Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Masih Memiliki Mimpi


__ADS_3

"Terima kasih Bu, baik besok Keysa akan berangkat kembali ke sekolah. " Ucap Bryan mengakhiri panggilan telepon nya.


Bryan berjalan ke arah Keysa yang sedang asik memakan keripik singkong balado di depan layar televisi.


"Yank besok kamu sudah mulai sekolah lagi." Ucap Bryan sambil mengusap kepala Keysa.


"Ya." Ucap Keysa.


"Kok seperti nggak senang begitu?" Tanya Bryan.


"Senang kok." Jawab Keysa yang masih asik memakan keripik singkong nya sambil mata menatap ke arah layar televisi.


"Apa Kamu ingin pindah sekolah?" Tanya Bryan.


"Memang boleh gitu?. Tinggal hitungan bulan saja." Jawab Keysa.


"Kata pihak sekolah sih bilang katanya tetap melanjutkan karena tanggung tinggal beberapa bulan lagi." Ucap Bryan.


"Ehm... Yank, kamu ingin melanjutkan kuliah kemana?" Tanya Bryan.


"Tadi nya sih mau kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Komputer, ambil Manajemen Informatika." Jawab Keysa.


"Mau ambil di Universitas mana?"


"Tadinya sih mau kuliah di tempat Mbah disana, tapi setelah menikah nggak tahu lanjut kuliah nggak. "


"Loh kenapa? Lanjut saja Mas akan dukung kamu kok, bahkan sampai S3 pun Mas sanggup membiayai kamu."


"Memang nya nggak apa - apa saya kuliah?. Terus kalau saya hamil bagaimana?" Tanya Keysa.


"Ya.. nggak apa - apa selagi bisa membagi waktu. Tapi kalau tidak bisa bagi waktu mohon maaf Mas minta kamu cuti." Jawab Bryan.


"Justru itu Mas, saya nggak mau cuti. Kalau bisa jangan dulu hamil ya, saya masih ingin melanjutkan pendidikan." Ucap Keysa.


Bryan tersenyum kecut dengan mengusap rambut Keysa, dan ikut menatap layar televisi.


*****


Keysa berdiri di depan pintu gerbang sekolah nya, saat masuk suasana pun berbeda, dulu semua teman - teman nya mencibir nya kini diam dan sebagian menyapa nya.


Keysa tetap berjalan lurus, sebagian ada pula yang menundukkan wajah nya, dan ada juga yang lebih memilih menghindar. Hingga sampai di dalam kelas, hanya Sandi yang menyambut nya dengan senyuman.


"Kenapa sih pada aneh?" Tanya Keysa sambil menaruh tas nya di atas meja.


"Mereka kan masih di hukum selama satu bulan harus gendong lima batu bata." Jawab Sandi.

__ADS_1


"Pantas saja, ada yang menyapa, ada yang nunduk, ada yang menghindar biasanya pada bicarakan saya di belakang." Ucap Keysa dengan sengaja suara nya di keras kan.


"Mereka pantas Keysa di perlakukan seperti itu. " Ucap Sandi.


"Nah terus kamu kenapa nggak gendong batu bata juga?" Tanya Kesya.


"Kan saya sahabat kamu." Jawab Sandi.


"Curang." Ucap Keysa.


Hahahahah


"Emang kita kan Sahabat an. "


"Nggak merasakan tuh kamu sahabat saya." Ucap Keysa.


"By the way Kamila sama Amel dan yang menyiram saya masih kena skors?" Tanya Kesya.


"Masih, kan satu bukan nggak boleh ikut pelajaran di sekolah tapi mereka juga di rumah di hukum harus menyalin sepuluh buku paket. Mantap kan di dengar nya." Jawab Sandi.


"Bukan mantap lagi tapi nikmat . " Ucap Kesya lalu terdengar gelak tawa dari kedua nya sehingga teman - teman di kelas nya semua menoleh ke arah Keysa dan Sandi.


******


"Abang kenapa? " Tanya Ibnu saat melihat seniornya sedang melamun.


"Saya tuh bingung, Keysa tak ingin hamil kalau pun misal hamil dia nggak mau cuti kuliah. " Jawab Bryan.


"Tinggal KB saja apa susah nya." Ucap Leon.


"Tapi saya juga nggak ingin egois ingin hadir nya anak juga di tengah - tengah kami." Ucap Bryan.


