Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Siapa Pemenang Hati


__ADS_3

"Kamu apakan lagi anak saya hah.... ? " Tanya Pak Brata saat duduk berhadapan dengan Bryan.


"Saya menyimpan photo wanita lain Yah. " Jawab Bryan.


"Kamu itu buat masalah saja, sudah adem - adem malah bikin yang baru. " Ucap Pak Brata semakin gemas.


"Sebenarnya itu, photo mau saya hapus hanya karena sibuk baca langsung simpan, nggak mengurusi masalah photo. " Ucap Bryan.


"Ayah nggak bisa bantu kamu, sekarang kamu berjuang lagi untuk Keysa kembali baik sama kamu. "


"Iya Ayah. "


"Dan ingat kalau jadi pria itu yang pintar, kalau mau nakal sekalian nakalnya jangan tanggung - tanggung."


Bryan hanya menatap mertua nya yang senyum meledek, saat itu Keysa pun turun dari tangga dan berjalan ke arah dia pria tersebut.


"Ayah bilang apa tadi? Jadi pria itu yang pintar kalau nakal, nakal sekalian. Jadi Ayah membela menantu Ayah rupanya. " Ucap Keysa dengan wajah kesal.


"Nggak, siapa yang akan bela menantu. Yang pantas di bela itu ya kamu sayang anak Ayah. Dan Ayah ini tipe pria yang setia nggak seperti suami kamu. "


"Loh kok Ayah bilang begitu? Saya nggak tahu apa - apa kok. Yang bicara begitu Ayah jadi saya yang di sudut kan." Ucap Bryan.


"Ya.. pokoknya pria itu sama saja kalau sudah urusan sama namanya perempuan. Mau di buat hiburan, mau di buat selingan, mau di buat apalah. " Ucap Keysa sambil menatap tajam ke arah Bryan.


"Apa lihat - lihat mau saya colok itu mata atau kepala mau saya timpuk lagi. " Ucap Keysa geram.


Bryan hanya diam tak berani menatap ke arah Keysa sedangkan Pak Brata terkekeh saat melihat menantunya bagai terdakwa yang sedang di depan hakim.


"Ayah jangan ketawa ya, Ayah juga sama saja kayak Mas Bryan. "


Pak Brata lalu terdiam dan lebih memilih meninggal kan anak dan menantunya, sedangkan Bryan hanya bisa menahan senyum.


"Mas pulang gih sana, saya lagi malas lihat wajah Mas. " Ucap Keysa sambil memalingkan wajah nya.


"Mas nginap disini saja ya besok Mas pulangnya. "


"Nggak..!!! " Ucap Keysa ketus.

__ADS_1


"Jangan gitu Yank, Mas nginep sini ya. " Ucap Bryan memohon.


"Kalau mau tidur disini sana sama Ayah. " Ucap Keysa dengan menyilang kan kedua tangan nya di dada.


"Pulang aja kalau begitu. " Ucap Bryan bangun dari duduk nya.


*****


Keysa duduk sambil mengoperasikan Tab nya, saat itu Arimbi datang dan duduk di samping Kesya.


"Apa kabar hari ini? " Tanya Arimbi basa basi.


"Baik." Jawab Keysa sambil tetap fokus pada Tab nya.


"Yang kemarin maaf ya, saya sumpah nggak tahu kalau Bang Bryan itu adalah suami kamu bahkan masih suami sah kamu."


"Kalau sudah tahu kenapa kemari chat sama suami saya? " Tanya Keysa dengan tatapan mata tajam ke arah Arimbi.


"Ka - kamu tahu? " Tanya Arimbi.


"Saya yang baca, jujur kamu masih ada rasa kan? dan jujur kamu berharap kita cerai kan?"


" Sudah lah kamu jangan munafik, dari kata - kata minta jangan menjauh tetap berteman itu intinya kamu ingin tetap dekat kan. Cinta nggak bisa. di bohongi, hanya mulut kamu bisa bohong tapi hati tidak."


"Benar saya masih menyimpan rasa, dan rasa ini tidak bisa hilang begitu saja. " Ucap Arimbi dengan berani.


Kesya menyimpan Tab nya, dan menatap ke arah Arimbi yang kini sedang menatap nya.


"Suami saya gombal in kamu seperti apa? Sampai kamu nggak bisa berpaling. " Ucap Keysa.


"Dia itu pengertian, dia itu sabar dia itu tipe saya banget. Yang saya sukai ada sama dia. "


"Oh ya, tapi suami saya sudah balas belum perasaan nya? " Ucap Keysa.


"Untuk itu bisa berjalan dengan sendirinya, coba kalau kamu nggak minta balik kan pasti dia akan jadi milik saya. "


"Fakta nya dia balik sama saya, dan berarti dia masih mencintai saya. " Ucap Keysa sambil memasukan Tab nya kedalam tas.

__ADS_1


"Ingat, orang ketiga tidak akan selalu menang. Kalau pun menang, kemenangan nya tak akan abadi. "


******


"Jadi kalian berantem lagi? " Tanya Leon.


"Iya gara - gara Arimbi chat, dan Keysa marah karena banyak photo - photo saya sama Arimbi. Padahal niat memang mau buang tapi karena sibuk saya hanya buka langsung tutup, dan lupa mau hapus juga. " Jawab Bryan.


"Sekarang kamu yang harus dekati Kesya, jangan sampai pengajuan cerai itu maju kembali. "


"Keysa marah besar. "


"Bagaimana nggak marah besar, kamu nya sebagai suami seperti itu. Sekarang kamu dekati lagi istri kamu, dan kamu menjauh dari Arimbi. "


"Sudah saya blokir nomer nya, dan nomer saya ganti. Nanti saya chat kamu dengan nomer baru saya. "


"Bagus, ini baru awal. " Ucap Leon mengangkat kedua jempol tangan nya.


*****


"Septi, kok Bang Bryan nggak bisa di hubungi ya? " Ucap Arimbi yang terus mencoba menghubungi Bryan.


"Mana saya tahu. " Ucap Septi yang fokus pada majalahnya.


"Coba saya pinjam nomer kamu. " Ucap Arimbi lalu mencoba menghubungi Bryan dengan nomer Septi.


"Kok nggak aktif juga, apa dia ganti nomer ya." Ucap Arimbi.


"Kamu nya lagi, pasti di blok atau ganti nomer. Dia juga melakukan nya demi rumah tangga nya. Kamu katanya akan ikhlas menerima kenyataan, sekarang kamu malah bilang begitu." Ucap Septi.


"Nggak bisa jadi satu asal kita dekat saja saya sudah senang, jangan menjauh begitu saja.'


" Arimbi sayang, dia itu ingin rumah tangga yang kembali baik. Hubungan mereka baru saja membaik, kamu jangan rusak hubungan mereka. Coba kamu berada di posisi Kesya, apa yang akan kamu lakukan? Kamu akan melakukan hal yang sama Keysa lakukan itu pada kamu. Ingat pria itu bukan hanya Bang Bryan, masih banyak Bryan yang lebih baik."


"Tapi saya nggak mau di jauh in seperti ini."


"Terserah kamu, saya malas jadinya punya teman yang menyakiti hati teman nya." Ucap Septi bangun dari duduk nya dan pergi.

__ADS_1


"Kamu mau kemana? " Tanya Arimbi.


"Pulang." Jawab Septi tak menoleh ke arah Arimbi.


__ADS_2