
Bryan melihat sendiri tengkuk lehernya dirasakan sangat sakit, sambil memijat - mijat duduk bersandar di kursinya.
"Kenapa kamu sakit? " Tanya Aldo.
Bryan segera membenarkan posisi duduk nya dan lalu sikap sempurna saat Aldo datang ke ruangannya.
"Siap komandan saya sakit leher. " Ucap Bryan.
"Santai saja nggak ada siapa - siapa." Ucap Aldo.
"Kenapa bisa sakit? Salah bantal ya. " Ucap Aldo.
"Saya tidur di sofa "
"Kamu sedang marahan sama Keysa? "
"Siap tidak, dia sedang hamil Komandan. Dan kehamilannya itu tidak mau tidur bersama saya, dekat dengan saya dan katanya saya bau. "
Hahahahaha
Aldo tertawa terbahak - bahak sehingga membuat Bryan mengerutkan alisnya.
"Lucu!!! " Ucap Bryan.
"Lucu, mungkin calon anak kamu sedang menghukum Papah nya. " Ucap Aldo.
Bryan menghembuskan nafas nya dengan kasar dan menjatuhkan pa***at duduk di atas kursinya kembali.
"Selamat ya calon Ayah. " Ucap Aldo.
"Terima kasih. " Ucap Bryan.
"Bryan, saya hanya minta kamu berhenti lah untuk mencemburui saya. Saya juga nggak mungkin kejam memisahkan kalian berdua, sebagai bukti kalian akan memiliki anak. Saya minta kamu jaga Keysa,saya akan menjadi kakak nya, saya sayang sama dia tapi rasa sayang nya berbeda karena rasa saya kakak ke adik nya."
*****
"Kamu nggak makan? " Tanya Septi saat sedang menyantap Bakso nya.
"Enek akh... " Jawab Kesya.
"Biasanya Bakso nomer satu, sekarang tumben. " Ucap Septi.
"Semenjak hamil bau - bau an terus, jadi gampang mual. Makan nya nih masker nggak bisa lepas. " Ucap Keysa.
"Kamu hamil?? "
"Alhamdulillah daya hamil. "
"Aaaaaa senang nya saya jadi ikut bahagia." Ucap Septi memeluk tubuh Keysa dan reflek Kesya mendorong pelan tubuh sahabat nya itu.
"Bau tahu. " Ucap Keysa.
"He... bau ya.. " Ucap Septi tersenyum kecut.
*****
"Yank." Ucap Bryan sambil memeluk Keysa namun Keysa menghindar.
"Mas jangan peluk - peluk. " Ucap Keysa.
__ADS_1
"Duh Yank, sampai kapan kita begini? Tidur misah, makan misah, peluk nggak mau, dekat an nggak mau. Sampai kapan yank? "
"Maaf ya Mas, saya merasakan nya gimana begitu ada rasa bau, kesel mual akh.. banyak Mas maaf ya. "
"Iya Mas paham kok, jangan capek - capek ya yank. "
"Iya Mas. "
****
"Mas pengen bubur Ayam. " Pinta Kesya saat malam hari.
"Mau bubur Ayam yang dimana Yank? " Tanya Bryan.
"Bubur Ayam depan kampus Mas , itu jualan sampai malam. " Jawab Kesya.
"Ok Mas berangkat sayang."
Bryan segera menyambar kunci motor nya, sedang kan keysa duduk di depan televisi menunggu Bryan yang sedang membeli bubur.
Setelah menunggu selama 30 menit Bryan datang membawa satu kantong kresek bubur Ayam pesanan Kesya.
"Yeee.. datang. " Ucap Keysa yang dengan segera memakan dengan lahap bubur nya.
"Pelan - pelan Yank makanya. " Ucap Bryan.
"Enak Mas. " Ucap Keysa.
"Alhamdulillah kalau suka, Mas senang."
"Mas nggak beli untuk Mas? " Tanya Kesya sambil melahap bubur Ayam nya.
"Loh kok beli dua porsi Mas nggak makan juga? "
"Buat kamu saja Yank barang kali kurang. "
"Ya sudah Mas sini buat saya saja ya. " Ucap Keysa saat punya nya habis.
****
Keysa mengusap perut nya yang kekenyangan, sambil bersandar di sofa depan televisi.
Bryan mengusap perut Kesya dengan Keysa memakai masker, Bryan yang melihat tingkah bumil nya itu hanya menggeleng kan kepalanya.
"Yank nggak pengap? "
"Nggak."
"Besok mau Mas belikan apa lagi? "Tanya Bryan.
"Besok ingin makan Ayam Bakar Taliwang." Jawab Keysa.
"Tapi belinya di dekat puncak ke arah Villa nya kita tuh. " Ucap Keysa kembali.
"Itu jauh Yank, tempat lain saja ya. Kalau kesana Mas harus ijin dong nggak masuk Dinas. "
"Ya sudah kalau nggak mau, biar suruh Kak Aldo yang beli. "
"Jangan, biar Mas yang beli. Tapi pulang Dinas saja ya nanti kita berangkat kesana dan menginap di villa. Lusa Mas lepas, ok cantik."
__ADS_1
"Ok cinta. "
******
"Bumil kamu rewel atau banyak tingkah nggak? " Tanya Bryan pada Leon.
"Paling tengah malam minta makan apa itu, dan harus beli nya di tempat yang dia ingin. Kadang suka emosi, kadang melow." Jawab Leon.
"Keysa sedang minta Ayam bakar Taliwang di puncak nanti sore kami berangkat." Ucap Bryan.
"Hahahaha.. kamu turutin Bryan jangan sampai anak kalian ileran." Ledek Leon.
"Iya dari pada dia ngancam suruh Aldo yang beli mending saya turutin."
"Selamat menikmati. " Ucap Leon terkekeh.
*****
"Yank yang jual tutup bagaimana ini?" Tanya Bryan saat sudah berada di depan rumah makan yang di tuju.
"Ya cari dong Mas, yang jual kan banyak nggak disini saja." Jawab Keysa kesal.
"Ya cari dimana lagi Yank, nggak ada lagi. "
"Pokoknya cari sampai ketemu, saya nggak mau tahu bagaimana caranya itu Ayam bakar Taliwang nya ada. "
Bryan hanya pasrah dan menjalankan mobil nya kembali mencari apa yang di ingin kan Keysa.
Hingga sampai 2 jam mengelilingi jalanan sepanjang jalan tak ada yang menjual nya, sedangkan Kesya terus mengoceh karena sesuatu yang di ingin kan pun tak ada.
"Yank kemana lagi? " Tanya Bryan yang sudah pasrah.
"Cari pokoknya, sampai dapat. " Jawab Kesya.
"Ayam bakar biasa saja ya.. kan sama - sama Ayam bakar hanya beda nama saja. "
"Nggak mau, ini yang minta anak kita loh Mas bukan Mamah nya. "
"Ya Allah nak kamu menghukum papah."
"Apa Mas tadi bilang? "
"Papah akan cari demi mengidam nya mamah cantik.'
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1