
Di setiap nafas ini ada namamu Pah..
Dengan setiap sujud ini menyebut namamu.
Masih terasa Papah ada selalu di samping, masih terngiang suara mu memanggil anak - anak mu.
Rindu ini sangat terasa dengan setiap tetesan air mata.
Rasa kehilangan ini terasa saat dirimu kini telah kembali padanya.
Tunggu kami di keabadian, kita kan bertemu kembali di sana.
We love you.....
Al - Fatihah.....
Indramayu, 1 - 5 - 1965 - 07 - 11 - 2022
.
.
.
.
.
.
.
.
Keysa berulang kali pingsan, saat tubuh Ayah nya sudah siap untuk di makam kan. Bryan terus berasa di samping Keysa.
Susi pun tak kalah sedih, setelah mendapatkan kabar bahwa majikan nya yang begitu sangat baik kini telah berpulang untuk selama nya.
Hiks... hiks... hiks....
"Ya Allah Pak, begitu cepat Bapak pergi. Maaf kan Susi ya Pak kalau Susi punya banyak salah. Suka melawan sama Bapak, suka tidak sopan sama Bapak. Maaf kan Susi Pak, sekarang Bapak tidak merasakan sakit lagi. Hiks... hiks... hiks... "
Bryan terus memeluk dari belakang tubuh Keysa, saat jenazah di masukan ke dalam liang lahat. Tangis nya pecah kembali saat tanah mulai menutup tubuh Ayah nya.
"Ayah... mas... Ayah.. hiks.. hiks.. " Isak Keysa.
"Ayah sudah nggak merasakan sakit lagi Yank, Ayah sudah bahagia. " Ucap Bryan.
"Ayah.. maafkan Keysa yang belum bisa bahagia kan Ayah hiks.. hiks... hiks.. "
****
"Turut berduka cita. " Ucap Septi.
"Terima kasih." Ucap Bryan.
Namun Keysa tetap diam duduk di ruang Tamu, Bryan tak bisa meninggal kan Keysa sendirian karena tubuh nya terlalu lemas. Sehingga Aldo yang menerima semua tamu yang melayat namun sesekali Bryan yang mewakili Keysa untuk bicara pada para pelayat.
__ADS_1
"Maaf ya Septi Keysa masih berduka." Ucap Bryan.
"Iya Bang nggak apa - apa. " Ucap Septi.
Si mbah pun duduk di samping Keysa, Mbah Surti pun memeluk tubuh cucu nya yang kini masih terisak.
"Ayah sudah nggak ada Mbah. " Ucap Keysa dalam pelukan nenek nya.
"Ikhlas ya nak, mbah juga ikhlas. " Ucap Mbah Surti.
"Keysa belum bisa membahagiakan Ayah Nek."
"Ayah kamu bahagia punya anak seperti kamu, tanpa sadar kamu sebenarnya sudah membuat Ayah bahagia. kamu jangan nangis terus, Ayah kamu pasti sedih lihat kamu menangis."
"Kesya sangat kehilangan Nek, sangat kehilangan."
"Kita juga sama, kita semua kehilangan sosok Ayah kamu."
*****
"Makan dulu ya, dari pagi belum makan kasihan anak kita lapar. " Ucap Bryan.
"Benar kata suami kamu, makan lah dulu kasihan anak kalian. " Ucap Aldo.
"Ayah." Kesya kembali terisak.
"Yank, jangan menangisi Ayah terus, Ayah sudah bahagia dan nggak merasakan sakit lagi. Ayah sudah bertemu sama Ibu, Ayah pasti sedih lihat kamu menangisi nya terus." Ucap Bryan sembari mengusap punggung Kesya.
"Benar kata suami kamu, walau Om sudah tidak ada jiwa raga nya tapi dia akan selalu dekat dengan kita. Ada di dalam hati kita, Om selalu ada bersama kita. " Ucap Aldo.
"Seperti mimpi, ini seperti mimpi." Ucap Keysa.
"Sekarang kamu makan, Kakak nggak mau lihat kamu sakit. " Ucap Aldo.
"Mas ambil kan makanan dulu ya. " Ucap Bryan.