"Tapi Keysa ingin masih tetap melanjutkan pendidikan seperti nya, tapi misal hamil asal bisa bagi waktu saja. " Ucap Leon.


"Saya hanya bilang kalau pun hamil punya anak nggak bisa bagi waktu suruh cuti, kalau masalah kuliah sampai S3 juga saya masih bisa biayain sanggup sampai kuliah di luar negeri."


"Sudah begini saja, mendingan Abang KB alami saja, paham kan maksud nya biar sama - sama enak. Disini Abang jangan egois, bagaimana pun istri Abang itu masih remaja dan emosi masih naik turun." Ucap Ibnu.


"Benar tuh kamu jangan tumpahkan di wadahnya tapi tumpahkan di luar, dan menunggu Keysa siap." Ucap Leon.


"Benar juga apa yang di katakan kalian, demi dia ingin kuliah." Ucap Bryan.


"Tapi Bang, maaf nih ya.. istri Abang itu aneh deh. " Ucap Ibnu.


"Aneh nya? " Ucap Bryan.

__ADS_1


"Kemarin - kemarin ingin nikah, sama Ayah nya nggak boleh nunggu lulus sekolah. Nah itu istri Abang kalau pengen nikah dia sudah siap kan segala resiko nya, sekarang malah ingin kuliah dulu nggak mau hamil dulu kalau harus cuti kuliah, berarti dia itu aslinya masih ingin melanjutkan pendidikan. Nah dia itu saat dulu ingin menikah hanya obsesi keinginan yang terbesar dia kan belum memikirkan ke depan nya bagaimana." Ucap Ibnu.


"Saya juga salah kenapa saat itu saya memutuskan menikah sama dia, dan harus membuat Komandan kita marah." Ucap Bryan.


"Kamu nggak salah, dari pada menjurus ke zina, tapi bagaimana pun kalian nggak akan sanggup kan kalau tidak bisa mencicipi surga dunia." Ucap Leon.


"Benar sih, akhirnya kita sama - sama nggak kuat." Ucap Bryan.


******


"Mas..!!! " Keysa berlari langsung memeluk tubuh Keysa.


"Gimana belajar nya? " Tanya Bryan sambil mengecup pucuk kepala Keysa.


"Asik belajarnya, Mas nanti ada pelajaran tambahan untuk menjelang ujian nasional. Minggu depan sudah ujian sekolah." Jawab Keysa.


"Belajar yang rajin biar dapat nilai bagus saat lulus."


"Mas Sandi sudah banyak tawaran kuliah di luar negeri dia hebat ya."


"Kamu mau kuliah di luar negeri?" Tanya Bryan.


"Nggak akh, nanti jauh sama Mas. " Jawab Keysa.


"Kamu mau kuliah yang jauh nggak apa - apa Mas ijin kan."


"Nggak akh nanti kangen berat. " Ucap Keysa.


"Biar kangen berat juga kamu kan jadi fokus untuk belajar, katanya nggak mau hamil dulu." Ucap Bryan.


"Nggak akh punya suami jauh an sama aja bohong."


"Kita KB saja bagaimana?"


"Nggak akh, masa baru nikah KB. "


"Katanya nggak mau hamil dulu, kalau hamil bagaimana kuliah kamu?"


"Ya kan ada Baby sister Mas kalau bisa ya jangan sampai hamil."


Bryan memegang kedua tangan Keysa, dan menatap wajah keysa.


"Yank, jujur Mas ingin kamu yang mengurus anak bukan orang lain. Jujur Mas ingin kamu tetap fokus pada keluarga, tapi bukan berarti Mas melarang kamu untuk sekolah yang lebih tinggi. Jadi kita tunda dulu hamil nya, mau kan?"


"Nggak mau, itu rejeki Mas tapi tetap berjalan kedua nya dan Saya juga ingin mencicipi dunia kerja Mas."

__ADS_1


"Apakah dulu saat meminta ingin menikah kamu sudah berfikir ke depan nya bagaimana? Atau hanya keinginan yang besar tanpa peduli resiko nya, dan kenapa Ayah melarang dan kita tidak boleh bersama, dari sini Mas Paham, karena kamu masih punya mimpi."


"Dan Mas kenapa mengajak menikah untuk saat ini, disaat saya ingin menjauh?"


__ADS_2