Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Tumbang


__ADS_3

"Siapa dia? " Tanya Aldo saat melihat Bryan masuk ke dalam ruangan nya setelah bertemu dengan Arimbi.


"Teman." Jawab Bryan singkat.


"Teman? " Ucap Aldo tanda tanya.


"Tapi seperti nya perempuan nya berbeda sama kamu." Ucap Aldo kembali.


"Komandan perhatikan kami berdua sejak tadi? " Tanya Bryan kesal.


"Nggak sengaja. " Ucap Aldo.


Bryan pun masuk kedalam ruangan nya dan Aldo pun menghampiri Arimbi yang masih tetap duduk di kursi ruang tunggu.


"Kamu masih menunggu siapa? " Tanya Aldo.


Arimbi menatap ke arah Aldo, Polisi yang sama tampan dan tinggi yang sama seperti Bryan.


"Hallo... masih menunggu apa? " Ucap Aldo menyadarkan Arimbi.


"Eh... ehm... anu itu saya ingin minta tolong." Ucap Arimbi.


Sedangkan di dalam ruangan ponsel Bryan berbunyi dan melihat nama Ayah mertua nya yang menghubungi nya.


"Assalamu'alaikum Ayah. " Sapa Bryan.


"Walaikumsalam,...... "


*****


"Nih Mba Susi buatkan Acar mentimun nya. " Ucap Susi sambil menaruh mangkok berisi acar mentimun di atas meja makan tepat di depan Keysa.


Keysa pun memakan nya tanpa nasi, dengan lahap rasa asam, pedas dan sedikit manis membuat Kesya sangat menikmati nya.


"Mba buatkan dong taruh toples ya buat di bawa ke rumah." Ucap Kesya.


"Boleh nanti Mba buat kan."


Saat sedang asik memakan Pak Brata pulang dengan sangat lesu di papah Bryan dengan segera Keysa dan Susi mendekati Pak Brata.


"Ayah kenapa Mas? " Tanya Keysa yang ikut masuk kedalam kamar Ayah nya.


"Ayah tadi telepon Mas, saat Mas sampai Polres Ayah sedang di temani dua anak buahnya. " Jawab Bryan.


"Ayah kenapa? " Tanya Keysa pada Ayahnya.


"Ayah hanya capek saja. " Jawab Pak Brata yang sudah pucat.


"Ayah sakit, kita ke rumah sakit ya. " Ucap Keysa.


"Nggak, Ayah ingin di rumah istirahat." Ucap Pak Brata sambil memegang dada nya.


"Tapi Ayah seperti nya kesakitan."


"Ayah nggak apa - apa, kamu jangan khawatir ya. "


"Bagaimana nggak khawatir, kondisi Ayah saja seperti ini." Ucap Keysa sambil memijat kaki Pak Brata.

__ADS_1


"Kamu menginap disini ya sama suami kamu, tolong panggil Aldo juga. Ayah ingin rumah ini ramai ingin anak - anak Ayah berkumpul semua disini." Ucap Pak Brata.


Keysa menatap ke arah Bryan dan Bryan menganggukkan kepalanya.


"Nanti saya hubungi Kak Aldo." Ucap Keysa.


"Saya gantikan dengan kaos ya Ayah, biar Bryan yang buka seragam Ayah." Ucap Bryan.


Pak menganggukkan kepalanya, dan dengan mengatur nafas yang terasa sangat sesak.


****


"Apakah akhir - akhir ini Ayah sakit? " Tanya Susi.


"Nggak Neng, Bapak baik - baik saja hanya beberapa hari memang sedikit tak bersemangat dan banyak di kamar tapi Bapak tidak bilang kalau sakit." Jawab Susi.


Kesya menekan nomer ponsel Aldo dan panggilan nya pun tersambung.


"Assalamualaikum Keysa. " Sapa Aldo dari seberang.


"Walaikumsalam, Kak Ayah sakit, kakak diminta kesini untuk menginap. " Ucap Kesya.


"Ayah sakit apa? " Tanya Aldo panik.


"Nggak tahu, datang - datang sudah di papah sama Mas Bryan." Jawab Kesya.


"Nanti Kakak kesana."


"Di tunggu ya kak."


*****


"Om tidur dari jam berapa? " Tanya Aldo.


"Habis maghrib. " Jawab Keysa.


"Om sudah makan? " Tanya Aldo kembali.


"Belum, Ayah nggak mau apa - apa. " Jawab Kesya.


