
"Selamat ya akhir nya kalian sudah nikah kantor. " Ucap Keysa.
"Alhamdulilah, akhirnya lega juga." Ucap Aldo.
"Nanti kalian jangan lupa ya hadir di pesta pernikahan kami. " Ucap Fahiza.
"Insya Allah kami akan hadir, kalau Kesya kondisi nya memungkinkan. " Ucap Bryan.
"Pasti bisa lah Mas, kan saya sehat. " Ucap Keysa.
"Kita nanti akan perjalanan jauh sayang, kalau kamu nggak memungkinkan Mas yang akan tetap berangkat. Kan Aldo sama siapa lagi kalau bukan sama Mas. " Ucap Bryan.
"Iya, Kakak juga nggak akan permasalah kan kamu. Lihat kamu sedang hamil, kakak nggak mau kamu ambil resiko." Ucap Aldo.
"Yah sayang dong padahal ini momen sekali dalam seumur hidup." Ucap Keysa.
"Eh jangan khawatir, kita akan melakukan resepsi yang kedua disini. " Ucap Fahiza.
"Benar kah? " Ucap Keysa.
"Iya benar. " Ucap Fahiza.
"Kalau begitu, kalah saya nggak mungkin ikut masih ada acara disini." Ucap Keysa.
*****
"Hi... say, bagaimana keadaan kamu? " Tanya Septi saat menyapa Kesya yang baru kembali masuk kuliah.
"Alhamdulillah baik, lagian buat apa kita terus bersedih ya kan. " Jawab Keysa.
"Iya benar, kita itu jangan lama - lama larut dalam kesedihan." Ucap Septi.
"Eh lihat itu bukan nya si Arimbi? " Tanya Keysa.
__ADS_1
"Iya, kenapa? " Ucap Septi.
"Ko dia beda ya sekarang. " Ucap Kesya yang masih memperhatikan Arimbi dari jauh.
"Dia kayaknya sekarang jadi simpanan Om - om deh. "
"Jangan fitnah. "
"Ini Fakta Keysa, kamu belum tahu kan. Orang tua nya cerai, Ayah nya nikah lagi sama janda tapi nggak punya anak. Katanya sih seumuran sama Arimbi. Dan Ibu nya juga pergi entah kemana, katanya sih di nikahi sama bule gitu. Dia sekarang nggak ada yang mengurusi, mungkin untuk cari makan rela jadi simpanan Om - om. " Ucap Septi menjelaskan.
"Berarti orang komplek tahu dong cerita nya." Ucap Keysa.
"Bukan hanya tahu saja, tapi sudah jadi bahan gunjingan. Rumah nya kan di sita, Arimbi nggak tahu sekarang tinggal dimana. Tuh lihat dia datang mendekat. " Ucap Septi saat Arimbi berjalan menghampiri Keysa dan Septi.
"Hi.. lagi pada ghibah in saya ya? " Tanya Arimbi.
"Kalau iya kenapa? " Septi kembali bertanya.
"Ya nggak kenapa - napa sih, memang saya itu bahan utama gosip kalian kan." Ucap Arimbi.
"Mending kamu urus saja tuh kehamilan kamu, dan jaga suami kamu biar nggak di rebut sama pelakor. " Ucap Arimbi.
"Pelakor nggak akan berani siapa lawan nya, kamu saja juga nggak dapat - dapat kan. Nggak dapat suami saya malah dapat yang lebih tua. " Ucap Keysa.
"Kenapa? masalah buat kamu? " Ucap Arimbi.
"Bagi saya itu bukan masalah, karena yang masalah itu sebuah hama yang merusak rumah tangga kami. Kamu tahu siapa hama nya? Hama nya itu adalah kamu. " Ucap Keysa.
****
"Biar lah dia mau jadi istri muda atau simpanan bukan urusan Mas. " Ucap Bryan.
"Hanya saja, saya kasih Mas. Mungkin dia itu stress karena sekarang dia jadi anak broken home." Ucap Keysa sambil duduk di pangkuan Bryan yang sedang mengerjakan laporan.
__ADS_1
"Keturunan kita jangan sampai menjadi anak yang kurang kasih sayang, anak - anak kita harus bahagia dan rukun." Ucap Bryan.
Keysa menciumi aroma wangi di leher Bryan dan sedikit menggigit.
"Yang jangan macam - macam, ini kantor yank belum waktunya istirahat." Ucap Bryan yang sudah menegang.
Jemari Keysa menelusuri seragam yang di kenakan oleh Bryan, satu persatu kancing seragam nya dia buka lalu membuka resleting seragam nya.
"Yank, kalau Aldo lihat atau anggota lain bisa berabe. " Ucap Bryan dengan menahan tangan Kesya.
"Mas nggak mau di manjain gitu? " Tanya Keysa dengan suara yang di buat manja.
"Mau lah, tapi jangan disini." Jawab Bryan.
"Kan bisa di kunci." Ucap Keysa dengan menggigit daun telinga milik Bryan.
"Kita tunggu sampai rumah. "
"Mas nggak kangen sama calon anak kita? Calon anak kita ini pingin di tengok."
Bryan mengusap Kesya, tangan nya mulai mengusap punggung nya dari balik pakaian yang di kenakan Keysa.
"Kamu yang memulai, Mas akan buat kamu minta ampun. " Ucap Bryan yang dengan segera mencium bibir Keysa dengan sangat rakus.
Didalam ruangan yang tak kedap suara, Keysa terus menahan d*****han nya dengan menutup mulut nya saat Bryan terus menghajar nya. Hingga Keysa pun beberapa kali memohon, Bryan terus membuat Keysa merem melek.
Aaaaarrrgghh
Bryan melepaskan sari cinta nya, hingga Kesya terbaring lemas. Di kecup nya kening Keysa yang berpeluh banyak.
" Bagaimana sayang? Apakah puas servis nya? " Tanya Bryan yang jemari nya bermain di sana kemari, Kesya yang masih polos tanpa mengenakan apapun.
"Mas kalau sudah di ajak main, cara main nya bikin orang lemes terakhir nya. " Ucap Keysa dengan sambil cemberut.
__ADS_1
"Kan, kamu Yank nantang in tadi. Makan nya jangan suka mancing suami, tahu sendiri kan kalau sudah di hajar habis - habis an jadinya seperti ini."
"Iya, ngaku kalah. " Ucap Keysa.