Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Hati Yang Tak Selalu Sama


__ADS_3

"Maksudnya apa kamu mengajukan berkas untuk perceraian? " Bentak Pak Brata saat berada di ruangan Bryan.


"Maaf Yah,mungkin ini yang terbaik. Keysa juga ingin kan ini." Ucap Bryan.


"Jadi benar - benar kamu kembali kan anak saya? "


"Iya Yah, maaf kan saya. Dan mungkin dengan ini bisa saling introspeksi diri." Ucap Bryan.


"Baik kalau memang sudah keputusan kalian berdua, Ayah nggak akan melarang nya dan Ayah tidak bisa melakukan apapun karena ini mungkin keputusan yang terbaik buat kalian. Terima kasih, walau hanya hitungan bulan sudah mengisi hari - hari anak saya. "


"Terima kasih Yah, sudah mengijinkan saya jadi bagian keluarga Ayah. Dan ijin kan saya masih tetap memanggil Ayah walau nanti saya sudah tidak mempunyai ikatan lagi. Karena tak ada yang bisa saya panggil lagi kata Ayah selain Komandan."


"Saya akan tetap anggap kamu anak saya, walau nanti kamu akan menjadi bagian dari masa lalu anak saya."


"Terima kasih."


******


Keysa telah menyelesaikan administrasi mendaftar kuliah, Keysa mengambil jurusan Manajemen Informatika. Awal yang ingin berkuliah di tempat Mbah nya, sekarang memilih kuliah di sekitar kota nya.


Keysa duduk, dan saat itu datang dua gadis remaja yang duduk di kanan kiri Kesya, dan mereka adalah Mahasiswa baru.


"Hi.. kalian baru masuk ya? " Tanya seorang gadis di samping kanan Keysa.


"Iya" Jawab Keysa.


"Nama kamu siapa? " Tanya nya.


"Keysa, dan yang sebelah kiri Keysa?"


"Saya Arimbi, kamu siapa namanya? " Tanya Arimbi


"Saya Septi, salam kenal ya. Kalian ambil jurusan apa? " Tanya Septi pada Keysa dan Arimbi.


"Saya Manajemen Informatika. " Jawab Keysa.


"Sama dong, kalau kamu Septi? " Tanya Arimbi.


"Sama saya juga calon anak MI. " Jawab Septi.


"Kita bisa jadi teman nih. " Ucap Keysa.


"Betul banget, kita bisa jadi teman. Mulai sekarang kita temenan ya. " Ucap Arimbi.


******


"Abang jadi benar mengajukan cerai? Saya kecewa sama Abang. " Ucap Ibnu.


"Kecewa kenapa? Kami yang menjalani kamu yang kecewa. " Tanya Bryan.


"Kan Abang tahu sendiri, bagaimana saya melihat kisah cinta Abang sama Keysa. Sekarang tahu - tahu lagi proses cerai." Jawab Ibnu.

__ADS_1


"Kita sudah tidak cocok lagi Ibnu, kalau kamu yang jalani pasti melakukan hal yang sama."


"Benar kamu sudah nggak cocok? "


Bryan dan Ibnu menoleh ke arah pintu ternyata Reno dan Leon datang, sambil membawa aneka cemilan.


"Sebelum saya balik, kita nikmati waktu seperti ini. Jarang kan begini , dan kapan lagi kita seperti ini. " Ucap Reno.


"Kemarin bilang buru - buru pulang sekarang masih disini? " Tanya Bryan.


"Biasa lah, Kamila penuh drama. " Jawab Reno.


"Kamu yakin sudah nggak cocok sama Kesya? Saya yakin kalian itu masih cinta, dan sebenarnya kamu itu berat mengajukan proses cerai. Jangan sampai kamu menyesal bila palu sudah bereaksi di meja hijau."


"Benar kata Reno, cara cerai nya saja seperti orang nggak niat cerai. Saya jamin pasti kedua nya menyesal. " Ucap Leon sambil membuka bungkus snack.


"Sudah - sudah, dari pada pusing mikirin kasus perceraian tuh lihat ada yang bening di depan kost an saya. " Ucap Ibnu terus memandang seorang wanita yang baru saja pindahan.


Ketiga pria tersebut pun menoleh, bahkan di samping rumah tersebut terdapat keluarga yang baru pindah juga.


"Ini sih hoki, bening - bening. " Ucap Bryan.


"Hahahaha... benar nih kalau begini bisa sering main ke kost an Ibnu. " Ucap Leon.


"Eh.. enak saja, ini jatah saya. Saya laporkan kan sama Mba Katty baru tahu, bisa mampus kamu Bang. " Ucap Ibnu.


"Kalau saya aman. " Ucap Bryan.


