Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Urat Malu


__ADS_3

"Mas... sudah..... hahahahhaha Mas....!!! " Teriak Keysa sambil tertawa saat Bryan terus menggelitik nya.


"Minta maaf nggak hah... hayo minta maaf nggak...!!! " Bryan terus menggelitik sampai Keysa tertawa terpingkal - pinkal di atas tempat tidur.


"Nggak..!! "


"Nggak, nih rasakan nih rasakan..!!! "


Aaaaaaaa


"Mas jangan Mas, geli tahu geli. " Teriak Keysa saat Bryan berganti menggelitik nya dengan gigitan kecil di perut nya.


Cup


Bryan mencium bibir Keysa, hingga Keysa terdiam tak lagi tertawa.


Cup


Kedua kali Bryan mencium bibir nya.


Cup


Keysa membalas mencium bibir sekilas, kedua tangan nya menarik kepala Bryan hingga wajah mereka saling berdekatan.


Ciuman pun terjadi, hingga saling membalas, dengan ekspresi saling menggebu mereka berdua saling menyatu, menyalurkan cinta yang membakar jiwa.


***


" Mas, kita pindah kapan? " Tanya kesya yang masih berbalut selimut.


"Kita isi perabotan nya dulu, nanti kamu yang pilih. " Jawab Bryan.


"Ok deh, ehm.. Mas nanti perabotan nya yang modern ya. "


"Ok siap, nanti kita beli mulai dari sofa, tempat tidur semua nya. "


"Kalau yang ini nggak di bawa? "


"Di bawa lah, ini kan punya Mas. "


Keysa tersenyum namun senyum nya terhenti saat terdengar suara ketukan pintu rumah.


"Ada tamu, kamu cepat pakai baju. " Ucap Bryan segera mengenakan pakaian nya.


Bryan berjalan menuju arah depan pintu, saat suara ketukan yang sangat keras dan saat membuka pintu mata Bryan.


"Nak." Ucap Pak Aji.


"Ada apa kemari? " Tanya Bryan yang masih berada di depan pintu.


"Mas... siapa? " Ucap Kesya sambil berjalan ke arah pintu.

__ADS_1


"Hallo cantik. " Ucap Pak Aji sambil tersenyum


Keysa dengan segera berdiri di belakang Bryan dengan memegang ujung kaos bagian belakang.


"Katakan apa? " Tanya Bryan.


"Anak nggak tahu sopan santun, nggak menyuruh Ayah nya masuk. " Jawab Pak Aji.


Bryan dan Keysa menggeser tubuh nya saat Pak Aji Masuk, namun matanya terus menatap ke arah Keysa.


"Kamu masuk kamar kunci pintu. " Ucap Bryan.


"Iya Mas. " Ucap Keysa yang langsung berlari masuk kedalam kamar nya.


"Istri kamu tambah cantik saja. "


"Cepat katakan, ada perlu apa Ayah kemari? " Tanya Bryan.


"Meilina pergi bawa Arumi, kami sudah cerai." Jawab Pak Aji.


"Terus, hubungan nya sama saya apa? " Ucap Bryan.


"Barang kali dia kemari cari kamu, kalau kalian kembali lagi tolong kamu kabari Ayah."


"Apa Ayah sudah g***la saya kembali sama Meilina, dia itu adalah ibu tiri saya. Mau jadi apa dunia ini anak sama Ayah menjalin intim hubungan dengan satu wanita."


"Kita ini kan berbagi, Ayah selalu dapat bekas nya kamu. "


"Berikan istri kamu. "


"Ayah...!!! " Bentak Bryan.


"Kita berbagi. " Ucap Pak Aji.


"Sakit Ayah itu, perlu ke dokter jiwa. "


Hahahahaha


"Ayah memang sakit, memang Ayah sakit kamu tahu sakit nya dimana? Nih disini. " Ucap Pak Aji menunjukkan area intimnya.


"Lebih baik Ayah pulang, dan jangan pernah datang lagi kesini. "


"Nggak, Ayah akan disini. Kamu tahu kalau Ayah ingin sesuatu harus di turuti. Punya Ayah gatal ingin mencicipi nya. " Ucap Pak Aji tersenyum.


"Ayah.... aaarrrrrggghhhh..!! " Bryan refleksi. akan memukul wajah Pak Aji namun ditahan. nya.


"Kenapa nggak kamu pukul hah..? "


"Sekali lagi Ayah seperti itu, saya jebloskan Ayah ke Penjara. "


"Hahahaha.. kamu tega sama Ayah? "

__ADS_1


"Pergi..dari sini...!!! " Bentak Bryan.


Keysa pun keluar dari kamar nya saat mendengar suara Bryan yang keras.


"Mas." Panggil Kesya.


" Masuk Keysa, Mas bilang apa tadi. " Ucap Bryan emosi.


"Ta - tapi Mas teriak - teriak. "


"Kata Mas masuk kamu. "


Keysa pun lalu kembali masuk kamar, namun Pak Aji bersiul sehingga membuat Keysa kembali membalik kan tubuh nya.


"Body kamu boleh, mainan kamu membuat otak Ayah travelling. "


"Apa??? " Ucap Kesya.


"Masuk Keysa..!!! " Bentak Bryan.


"Istri kamu Mas, mertua saya. " Ucap Keysa.


"Mas bilang apa? Masuk...!!! " Bentak Bryan yang penuh emosi.


Kesya pun masuk kedalam kamar dan langsung mengunci pintu kamarnya.


Bryan pun segera mengambil ponsel nya dan lalu mengirim kan sesuatu dan ponsel Ayah nya pun berbunyi. Wajah Pak Aji tersenyum puas saat melihat notifikasi m - banking.


"Cukup kan 100 juta saya transfer untuk jajan ja*****ng." Ucap Bryan.


"Ya sangat cukup, terima kasih." Ucap Pak Aji.


"Sekarang pergi dari sini. " Bryan berjalan menuju arah pintu.


"Ayah akan pergi, tapi Ayah akan kembali lagi."


Ucap Pak Aji.


"Keysa milik saya, kejadian seperti Meilina tak akan pernah terulang pada Keysa. Bila Ayah berulah kembali saya tak senggang - senggang memasukan Ayah ke penjara dan untuk di cek kejiwaan Ayah. "


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2