Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Berpisah Lebih Baik


__ADS_3

Bryan mengecup kening Keysa yang kini tengah tertidur pulas, dirinya pun kini ikut berbaring di samping Keysa namun matanya enggan untuk terpejam.


"Maaf kan Mas, mungkin pilihan yang tepat untuk saat ini adalah kita berpisah untuk sementara, kita saling intropeksi, biar ke depan nya kita saling lebih baik lagi." Ucap Bryan mencoba memejamkan matanya.


Keysa membuka matanya, dirinya terjaga saat merasakan Bryan mencium kening Keysa, air mata kembali lolos namun sekuat tenaga dirinya tidak mengeluarkan suara tangis nya dan lebih memilih memejamkan matanya lagi.


Pagi pun datang Bryan dan Keysa sudah bersiap - siap untuk kembali, terlihat mata sembab Keysa yang membuat matanya semakin bengkak.


Bryan hanya diam dan dirinya tahu bahwa istri nya pasti semalam menangis, Mbah Surti mengusap punggung Kesya hingga cucu nya kini menangis.


"Mbah ngerti apa yang kamu rasakan, Mbah nggak akan ikut campur hanya berpesan selagi masih ada jalan keluar. Dan kamu ini sudah beranjak dewasa, masa remaja kamu sudah tidak lagi jadi bersikap lah sesuai apa yang sekarang, dewasa lah. " Ucap Mbah Surti.


"Bryan, Mbah hanya berpesan bila tak sanggup lepaskan cucu Mbah.Tapi selagi bisa di selesai kan, selesai kan lah." Ucap Mbah Surti kembali.


"Saya sudah mengambil keputusan, maaf kan saya Mbah. Terima kasih sudah menerima saya dengan baik, dan maaf mungkin pertemuan pertama ini tak enak, kami juga seharusnya tak menunjukkan pada Mbah. "


"Mbah paham kok, kita semakin menahan nya semakin sakit."


"Kita Pamit Mbah. " Ucap Keysa sambil mencium punggung tangan Mbah Surti.


"Bryan pamit Mbah, jaga diri. " Ucap Bryan mencium punggung tangan Mbah Surti.


"Hati - hati. " Ucap Mbah Surti.


"Assalamu'alaikum." Ucap Bryan dan Keysa.


"Walaikumsalam." Ucap Mbah Surti.


******


"Kita masih setengah perjalanan, Mas nggak mungkin membawa kamu pulang ke rumah Ayah. Sebaiknya kamu tuntaskan tangis kamu, sampai hati kamu lega." Ucap Bryan sambil mengemudikan mobil nya.


"Bawa saya ke rumah Dinas. " ucap Keysa yang terus memalingkan wajah nya.


Bryan diam tak menjawab dan tetap fokus pada kemudi nya.


*****


Braaakkk


Keysa berlari memasuki kamar mereka, tubuh nya dia jatuh kan di atas tempat tidur. Tangis nya pecah dan Bryan tetap membiarkan Keysa meluapkan emosinya sedangkan Bryan duduk di kursi depan meja rias.


"Jujur ini mungkin lebih baik buat kita, lebih baik kita berpisah sementara waktu. Saya tidak akan menceraikan kamu, bila kamu ingin bercerai saya setujui bawa berkas itu dan saya akan siap akan ucapkan kata itu di hadapan kamu. "


Keysa bangun dan membalik kan tubuh nya dan menatap ke arah suaminya yang sedang menatap nya.

__ADS_1


"Berilah saya kesempatan Mas, jangan ceraikan saya, jangan kita berpisah untuk sementara waktu biarkan kita tetap seperti. ini."


"Maaf Mas belum siap menata nya untuk saat ini, mungkin kita lebih baik jadi Sahabat dan sepasang adik kakak. "


Hiks... hiks... hiks..


"Nggak Mas, saya nggak mau hiks.. hiks.. hiks.. "


Bryan mendekati Keysa dan kini Bryan duduk saling berdekatan, tangan Bryan mengusap air mata di kedua pipi nya dan mata.


