Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Masih Ada Rasa


__ADS_3

Di acara pelulusan Keysa tersenyum lebar saat membaca bahwa dirinya itu telah di nyatakan lulus dengan nilai ujian yang sangat memuaskan, namun Keysa sedikit sedih karena selama ini Sandi yang telah banyak membantu nya sudah berada di Eropa.


Terlihat Kamila bersama seorang pria tampak tengah berbahagia, pria tersebut pun lalu melirik ke arah Keysa.


Hanya di temani sang Ayah, di acara pelulusan Keysa. Pak Brata memeluk erat putri nya yang sudah menamatkan sekolah tingkat menengah atas. Tak ada pesan atau telepon dari Bryan setelah satu bulan mereka jaga jarak, hanya sesekali Bryan menanyakan kabar dan mentransfer uang jajan nya.


"Keysa ya. " Sapa pria yang bersama Kamila tadi yang kini datang menghampiri Keysa dan Pak Brata.


"Kenal kan saya Reno Kakak nya Kamila, dan ini Pak Brata kan? " Ucap Reno.


"Benar saya Ayah nya Keysa. " Ucap Pak Brata.


"Saya sebagai kakak dari Kamila minta maaf, Bryan banyak cerita tentang kamu. Beribu maaf atas sikap adik saya. " Ucap Reno.


"Saya sudah memaafkan nya dari kemarin." Ucap Keysa.


"Saya sudah lama Pak sahabat an sama Bryan dari di Akpol sama Leon, jadi sudah tahu luar dalam nya. " Ucap Reno.


"Kapan - kapan main ke rumah. " Ajak Pak Brata.


"Terima kasih Pak, saya sangat senang bisa di undang bapak untuk berkunjung tapi besok saya sama Kamila harus berangkat ke Sulawesi karena saya dapat tugas disana serta istri orang sana juga, dan otomatis adik saya di bawa ke sana Pak karena disini sudah nggak ada siapa - siapa lagi. " Ucap Reno.


"Salam saja buat istri kamu. " Ucap Pak Brata.


"Insya Allah saya akan sampaikan salam bapak. " Ucap Reno.


"Bisa bicara sebentar. " Ucap Reno.


Keysa menatap ke arah Ayah nya dan Pak Brata pun mengangguk kan kepalanya.


"Bryan tak kemari memberikan selamat? " Tanya Reno.


Keysa mengangkat kedua bahunya, dan Reno pun paham akan apa yang sedang terjadi.


"Suami kamu banyak cerita tentang kamu, bagaimana cara dia mencintai kamu, bagaimana cara dia memperlakukan kamu. Bryan itu sangat mencintai kamu. "


"Kalau dia cinta sama Keysa, seharusnya dia tidak menggantung saya seperti ini. Cerai tak di cerai, tapi hubungan kita seperti ini. Ucapan juga nggak ada kata selamat atau apa, hadiah tak ada, orang nya pun tak ada." Ucap Keysa.


"Sabar ya, kalau masih berjodoh kalian nggak akan pisah. "


"Kak... cepat dong, ngapain sih ngobrol lama - lama sama dia." Ucap Kamila langsung menarik tangan Reno.


"Maaf Keysa saya pamit, kapan - kapan kita mengobrol karena saya sudah punya no ponsel kamu dari Bryan." Ucap Reno sambil berjalan menjauh.


"Ok." Ucap Keysa sambil melambaikan tangan nya.


*****


"Anak Ayah sekarang mau lanjut kemana?" Tanya Pak Brata.


"Nggak tahu Yah bingung. " Ucap Kesya.


"Kamu katanya ingin kuliah, Ayah akan dukung. " Ucap Pak Brata.


"Saya akan ambil keputusan Yah, dan biar saya nggak di gantung begini."


"Kalau itu lebih baik. "

__ADS_1


"Ayah nggak apa - apa kan?"


"Tidak masalah asal kamu bahagia. "


"Saya akan minta Mas Bryan selesaikan masalah rumah tangga ini."


"Kamu yakin?"


