
"Ya Keysa kenapa bisa jadi seperti ini?" Pak Brata berada di rumah sakit, saat salah satu warga menghubungi Pak Brata bahwa Keysa di temukan tergeletak di rumah kosong sedang menjerit kesakitan.
"Pak bagaimana Neng Kesya? " Tanya Susi panik.
"Saya tidak bisa ngomong apa - apa, rumah kosong, Keysa berdarah dia disana sendiri. Dan aaaaarrrrgggh Bryan kurang ajar dia." Jawab Pak Brata.
"Keluarga Pasien atas nama Keysa. " Panggil Dokter.
"Bagaimana anak saya?" Tanya Pak Brata.
"Anak Bapak meminum obat penggugur, jadi maaf janin yang baru berusia satu bulan tak bisa di selamat kan." Jawab Dokter.
"Apa Dok, Janin? " Tanya Bryan yang baru sampai setelah di hubungi mertuanya bahwa Keysa masuk rumah sakit.
"Menantu kurang ajar. " Bentak Pak Brata.
Buuuuggghh
"Bapak...!! " Teriak Susi langsung memeluk tubuh Pak Brata.
"Kamu tega menipu saya, kamu tega Bryan. Sehingga anak saya melakukan ini semua." Bentak Pak Brata.
"Sa - saya nggak mengerti pokok masalah nya dimana? Salah saya apa? Keysa hamil juga saya tidak tahu." Ucap Bryan dengan menahan sakit di wajah nya.
Ibnu membantu Bryan untuk berdiri, dan sesekali menahan rasa sakit di perut nya yang belum sempat dirinya periksakan karena panik atas apa yang menimpa Keysa.
"Kesya tergeletak di rumah kosong di jalan Panikur, Keaesengan. Saya datang ke lokasi ternyata banyak photo kamu dengan seorang wanita, kamu sudah menikah hah..? "
"Kenapa Kesya bisa ke sana?"
"Mana saya tahu, seharusnya kamu katakan pada kami siapa kamu, siapa wanita itu dan kenapa sampai anak nya melakukan hal bodoh."
__ADS_1
"Sumpah Ayah, demi Allah saya tidak ada niat menyakiti hati anak Ayah. Dan demi Allah Yah istri hamil saya tidak tahu, dan memang dia berkata mual pusing, tapi dia bilang tidak apa - apa. "
"Kamu jelaskan pada anak saya, yang jelas saya kecewa sama kamu."
Hati Bryan merasakan sakit yang sangat luar biasa, saat mengetahui istri nya menyembunyikan kehamilan dan menggugurkan nya.
Bryan berjalan masuk dimana Kesya tersadar hanya dengan pandangan kosong. Pak Brata pun masuk kedalam kamar rawat Keysa.
"Mungkin kamu itu bodoh, dan saya pun salah. Anak kita nggak salah Keysa." Ucap Bryan menundukkan wajah nya dengan menahan sesak di dada.
"Kenapa Mas tidak bilang kalau punya istri dan anak. " Ucap Keysa.
"Istri, anak? " Ucap Bryan.
"Drama apa ini Bryan? " Bentak Pak Brata.
"Saya paham disini pasti ada kesalahan, ini salah paham."
"Pantas kamu Bryan, selama ini kamu tidak mau mengenalkan keluarga kamu ternyata ini?" Ucap Pak Brata semakin emosi.
"Baik saya akan cerita dan setelah ini saya akan bawa Keysa menemui keluarga saya. Saya anak tunggal, Ibu meninggal dunia saat saya pendidikan Polisi, Ayah saya hanya seorang pengangguran yang hanya main judi dan wanita. Kenapa saya tidak ingin mengenalkan, saya malu dan malu nya Ayah saya menghamili Meilina, nama wanita itu Meilina. Arumi anak kecil berusia 7 tahun itu adik saya yang Meilina ajarkan untuk memanggil saya Papah. Dia pasti bicara yang tidak - tidak kan, apalagi cara perpisahan kita karena itu. Dan mereka melakukan secara sadar tak satu atau dua kali awal di paksa kesini suka sama suka. Itu kenapa selama ini saya tak pernah pulang dan kenapa saya bilang tak punya keluarga, sakit hati saya. Dan apalagi saat tahu kamu dengan mudahnya termakan omongan Meilina kamu hilangkan nyawa anak saya, dan kamu pun kenapa tak jujur kalau kamu hamil. " Ucap Bryan dengan mata yang memerah dengan air mata yang sedikit keluar.