Kesya menganggukkan kepala nya dan dengan segera mengusap air matanya.
*****
Susi menatap kamar Pak Brata, Susi tersenyum sendiri saat mengingat banyak hal bersama majikan nya yang sudah seperti keluarga nya sendiri.
"Susi sekarang nggak bisa dengar lawakan Bapak lagi, tak ada yang teriak - teriak lagi, Susi juga nggak akan teriak in Bapak lagi. Rumah ini, kamar ini akan selalu Susi ingat. Maaf kan Susi ya Pak kalau Susi banyak salah sama Bapak, terima kasih untuk semuanya."
Susi dengan berkaca - kaca dengan mengusap bantal yang biasa di tiduri Pak Brata.
"Mba Susi. " Sapa Keysa.
"Neng." Ucap Susi.
"Saya ingin menggantung seragam Ayah saat terakhir di pakai di dalam lemari." Ucap Keysa sambil membuka lemari Ayah nya.
"Neng, terima kasih ya sudah menjadi bagian keluarga Susi. Susi nggak akan pernah lupakan kebaikan keluarga ini."
"Mba Susi akan pergi meninggalkan saya? " Tanya Keysa.
"Bapak sudah nggak ada Neng, disini Susi sendiri. Neng pun di rumah sendiri ikut suami." Jawab Susi.
"Mba Susi, walau Ayah sudah nggak ada. Mba Susi jangan pergi, mba Susi sudah saya anggap sebagai keluarga. Saya mohon tinggal lah disini. "
__ADS_1
"Rumah ini banyak kenangan Neng, Susi sedih kalau ingat . "
"Tolong lah Mba, jangan pergi. Mba tetap tinggal disini, tolong mba. "
"Tapi Bapak sudah tidak ada, Susi masih terngiang suara Bapak. "
"Saya pun sama Mba Susi, tapi mohon jangan tinggal kan Susi. "
"Susi akan tinggal Neng tapi ijinkan Susi untuk pulang kampung dulu untuk menenangkan hati ini, Susi masih sedih atas kepergian Bapak. "
"Baik, tapi kembali lah jangan tidak kembali lagi. "
"Susi janji Neng, Susi akan kembali."
****
Aldo sampai di rumah setelah mengantar Susi ke stasiun, terlihat Bryan sedang membuat susu untuk Keysa yang sedang menonton televisi.
"Sudah naik kereta Mba Susi nya Kak? " Tanya Keysa.
"Sudah, nanti dia akan kabari kakak kalau mau pulang. " Jawab Aldo.
"Yank minum dulu susunya. " Ucap Bryan sambil menyodorkan segelas susu.
"Makasih Mas. " Ucap Keysa.
"Ehm.. Kesya, Bryan. Saya ingin mengenalkan calon istri pada kalian." Ucap Aldo.
"Calon istri? " Ucap Kesya dan Bryan.
"Iya, sebenarnya dia itu teman dekat saya waktu masih tugas disana. Dia akan kesini, dan ingin kenal sama kalian." Ucap Aldo.
"Alhamdulillah, selamat ya kak. " Ucap Keysa.
"Terima kasih, dia kemari Kakak ajak untuk nikah kantor. Bersama kedua orang tua nya juga akan ikut. " Ucap Aldo.
"Kenapa Kakak nggak kasih tahu kami kalau Kakak sudah melamar nya? " Ucap Keysa.
"Maaf, sebenarnya kami nggak pacaran lagi. Kakak ajak saja langsung pengajuan nikah, dan dia mau. Kakak langsung terbang kesana melamar nya, dan dia mau. " Ucap Aldo.
"Semoga lancar sampai hari H. " Ucap Bryan.
"Amin..!! " Ucap Aldo.
.
.
.
.
.
Mulai tanggal 27 - 30 juni Up sehari 1 bab, karena Author nya mau liburan. Akan Up setiap pagi selama tanggal 27 - 30 juni Up 1 bab.. 🥰🥰🙏🙏🙏
Tanggal 2 Juli akan ada Karya baru.....
Salam Sahabat Puspa....
__ADS_1