mengurus suami dan anak - anak nya. " Ucap Septi.
"Eh tunggu lihat, saya kok melihat Arimbi makin berisi saja. " Tunjuk Septi saat melihat Arimbi tengah makan di kantin yang sama.
"Tunggu, itu kan bukan nya Pak Bowo Dosen kita? " Ucap Septi.
Keysa pun menoleh ke arah yang di tunjuk Septi, dan terlihat Arimbi bersama dosen nya yang sangat begitu akrab. Dan terlihat para mahasiswa pun menatap kedekatan mereka.
"Ayam kampus dapat dosen. " Ucap kesya.
"Kok bisa Pak Bowo kepincut sama mahasiswinya, mata Pak Bowo katarak apa." Ucap Septi.
"Pak Bowo kan masih muda, mungkin jodohnya. " Ucap Keysa.
"Nggak, seperti nya dia di bayar."
"Sudah lah, biarkan saja kalau dosen kita itu jajan yang begituan."
"Eh tunggu, Pak Bowo kok berani usap perut Arimbi, jangan - jangan hamil anaknya? " Ucap Septi.
Keysa kembali menoleh, dan melihat adegan tersebut. Lantas mata mereka beradu dengan Arimbi dan dengan segera memutar tubuh kembali pada posisi duduk semula.
"Arimbi selingkuhan, istri simpanan atau mainan? " Ucap Septi yang masih menerka.
"Mungkin ada salah satunya. " Ucap Keysa.
*****
__ADS_1
"Mas pantas nggak baju hamil nya? " Tunjuk Keysa pada Bryan.
"Bagus Yank, beli yang itu juga Yank belahan yang agak lebar." Tunjuk Bryan pada sebuah pakaian tidur untuk ibu hamil.
"Ish... Mas bisa saja otak sudah travelling." Ucap Keysa sambil mengambil pakaian yang di tunjuk Bryan.
"Buat suami Yank. " Bisik Bryan.
"Iya, nih ambil. " Ucap Keysa sambil menyerah kan beberapa stel pakaian nya pada Bryan.
"Loh Keysa, sama siapa? "
"Eh Bapak, ini sama suami. " Ucap Keysa.
"Bapak sama siapa?" Tanya Keysa.
"Sama istri. " Jawab Bowo salah satu Dosen Keysa dan Septi.
"Mas yuk sudah. " Ucap Arimbi dan sangat kaget saat melihat Bryan di belakang Keysa.
"Kamu istri nya Pak Bowo? " Tanya Keysa kaget begitu juga dengan Bryan.
"Iya, saya istri nya. Istri sah bukan istri muda atau simpanan. " Jawab Arimbi.
"Dia istri saya Keysa, dan sedang hamil 1 bulan. Kami menikah tidak mengundang siapa - siapa hanya keluarga saja. "Ucap Bowo.
" Ta- tapi apa Bapak nggak salah? " Ucap Keysa.
"Nggak ada yang salah, saya pun tahu siapa Arimbi selain jadi mahasiswi saya." Ucap Bowo.
"Saya bukan Arimbi yang dulu Keysa, Mas Bowo yang sudah mengangkat derajat saya. Dan saya minta maaf sama kamu dan Bang Bryan, selama ini banyak salah sama kalian berdua. " Ucap Arimbi.
"Sebelum kamu minta maaf saya sudah maafkan kamu. Semoga kamu bahagia bersama suami kamu. " Ucap Bryan.
"Terima kasih. " Ucap Arimbi.
"Oh iya kalau begitu sudah dulu, kami masih lanjut belanja." Ucap Bowo.
"Silahkan." Ucap Bryan sambil tersenyum.
"Mas kok kenapa harus Pak Bowo jodohnya Arimbi? " Ucap Keysa setelah Arimbi dan dosen nya menjauh.
"Sudah jangan mengurusi urusan orang."
"Tapi kasihan Pak Bowo nya loh Mas, untung di Arimbi sial sama si pria nya. "
"Sial bagaimana, orang mereka bahagia. Sudah cepat ke kasir jangan ngomong macam - macam lagi. "
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Yang belum mampir karya baru, di tunggu ya.. jejak nya.. 😁😁😁🙏🙏🙏 untuk " Sang Ajudan"