
"Sudah Mas jangan marah terus, bercanda kali. Wajah di Teluk terus nggak ada habis - habis nya. " Ucap Keysa saat duduk bersebelahan dengan Bryan.
"Bercanda nya keterlaluan, ini bibir masih terasa panas dan kebas gara - gara sambal." Ucap Bryan sambil mengipas bibir nya dengan kipas.
"Iya maaf, sudah berkali - kali minta maaf nggak di maafkan. Mas yang punya salah besar saja saya maaf kan, ini hanya kesalahan kecil keras Kepala nya kebangetan."
Bryan melirik ke arah Keysa dan merubah posisi duduk nya hingga miring menghadap Keysa.
"Apa Mas menatap begitu? " Tanya Keysa yang memiringkan tubuh nya juga.
Bryan menarik tengkuk leher Keysa, dan mencium bibir nya dengan paksa sehingga membuat Keysa mencoba memberontak dengan memukul dada Bryan.
Setelah ciuman berhasil lepas Keysa menatap kesal ke arah suaminya.
"Kasar banget sih nggak ada lembut - lembut nya. " Udah Keysa kesal sambil memegang bibir nya.
Bryan kembali mencium bibir Keysa, hingga kini mengunci tubuh istrinya. Tangan nya pun mulai bergerak kesana kemari, dan meninggal kan banyak jejak di leher Keysa.
Keysa mencoba memberontak, saat tangan Bryan sudah masuk di balik pakaian nya dengan bermain di area kesukaan nya.
"Ma - mas lepas...!! "
Bryan tak menghiraukan ucapan Keysa , tubuh yang sudah mode on membuat nya semakin menggebu. Hingga Bryan mengakhiri saat Keysa membentak nya.
"Stop Mas...!! "
Bryan seketika bangun dari tubuh Keysa, dan duduk dengan mengacak rambut nya.
"Maaf Mas, saya belum siap untuk ini." Ucap Keysa.
"Kenapa? Bukan nya kamu nggak ingin saya berpaling sama orang lain, bukan nya kamu masih mencintai saya, dan kita juga masih sama - sama mencintai. " Ucap Bryan setengah kesal.
"Tapi yang ini saya belum siap Mas. "
"Belum siap takut rumah tangga kita di ujung tanduk lagi? Apa kamu nggak berpikir dari cara kamu menolak suami bisa saja suami main dengan perempuan lain, kamu nggak punya pikiran seperti itu? "
"Jadi Mas ada niat ya? "
"Tergantung iman. " Ucap Bryan bangun dari duduk nya.
"Saya memang ingin pernikahan utuh, tapi untuk satu ini saya belum siap."
"Kenapa? "
"Saya takut di tinggal kembali. "
Bryan menoleh ke arah Keysa, dan mendekati istri nya.
"Di tinggal kemana? Mas nggak akan meninggalkan kamu. "
"Saya takut, belajar dari pengalaman Mas juga dengan mudah nya sedikit lupa sama saya saat bersama Arimbi."
__ADS_1
"Arimbi lagi , Arimbi lagi. Kenapa sih masih mengungkit itu terus, Mas nggak ngapa - ngapain tahu."
Keysa menunjukkan ponsel Bryan di galeri banyak photo dirinya dan Arimbi.
"Ini apa Mas? "
Flashback On
Bryan mengoceh saat berada di depan wastafel yang sedang membersihkan mulut nya, saat itu ponsel suaminya terdapat pesan masuk.
Ting
Keysa membuka nya dan terlihat sebuah pesan dari Arimbi.
From : Arimbi.
Bang, saya masih kepikiran Keysa. Dia akan marah sama saya nggak ya? Semoga Abang tidak menjauh dari saya, semoga kita masih bisa dekat.
Keysa pun men scroll banyak pesan yang belum terhapus dan terdapat 10 kiriman photo.
Keysa melihat beberapa photo suaminya dan Arimbi, dengan berbagai pose. Tangan pun sudah mengepal dengan emosi yang memuncak kembali.
"Kamu simpan photo - photo nya? "
Flashback Off
" Arimbi masih berharap kan? Dan Mas simpan photo nya? "
"Nggak sempat atau sengaja? Jelas - jelas isi nya juga ini perempuan masih ingin dekat. Kamu berikan gombalan apa Mas sampai dia begini. " Ucap Keysa lantang.