Aaawww


"Punya masalah apa kamu Reno? Mukul lengan saya. " Ucap Bryan memegang lengan nya yang sakit.


"Ingat, belum ketuk palu. " Ucap Reno


"Alah.. jangan sok jaim kamu, disini nggak tahu Santi jadi nikmati ini semua. " Ucap Bryan.


"Setia saya. " Ucap Reno.


"Setiap tikungan ada. " Ucap Bryan.


Hahahahahaha


Gelak tawa ke empat nya, hingga membuat si gadis melirik ke arah tempat tinggal Ibnu, dan mata Ibnu dengan gadis tersebut saling bertemu.


******


"Proses berkas cerai kalian sudah masuk." Ucap Pak Brata.


Keysa hanya diam sambil mengaduk - aduk makanan nya, dan terlihat tampak lesu.


"Kalian bisa batalkan perceraian itu karena belum di tanda tangan. "

__ADS_1


"Tahu Ayah, lagian pernikahan kita ini mau di bawa kemana. "


"Sebagai pelajaran untuk kamu ke depan nya, pernikahan itu bukan untuk main - main, dan ingat saling jujur sama pasangan itu penting. Ayah dari awal sudah bilang, menikah itu butuh mental, dan pasti saja ada yang di korbankan, dan harus berani tanggung resiko nya. Kenapa Ayah dulu selalu menolak kamu minta nikah? Ini jawaban nya, takdir berkata lain. Ayah kira kalian bahagia, dengan bagaimana cara kalian menikah, proses secara hukum baru saja keluar hanya hitungan hari kalian begini. Dan kamu untuk ke depan ya sebelum melakukan sesuatu harus pikir pakai otak, dan bertanya itu cari jawaban sangat penting. Yang rugi siapa? kamu sendiri kan yang rugi. Dan Bryan pun salah disini dan dari kesalahan nya itu ada sebab kenapa dia menyembunyikan latar belakang nya, dia pasti malu dengan ke adaan keluarga nya. Tapi tidak dengan pasangan yang saling setia , akan menerima keadaan tersebut." Ucap Pak Brata.


"Saya terima kok Ayah, tapi Mas Bryan.. ah.. sudah lah memang kita nggak bisa bersatu."


******


Keysa berjalan memasuki area Polres, sambil berjalan dengan mata menyapu area seluruh Polres berharap dirinya melihat pria yang kini sedikit demi sedikit menjauh.


Dering ponsel terdengar , nama Ayah nya tertera dan dengan segera Keysa mengangkat nya.


"Hallo Ayah, saya sudah di Polres. " Ucap Keysa.


"Kamu tunggu di kantin, Ayah sedang ada tamu. " Ucap Pak Brata dari seberang.


"Ok, saya tunggu di kantin. " Ucap Keysa lanjut melangkah menuju kantin.


Saat tiba di kantin, situasi kantin sangat ramai dan di jam makan siang, banyak Polisi dan Polwan yang sedang istirahat.


Keysa memilih duduk di salah satu meja kosong dengan menyapu pandangan nya namun tak ada. Sehingga lebih memilih untuk bermain ponsel.


Tercium aroma perfume yang sangat Keysa kenal, kini duduk di depan nya, kepala Keysa yang menunduk di angkat nya dan terlihat Bryan tersenyum ke arah nya.


"Sedang nunggu Ayah? "


"Iya Mas. " Ucap Keysa sedikit ada rasa terobati.


"Mau minum? "


"Nggak terima kasih. " Ucap Keysa kembali memainkan ponsel nya.


"Sudah makan? " Tanya Bryan kembali.


"Belum." Jawab Keysa.


"Makan dulu ya, Mas temani makan."


"Nanti saja sama Ayah. "


"Kamu sekarang kurus? Sakit ya? "


"Iya."


"Sakit apa? Kok Ayah nggak kasih tahu kalau kamu sakit. "


"Ayah nggak akan kasih tahu sakit nya apa, karena sakit nya saya ini disini. " Ucap Keysa sambil menunjukkan dada nya.


"Sakit hati saya, mungkin akan lama dan sedikit demi sedikit mengobati rasa sakit ini." Ucap Keysa dengan yang sudah berkaca - kaca.


"Apa mungkin Mas bisa mengobati hati saya? Hukuman yang Mas berikan terlalu berat, jujur saya masih berharap bisa kembali rujuk. Mulut ini berucap kata cerai tapi hati ini menolak Mas. Sekarang saya rasakan, tapi kalau ini lebih baik kita sudahi saja. "

__ADS_1


"Bukan nya kamu ingin kan ini? Dari sini saja kamu masih plin plan, untuk rujuk saja saya pikir kan kembali. Mungkin lebih baik memang kita sudahi saja."Ucap Bryan.


__ADS_2