"Ini lebih baik Ayah, dari pada sakit hati terus"


"Baik, kalau begitu kamu tinggal persiapkan semuanya."


******


"Maaf Mas nggak datang tadi, selamat ya sudah lulus. " Ucap Bryan dari panggilan telepon nya


"Iya nggak apa - apa, ehm.. Mas bisa kita bertemu? " Tanya Keysa dari seberang.


"Kapan? " Tanya Bryan kembali.


"Hari ini, biar nanti saya ke rumah Mas. "


"Mas tunggu. "


"Iya, setelah Mas sampai di rumah saya akan ke sana. "


"Mas tunggu. "


*******


"Kamu yakin menyerah kan semuanya?"


"Yakin, saya nggak sanggup terus menjadi istri seperti ini, dan maaf ya Mas, mungkin benar kata Mas kita lebih baik jadi Sahabat bukan lah sepasang suami istri, tapi sebagai kakak adik." Ucap Keysa dengan menahan rasa sesak.


Bryan menundukkan kepalanya, memejamkan matanya menahan sesak di dada. Dan menatap Keysa dengan mata berkaca - kaca, begitu pun juga dengan Bryan.


"Ambil saja uang nya itu, karena itu adalah hak kamu. " Ucap Bryan.


"Nggak Mas terima kasih." Ucap Keysa.


"Cepat talak saya Mas, biar hati saya tenang." Ucap Keysa.


Bryan memejamkan matanya hingga mengepal kan kedua tangan nya. Sedangkan Keysa terus menatap ke arah Bryan.


"Nanti Mas urus, Mas belum siap untuk sekarang."


"Baik, saya tunggu asal jangan lama - lama."


"Ini semuanya yang ada di ATM milik kamu ambil lah. "


"Nggak Mas, terima kasih. Cepat di urus ya Mas, saya pamit karena ingin mengurus berkas - berkas untuk persiapan kuliah saya."


Bryan diam, dan menatap Keysa hingga pergi meninggalkan .


Sedangkan Keysa di dalam taksi menangis, hatinya sakit telah memilih keputusan yang dirinya ambil, namun sisi lain dirinya tak ingin di gantung.


*****

__ADS_1


Aaaarrrrgggh


Braaaakkkk


"Kesya.....!!!


.


.


.


.


******


" Bagaimana Neng? " Tanya Susi.


"Saya meminta nya untuk segera talak saya, tapi tak di lakukan. Tapi pernikahan di gantung. " Jawab Kesya.


"Berarti Mas Bryan masih cinta sama Neng, dan masih berat. "


"Terserah lah Mba, saya mending fokus cari kampus."


"Apa Neng nggak maju sendiri saja? " Tanya Susi.


Keysa menggeleng kan kepalanya, dan terus meng scroll layar tab nya untuk mencari kampus.


"Kata Susi sih kalian masih saling cinta jadi nya yang begini, yang pria suruh talak nggak mau, yang perempuan nya suruh maju sendiri nggak mau."


*****


"Ada apa Mas malam - malam begini ke rumah? " Tanya Keysa.


"Kamu ingin kita pisah kan? " Tanya Bryan.


"A - apa Mas akan kabulkan? "


"Baik kalau kamu ingin minta cerai saya kabul kan, besok kita proses."


Keysa tersenyum hingga tiba - tiba air matanya lolos, dengan tersenyum dan tertawa di depan Bryan hingga terisak.


"Kalau itu sudah yakin, kita besok proses. "Ucap Keysa.


" Saya pun nggak mau membuat kamu sakit hati, semoga ke depan nya kita mendapatkan yang lebih baik dan saling mengerti." Ucap Bryan.


"Iya Mas, iya.. hiks.. hiks.. hiks... "


*****


"Berkas IPDA Bryan masuk pengajuan cerai?" Ucap Pak Brata.


"Komandan tidak tahu kalau mereka akan melakukan perceraian. " Ucap Bripka Hasanudin.


"Saya tidak tahu, kalau mereka akan cerai. "


"Simpan saja berkasnya, saya akan cari Bryan." Ucap Pak Brata.

__ADS_1


__ADS_2