"Mas nggak berikan apa - apa Yank, sumpah Demi Allah dan photo itu semua memang niat Mas akan hapus tapi Mas lupa. "
"Jangan bawa - bawa nama Tuhan, saya menyesal menangisi Mas, saya menyesal masih mencintai Mas, saya menyesal Mas.... sekarang saya minta cerai..., ceraikan saya sekarang...!!! "
"Nggak Mas nggak akan cerai kan kamu. "
"Baik kalau nggak mau, saya maju sendiri sebagai mana susah nya proses saya akan maju. " Ucap Keysa pergi menuju kamar, dan Bryan mengejar Keysa hingga kedalam kamar.
"Kamu mau kemana? "
"Saya mau pulang, dan saya akan datangi Arimbi dia mau nya apa. Kalau dia ingin kan Mas, ambil dan Mas pergi dengan Arimbi. "
"Kamu yakin dengan kata - kata kamu? Apa kamu yakin di saat emosi begini kamu bilang seperti itu. Memang Mas photo hanya photo, tak ada kata - kata Mas menjadi kan dia pacar. Mas salah memang salah tapi tolong jangan minta cerai yang kedua kali nya." Ucap Bryan.
"Mas akan blokir nomernya lihat ini, dan lihat photo - photo nya Mas hapus, dan kalau takut dia akan hubungi pakai nomer lain Mas akan ganti. " Ucap Bryan kembali.
"Saya capek Mas, saya capek mencintai orang yang lebih dewasa dari saya karena saya memiliki banyak kekurangan dan sebegitu mudah nya Mas sedikit lupa, saya menyesal sudah mencintai Mas sangat besar. Saya menyesal. "
Bryan bersimpuh di depan kedua kaki Keysa, dengan wajah terus menatap Keysa .
"Kamu boleh hukum Mas, kamu boleh pukul sekeras - kerasnya tapi asal kamu tahu hati ini hanya ada kamu. Bagaimana Mas sama Arimbi, Mas masih ingat kamu di hati kecil ini. Kamu pantas cemburu, tapi sekali lagi saya tidak memiliki hubungan apa - apa."
__ADS_1
*****
"Eh.. pengantin baru sudah pulang. " Sambut Susi saat kedua majikan nya tiba.
Namun sambutan Susi tak di balas, Keysa terus berjalan melewati tubuh Susi begitu pun dengan Bryan yang melewati Susi.
"Susi salah apa? Sampai di cuek in begitu. Ini sih mesti langsung kabari Bapak. " Ucap Susi langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi Pak Brata.
"Hallo Pak. "
"Kenapa Sus, kamu bukan nya tadi barusan telepon saya minta transfer buat beli bahan pokok, sekarang telepon lagi kamu kangen sama saya? " Ucap Pak Brata dari seberang.
"Ih... si Bapak pede pisan bilang kangen, ingat umur Pak ini asisten pantas nya jadi anak , saya juga mikir lagi kalau Bapak itu tua nggak pantas jadi suami Susi. "
'"Enak saja tua, saya ini masih umur 45 tahun Susi. " Bentak Pak Brata.
"Iya masih ABG 45 tahun, sudah lah ada hal yang lebih penting dari candaan antara majikan sama pembantu. "
"Hal penting apa? "
" Neng Keysa pulang sama Mas Bryan, tapi mereka seperti nya sedang berantem kembali. Buktinya saat Susi sambut, malah kedua nya cuekin Susi Pak. "
"Mereka itu kenapa sih? baru saja saya senang berharap cucu sedang OTW, ini malah perang dingin lagi. "
"Nanti Bapak tanya in sendiri kalau Bapak pulang, kalau begitu sudah dulu ya Pak. Assalamu'alaikum. "
*****
"Kamu nggak ingin pulang ke rumah Dinas? Padahal Mas berharap kamu pulang kesana. Dan ada niat cari rumah buat kita, biar nggak tinggal di rumah dinas lagi. Mas sudah ada tabungan loh buat beli rumah, bahkan tabungan pendidikan kamu masih ada."
"Lebih baik Mas pulang saja, saya capek ingin istirahat. "
"Ini kan rumah Mas juga. "
"Rumah Ayah. "
"Iya maksud nya rumah Ayah, dan Ayah Mas juga. "
"Terserah, saya capek ngantuk. "
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.