"Maaf ya, untuk sementara kita sendiri - sendiri saja. Kita nggak tahu lanjut atau tidak, kalau kamu tak kuat kita seperti ini tinggal layang kan saja berkas nya, Mas nggak akan mempersulit semuanya."


Hiks.. hiks.. hiks..


"Nggak Mas, nggak Keysa nggak mau. " Ucap Keysa memegang tangan Bryan dengan terisak.


"Biarkan Mas sendiri, dan disaat kesendirian kita Mas kasih kesempatan untuk kamu pergunakan sebaik - baik nya. Maaf ya, tapi Mas nggak akan lupa dengan tanggung jawab. " Ucap Bryan dengan mata berkaca - kaca.


Hiks.. hiks.. hiks.. hiks...


"Mas jahat hiks.. hiks.. hiks.. "


"Iya Mas jahat. "


Keysa semakin menangis hingga suara hilang, Bryan yang masih tetap berada di samping nya tak tega melihat nya seperti ini. Tapi ini dia lakukan demi masa depan kedua nya dan rumah tangga mereka masing - masing.


"Jangan pergi Mas, jangan tinggalkan saya Mas saya mohon beri saya kesempatan. " Ucap Kesya.


"Maaf, maaf Kesya biarkan Mas sendiri dulu biarkan Mas menenangkan hati dan pikiran."


Hiks.. hiks.. hiks.. hiks..


"Mas jahat. "


******


"Jadi kamu benar - benar kembali kan anak saya?" Ucap Pak Brata.


"Maaf Yah, tapi kam belum bercerai. Saya ingin sendiri dulu dan menenangkan hati dan pikiran. Kami ingin introspeksi diri Ayah, biar kita sama - sama dewasa, dan saya beri Keysa kesempatan. " Ucap Bryan.


"Kenapa kamu tidak ceraikan saja anak saya, kenapa seperti kamu gantung statusnya. "


"Maaf, karena saya masih mencintai Keysa dan Keysa pun sama. Jadi lebih baik seperti ini saja Ayah, maaf bila saya melakukan nya. Tapi bila Keysa minta cerai saya kabulkan. "


"Semoga anak saya segera putus kan."

__ADS_1


*****


"Neng makan dulu yuk? " Ucap Susi sambil membawa sepiring nasi dan lauk.


"Saya nggak lapar Mba, saya hanya ingin Mas Bryan. " Ucap Keysa.


"Neng, sudah tahu kan apa yang di katakan suami Neng. Sekarang Neng makan dan jangan menyiksa. " Ucap Susi.


"Apa wanita seperti saya tidak bisa di kasih kesempatan kedua Mba, saya salah terlalu mengedepan kan ego, saya salah sudah mengecewakan hatinya, saya menyesal Mba untuk pria se sabar Mas Bryan. Tapi kenapa dia nggak mau kita tetap bersama bukan nya mengembalikan saya ke Ayah."


"Tapi suami Neng belum menceraikan Neng loh. "


"Tapi dia menyerahkan nya sama saya Mba, dia menerima keputusan saya kalau saya meminta nya, dan Mba tahu wanita itu tak sanggup seperti ini, dan sampai kapan nya kita tak tahu. "


******


"Jadi kalian cerai? " Tanya Leon.


"Abang kenapa cerai? " Tanya Ibnu.


"Saya nggak cerai hanya sendiri - sendiri saja dulu, kalau dia minta cerai saya kabulkan." Jawab Bryan.


"Tapi istri Abang minta cerai nggak? " Tanya Ibnu.


"Dia tidak mau, dan berpisah seperti saja dia menangis. " Jawab Bryan.


"Kamu jahat Bryan. " Ucap Leon.


"Benar Bang, terlalu sakit, lebih sakit di gantung begini. " Ucap Ibnu.


"Saya nggak menggantung nya. "


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2