Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Mukjizat Itu Ada


__ADS_3

Bryan terus berada di samping Keysa yang masih belum sadarkan diri. Sedangkan putri pertama mereka masih berada di dalam inkubator karena kondisi yang masih usia kandungan 7 bulan, lahir lebih cepat.


"Mau, kenapa belum bangun. Suka sekali tidur lama - lama. " Bryan terus mengajak bicara Keysa.


Susi hanya bisa menangis, begitu pun dengan Fahiza yang terus memeluk tubuh Aldo.


"Bang, apakah Keysa akan bangun? " Tanya Fahiza.


"Keysa pasti bangun, karena ada putri kecil mereka yang menunggu nya." Jawab Aldo.


Bryan beranjak bangun dan berjalan mendekati Aldo, dengan wajah yang tampak sangat kusut.


"Sabar, Keysa pasti sadar. " Ucap Aldo.


"Sudah dia hari Keysa begitu, tahu seperti ini saya tak ingin Keysa hamil lagi. " Ucap Bryan.


"Sssttt nggak boleh bicara seperti itu, jangan suka menolak rejeki. Keysa seperti ini karena kondisi nya yang sedang lemah. Dia pasti sadar. "


"Amin.. ya Allah. "


"Mas, coba Mas Bryan lihat kondisi Neng Keysa. " Ucap Susi tiba - tiba.


"Kenapa Mba? " Tanya Bryan yang sedikit panik.


"Cek sendiri saja. " Jawab Susi.


Bryan, Aldo, Fahiza segera mendekati Keysa dan Bryan memeriksa kondisi Keysa. Denyut nadi yang sudah tak di rasakan lagi, bahkan hembusan nafas pun tak lagi terasa.


"Ya Allah Yank, jangan Yank Mas mohon jangan tinggalkan Mas. Mohon kamu bangun sayang, kamu minta Mas jangan tinggalkan kamu, kenapa kamu pergi tinggal kan Mas hiks... hiks... " Bryan terisak menangis saat tubuh Keysa tak di rasakan nya lagi.


Aldo pun memeriksa denyut nadi nya dan tak di rasakan apapun, Seisi ruangan menangis, Dokter pun dengan segera memeriksa kondisi Keysa.


"Istri saya masih bisa di selamat kan Dok? " Tanya Bryan.


"Maaf Pak, istri Bapak sudah tidak ada. " Jawab Dokter dengan penuh kesedihan.

__ADS_1


"Nggak, kamu nggak boleh tinggalkan kami Yank. Bangun... Yank... bangun.. hiks... hiks... bangun Yank Mas mohon kamu bangun. Kamu kenapa tega tinggalkan kami berdua, hiks... hiks... hiks... "


"Neng, kenapa tinggalkan kami Neng. Mba masih belum bisa melupakan kepergian bapak kenapa sekarang Neng pergi juga hiks.. hiks.. hiks.. " Ucap Susi terisak.


Bryan memeluk tubuh Keysa yang kini terbujur kaku, tangis nya pecah tak bisa di bendung lagi. Fahiza sampai pingsan dan segera di bawa Aldo untuk di beri pertolongan.


"Kamu nggak ingin bertemu anak kamu dulu Keysa, kenapa kamu sekarang pergi begitu saja. Anak kita belum di kasih nama, kamu pun belum memberikan asi untuk nya."


Bryan mengusap lembut wajah Keysa, berkali - kali di cium wajah nya, begitu pun dengan punggung tangan nya.


"Mba tolong ambil anak kami. " Pinta Bryan.


"Tolong sebelum saya lepas Keysa, dia harus melihat mamah nya. " Ucap Bryan.


"Baik Mas, nanti saya minta Suster membawa kemari. " Ucap Susi lantas pergi menuju ruang bayi.


"Kamu lihat dulu sayang anak kita, dia lucu cantik. Kata kamu hidung nya mancung seperti Papah nya, ternyata benar hidung nya seperti Papah nya. " Ucap Bryan sambil tersenyum pilu di depan jenazah Keysa.


Bryan segera menggendong putrinya, Susi pun tak kuasa menahan air mata, saat Bryan menidurkan Putri nya di samping jenazah istri nya.


"Kamu harus merasakan tubuh mungilnya di samping kamu, dengan adanya dia disini saya masih berharap ada sebuah mukjizat kamu akan kembali di tengah - tengah kami. "


"Ikhlas ya nak, kita harus ikhlas untuk mamah." Ucap Bryan.


"Kamu cium dulu Mamah sayang, sebelum Mamah pergi. "


Bryan mendekatkan tubuh putri nya dan untuk mencium Keysa. Air mata putri nya menetes pada wajah Keysa, begitu pun juga dengan Bryan mencium bibir untuk terakhir kalinya.


"Mas ikhlas, kami ikhlas. " Ucap Bryan terisak dengan memejamkan matanya.


Uhuk.. uhuk.. uhuk...


Bryan menoleh saat mendengar suara terbatuk, begitu pun Susi di buat nya kaget. Terlihat mata Keysa membuka, Bryan dengan segera mendekati Keysa.


"Alhamdulillah Ya Allah, terima kasih untuk mukjizat yang engkau berikan." Ucap Bryan saat melihat Keysa telah kembali.

__ADS_1


"Alhamdulillah, Ya Allah Neng. "


Mata Keysa masih menatap kosong, pandangan nya masih menatap lurus. Sentuhan Bryan belum di respon oleh Keysa.


Dokter pun segera memeriksa kondisi tubuh Keysa, suatu kabar gembira saat mengetahui Keysa kembali hidup.


"Istri Bapak mengalami mati suri, Alhamdulillah Pak, ibu telah kembali hanya tubuh nya belum sepenuhnya sadar." Ucap Dokter.


"Baik Dok, terima kasih."


*****


"Mas."


Bryan segera memeluk tubuh Keysa saat istri nya benar - benar telah sadar total.


"Jangan tinggal kan Mas seperti tadi, Mas merasakan hidup Mas telah hampa."


Keysa melepas kan pelukan Bryan dan mengusap sedikit air mata suami nya.


"Saat itu, saya merasakan tubuh ini terangkat ke atas dengan sangat ringan. Saya melihat Mas bersama anak kita menangis, di tengah perjalanan yang entah dimana sangat begitu luas dan jauh dari orang - orang, saya hanya bisa mendengar suara kalian berdua. Saat tiba di suatu titik cahaya yang sangat terang, terdengar suara untuk meminta saya kembali.Arti kembali itu, saya kembali berkumpul dengan Mas, anak kita dan semua nya. " Ucap Keysa.


Bryan kembali memeluk tubuh Keysa, Kesya pun membalas pelukan suami nya.


"Allah masih mengijinkan kita untuk bersama Mas, bersama dengan keluarga kecil kita." Ucap Keysa.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2