"Saat saya ganti pakaian nya, Ayah sudah jarang banyak bicara, hanya memegang dadanya saja. Di bawa ke rumah sakit nggak mau, saat saya ganti pakaian nya, saya bilang akan panggil dokter tapi Ayah menolak juga. " Ucap Bryan.


"Kita Paksa saja, jangan sampai terjadi sesuatu." Ucap Aldo.


"Kakak tahu Ayah sakit? " Tanya Kesya.


"Kakak nggak tahu apa - apa, karena Om tidak pernah cerita masalah pribadi nya selain cerita kamu dan hal lain nya. " Jawab Aldo.


"Benar Kata Aldo kita panggil dokter saja kemari." Ucap Bryan.


*****


"Bagaimana Dok keadaan Ayah saya? " Tanya Kesya.


"Apa Pak Brata tak pernah cerita tentang penyakit nya? " Tanya Dokter kembali.


"Tidak Dok, memang Ayah sakit apa? " Jawab Keysa kembali bertanya.

__ADS_1


"Pak Brata adalah pasien saya selama beberapa bulan terakhir. Pak Brata menderita sakit jantung, dan ada sedikit kebocoran. Saya sudah saran kan untuk operasi tapi Pak Brata selalu menolak. " Ucap Dokter Hasim.


Keysa tiba - tiba lemas, dengan segera Bryan menyangga tubuh Kesya.


"Jantung nya bocor. " Ucap Keysa dengan mata yang berkaca - kaca.


"Benar, lebih baik kita bawa ke rumah sakit." Ucap Dokter Hasim.


"Tapi dari tadi Om sudah tidur, ini bagaimana dok? Kami takut terjadi sesuatu." Ucap Aldo.


"Saya akan hubungi pihak rumah sakit untuk mendatangkan ambulance. " Ucap Dokter Hasim.


****


"Ayah bangun dulu,kita ke rumah sakit ya Ambulance nya sudah datang." Bisik Kesya namun Pak Brata tetap diam.


Kesya menangis sambil mengusap lengan Ayah nya, Aldo pun berada di samping Pak Brata bersama Bryan.


"Om bangun dulu kita ke rumah sakit, kami bertiga antar Om ya ke rumah sakit. " UcO Aldo.


Bryan memeriksa denyut nadi Pak Brata dan jari nya di tempelkan di dekat hidung , Bryan menatap ke arah Aldo.


"Ayah tidur. " Ucap Bryan.


"Kenapa Ayah tidur nggak bisa di bangun kan?" Tanya Kesya.


"Ayah tidur nya pulas sekali, lebih baik kita minta bantuan angkat tubuh Ayah " Jawab Bryan.


****


Susi masih terisak di dalam mobil Ambulance bersama Kesya, Pak Brata dengan alat bantu pernapasan nya masih tetap tertidur.


"Ayah pernah bilang apa sama Mba Susi terakhir kalian nya? " Tanya Keysa.


"Bapak nggak bilang apa - apa Neng." Jawab Susi.


"Masih banyak yang belum saya lakukan untuk Ayah, tapi Ayah sudah banyak melakukan sesuatu untuk saya. " Ucap Keysa dengan berkaca - kaca.


"Bapak itu ceria selalu Neng, makan nya Mba Susi nggak tahu bapak sakit. Neng tahu sendiri Bapak suka bercanda sama saya, pagi juga Bapak masih bercandain saya neng."


"Ayah hebat bisa menyembunyikan dari kami."


****


Pak Brata masih di dalam di ruangan ICU, alat medis menempel pada tubuh nya. Kesya terus memeluk tubuh Bryan dengan masih terisak sedangkan Aldo sibuk mengurus administrasi Pak Brata.


"Keluarga Pak Brata? " Panggil Dokter jaga.


"Kami Dok, bagaimana kondisinya? " Ucap Bryan.


Aldo pun tiba saat tepat Dokter jaga akan menjelaskan sesuatu tentang kondisi Pak Brata.


"Kondisi Pak Brata menurun, detak jantung nya lemah. Untuk melakukan tindakan operasi juga tidak mungkin, hanya sebagai keluarga nya berdoa untuk Pak Brata.


" Ayah masih bisa sembuh kan Dok? " Tanya Keysa.


"Kita pasrahkan semuanya sama Allah. " Jawab Dokter.

__ADS_1


Kesya memeluk tubuh Bryan dan kembali menangis,Bryan memeluk erat tubuh Keysa hingga Kesya pun tak sadarkan diri.


__ADS_2