Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Hari Bahagia


__ADS_3

Keysa dan Susi melihat proses akad nikah Aldo dan Fahiza melalui panggilan video call dari Bryan.


Sangat haru melihat proses akad nikah tersebut, karena Aldo hanya di dampingi Bryan dan Leon.


"Ya Allah Mba, saya ingin nangis. Di hari bahagia Kak Aldo nggak ada orang tua, hanya ada orang terdekat namun tak memiliki ikatan darah. " Ucap Keysa.


"Mba Susi juga ngerasain Neng, tapi insya Allah bahagia Mas Aldo nya. Dan Pasti kedua orang tua Mas Aldo juga bahagia melihat anaknya sudah menikah dan sukses jadi seorang Polisi. " Ucap Susi.


"Semoga ini jodoh dunia akhirat nya Kak Aldo." Ucap Keysa.


"Amin..!!! " Ucap Susi.


*****


"Sudah di hitung Septi undangan yang ada di kardus? " Tanya Kesya.


"Sudah, dan sama souvenir nya juga ada 1000 pcs. " Jawab Septi.


"Mba, Bang Bryan pulang kapan? " Tanya Ibnu.


"Besok juga pulang, hanya tiga hari disana. " Jawab Kedua keysa sambil mengusap perut nya yang sudah terlihat buncit.


"Nanti tolong ya kalau ada orang WO, kasih uang pelunasan. Perut saya kencang banget, ingin rebahan sebentar. " Ucap Keysa sambil berdiri dan menyerahkan cek pada Ibnu.


"Hanya ini saja kan? " Tanya Ibnu.


"Iya hanya ini saja, dan minta sebelum proses resepsi minta cek ulang. " Jawab Keysa.


"Ok." Ucap Ibnu.


****


"Terima kasih sudah menjadi saksi pernikahan kami. " Ucap Aldo pada Bryan.


"Sama - sama kita kan keluarga." Ucap Bryan.


"Sekali lagi selamat." Ucap Leon.


"Terima kasih, dan maaf saya masih merepotkan kalian semua. " Ucap Aldo.


"Nggak apa - apa, ini kan acara sekali dalam seumur hidup." Ucap Bryan.


"Benar, kalian berdua nikmati saja yang masih jadi pengantin baru." Ucap Leon.


"Hati - hati ya di jalan, maaf hanya bisa bawa oleh - oleh begini untuk keluarga kalian." Ucap Fahiza.


"Terima kasih Mba, kita pamit ya sudah ada panggilan pesawat nya sudah siap. " Ucap Bryan.

__ADS_1


"Kami pamit. " Ucap Leon sambil bersalaman demgan Aldo dan Fahiza di ikuti oleh Bryan.


"Hati - hati. " Ucap Aldo.


Setelah Bryan dan Leon tak terlihat lagi, Aldo dan Fahiza kembali pulang, namun Aldo mengajak Fahiza untuk pergi berdua menikmati waktu bersama.


"Bang, saya ijin dulu sama Abi dan Umi. Mereka kan tahunya kita ke Bandara." Ucap Fahiza.


"Ya sudah, kasih tahu Abi atau Umi kalau kita keluar dulu. "


*****


"Assalamu'alaikum."


"Walaikumsalam." Balas Keysa dan mencium punggung tangan Bryan.


"Bawa apa mas? " Tanya Keysa melihat Bryan menenteng kardus sedang.


"Oleh - oleh dari sana. " Jawab Bryan.


"Bang Leon di kasih? " Tanya Keysa kembali.


"Di kasih lah, masa nggak. " Jawab Bryan.


"Kirain belum kita bagi dua sama dia." Ucap Keysa.


"Nanti saya bagi."


****


Tamu undangan telah satu persatu datang, senyum bahagia tampak di wajah kedua mempelai.


Bryan mendekati Keysa yang banyak duduk sambil menikmati aneka cemilan.


"Masih kuat duduk? " Tanya Bryan sambil mengusap punggung Keysa.


"Masih Mas, tapi kakinya capek." Jawab Keysa.


"Mas pijit ya, angkat kakinya. "


"Nggak akh Mas, ini tempat umum apa kata tamu undangan."


"Sudah, peduli apa mereka. Kamu kan istri nya Mas. " Ucap Bryan mengangkat salah satu kaki Keysa.


"Kenapa Keysa? " Tanya Katty sambil mengusap perut nya yang sudah membesar.


"Capek Katty . " Jawab Keysa.

__ADS_1


"Sama saya juga sering begitu, ya maklum saja bumil. " Ucap Katty.


"Bro, Ibnu sama Septi kok belum kelihatan?" Tanya Leon.


"Iya ya, meraka kesini jam berapa sih. " Jawab Bryan.


"Nggak mungkin juga kalau mereka tak kesini." Ucap Leon.


"Nah itu mereka. " Tunjuk Keysa.


"Kalian kok baru datang? " Tanya Keysa.


"Ini nih si nyonya besar, dandan lama banget." Jawab Ibnu dengan wajah kesal nya.


"Habis nggak ada pakaian yang cocok Bang." Jawab Septi.


"Kamu kan banyak Yank pakaian tuh, mau pakaian yang model bagaimana lagi. Ujung - ujungnya pakaian seperti ini kan yang mau beli. " Ucap Ibnu.


"Sudah jangan berantem, kalian kasih selamat dulu sama pengantin. Dan kalian bisa sekalian photo sama pengantin dan rasakan bagaimana naik ke atas pelaminan." Ucap Leon.


"Naik ke pelaminan mah pernah Bang, hanya merasakan jadi yang duduk di kursi pelaminan ya belum." Ucap Ibnu.


"Makannya cepat nikah, jangan nunggu lulus kuliah dulu kelamaan, nanti ada yang ngajak nikah Septi baru tahu rasa. " Ledek Bryan.


"Sabar, nanti juga tahu - tahu ada undangan datang, benar nggak yank? " Tanya Ibnu.


"Tahu akh, memang nya selama ini Abang pernah bilang serius? " Ucap Septi ketus dan langsung berjalan menuju ke pelaminan.


"Sana kejar. " Ucap Leon.


.


.


.


.


.


.


.


Karya baru sudah up.... " Sang Ajudan "


Bisa cek profil.....

__ADS_1


__ADS_2