Keysa menangis dengan mengusap perut nya, begitu juga Pak Brata langsung terduduk lemas.
"Saya akan bawa kamu, menemui mereka agar kamu percaya, setelah kamu sembuh."Ucap Bryan.
" Saya disini ingin tahu, di depan Ayah kenapa kamu sembunyikan kehamilan kamu?" Tanya Bryan.
"Karena kalau saya hamil Mas tak mengijinkan saya untuk melanjutkan pendidikan." Jawab Keysa.
"Bodoh, sungguh bodoh. Bukan saya melarang, disaat hamil resiko nya rentan maksud suami kamu itu Kesya, tidak boleh capek atau stress, hanya cuti 2 semester saat anak kamu lahir lalu melanjutkan lagi. Ya saya paham kamu tak ingin cuti atau berhenti sejenak kan, agar tetap bisa mencapai apa yang kamu ingin kan kamu lakukan ini." Ucap Bryan.
__ADS_1
*****
Bryan memasuki rumah Dinas nya dan mencari sesuatu di dalam tas Keysa dan ternyata sebuah hasil USG, serta beberapa tes pack.
"Jadi saat kemarin kamu sudah tahu, ini kabar gembira tapi kamu malah Aaaaarrrrgggh. Saya salah , ya saya salah. Seharusnya saya bisa menjelaskan lebih detail maksud nya pada anak kecil seperti dia. Dan kamu Meilina tega kamu. "
Bryan bersandar di samping tempat tidur, dengan mendekap photo hasil USG calon bayinya yang kini telah tiada.
"Maaf kan Papah nak, maaf kan Papah. "
*****
"Ini lah yang Ayah takut kan, Ayah tahu sifat kamu, dan keinginan kamu. Dan ini resiko nya, kamu masih ingin menikmati hidup tapi korban keluarga. Dan segala yang kamu ambil semuanya merugikan." Ucap Pak Brata.
"Dia nggak jujur dari awal sama seperti Ayah yang pasti akan kesal dan marah." Ucap Keysa.
"Ayah tak bisa bicara apa - apa, karena anak Ayah yang salah. " Ucap Pak Brata.
Keysa hanya diam, dan memilih memunggungi Ayah nya dan memejamkan matanya.
*****
Bryan dengan mengenakan seragam cokelat nya mendekati Keysa yang sedang tertidur. Bryan meletakkan buku nikah milik.
Mata Keysa membuka saat menyadari ada seseorang yang datang.
"Mumpung ingat, ini buku nikah kita. Kamu simpan buku nikah nya bila suatu saat kamu membutuhkan nya. Dan saya tidak akan mempersulit nya, tapi setelah kamu keluar dari rumah sakit saya ingin menyelesaikan masalah keluarga saya sama kamu, biar tak salah paham. Dan memang ini juga salah saya, bukan sepenuhnya salah kamu. Saya ambil photo hasil USG anak kita dari dalam tas kamu saya akan simpan di dalam dompet saya. Setelah kamu tahu siapa saya dan keluarga saya, saya bebaskan kamu. Kalau kamu ingin lepas ikatan kita, Saya akan kabulkan semua berkas ada di map ini." Ucap Bryan meletakkan berkas pernikahan mereka di atas nakas.
"Mas benar - benar siap kan semuanya?" Ucap Keysa.
"Mas kecewa sama kamu, tapi Mas tidak akan menceraikan kamu bila kamu tidak minta. Mulai hari ini Mas tidak akan mengatur hidup kamu, kamu mau apa Mas akan kabulkan."
__ADS_1