Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Memulai Kembali.


__ADS_3

"Jadi kalian pulang duluan? " Tanya Bryan dari sambungan telepon nya.


"Nikmati lah waktu berdua, ajukan cuti dadakan buat on the way Bryan junior. " Jawab Leon dari seberang.


"Bisa saja kalian, makasih banyak ya.. dan sampai kan maaf saya sama Arimbi."


"Siap, nanti kalau sampai saya sampai kan."


"Tolong urus cuti dadakan ini. "


"Siap bos, happy honey moon. "


Bryan pun memutuskan sambungan telepon nya dan berjalan mendekati Keysa yang sedang bersandar di kepala tempat tidur.


"Teman - teman sudah pulang satu jam yang lalu. "


"Loh kok ditinggal sih? " Ucap Keysa sambil membenarkan posisi duduknya.


"Mereka paham kasih waktu buat kita berdua."


"Padahal saya ingin pulang. "


"Kamu nggak ingin kangen - kangen an sama suami hem..? " Ucap Bryan dengan mendekat kan wajah nya ke wajah Keysa sehingga membuat Keysa memalingkan wajah nya.


"Tatap Mas, jangan buang muka begitu nggak sopan. "


Keysa pun mengarahkan wajahnya ke wajah Bryan hingga jarak mereka sangat dekat. Detak jantung kedua nya berdetak kencang, rasa gugup diantara kedua nya melanda.


"Mas nggak ingin buka kado dari Arimbi?" Keysa mengarahkan pandangan nya pada sebuah kado yang berada di atas meja rias.


"Nanti lagi. " Ucap Bryan yang masih menatap intens ke arah Kesya.


"Dia membelinya dengan semangat loh Mas. "


"Jadi kamu tahu isinya dong."


"Tahu lah. "


"Apa? "


"Buka saja sendiri. "


"Mas ingin kamu saja yang buka, atau tidak usah di buka. "


"Nggak menghargai pemberian orang lain."


"Ya nanti Mas buka, sekarang Mas ingin menikmati waktu berdua yang banyak sekali waktu terbuang karena permasalahan kita. Mas ingin kamu menjadi sosok ibu untuk anak - anak Mas, menjadi istri setia disisi Mas. "


"Saya bukan sosok Ibu yang baik dan sempurna, saya sudah menghilangkan nyawanya. "


Cup


Bryan mengecup bibir Keysa, tampak kaget Bryan mengecup bibir nya.


"Jangan bicara seperti itu lagi, Mas nggak suka dan lupakan yang kemarin kita buka lembaran baru. Kita lihat ke depan. "


******


"Mas kenyang sudah jangan suruh makan terus. " Ucap Keysa saat Bryan terus menyuapi nya.


"Kamu dari kemarin Yank belum makan, Mas nggak mau berakhir di rumah sakit." Ucap Bryan yang memegang mangkuk berisi bubur.

__ADS_1


"Iya tapi kenyang, ini perut sudah nggak bisa nampung."


Bryan meletakkan mangkuk di atas nakas samping Keysa.


"Sekarang mau apa lagi? Mas lagi perhatian ini sama kamu. "


"Iya sekarang perhatian besok - besok mulai lagi, pisah lagi. "


Cup


Bryan kembali mengecup bibir Keysa yang seperti jadi candu bagi nya, apalagi beberapa bulan terakhir tak pernah merasakan bibir tipis warna pink milik istri nya.


"Ih.. lagi - lagi ngecup." Ucap Keysa cemberut.


Bryan tersenyum dan mengusap bibir milik Keysa.


"Mas kangen ini, ingin ini, ini. " Ucap Bryan dengan jari telunjuk nya menunjuk pada setiap bagian tubuh Keysa.


"Ih... dasar mesum. " Ucap Keysa dengan menggigit jari tangan Bryan.


"Aawwwwww yank sakit. " Bryan menarik jari nya dari gigitan Keysa.


"Jahat." Ucap Bryan.


"Rasain wleee. " Ucap Keysa sambil menjulurkan lidah nya.


"Nanti bisa Tetanus ini. " Ucap Bryan sambil meniup jari nya yang di gigit Keysa hingga membekas.


"Biarin Tetanus juga rasain, buat orang yang sudah sakit in hati Keysa."


Aaaawww


"Mas.... lepas...!!! " Bryan menyerang tubuh Keysa dengan menciumi lehernya hingga menggigit nya merasakan sangat perih.


"Sekali lagi bilang kayak tadi Mas gigit kamu." Ucap Bryan yang sudah menindih tubuh Keysa.


"Jahat."


Aawwwww


"Sakit Mas...!!! " Teriak Keysa saat Bryan menggigit leher nya kembali.


"Kalau bilang kayak tadi lagi Mas gigit semua tubuh kamu. " Ancam Bryan dengan menarik turunkan alisnya.


Keysa langsung mendorong tubuh Bryan ke samping, sedangkan Bryan masih tertawa melihat ekspresi Keysa yang masih cemberut.


"Yank."


"Apa." Ucap Keysa menoleh ke arah suaminya.


"Mas boleh nggak meluapkan kangen. "


"Ini kan sudah lepas kangen Mas. "


"Mas mau lebih. "


"Nggak kalau yang itu. "


"Dosa yank tolak suami. "


"Mas nggak lihat, tubuh saya tak berdaya, lemas, masih sedikit demam, nafas sesak dan terus ini tubuh sakit semua. Mas mau setelah ini saya di bawa ke rumah sakit dengan di pasang selang oksigen, infus dan..."

__ADS_1


"Stop..!! Sudah cukup bicara nya sekali lagi bicara.. "


"Nanti tak gigit. " Ucap Keysa sambil menunjukkan gigi taringnya.


*****


"Alhamdulillah, kamu hutang penjelasan sama Mertua kamu. " Ucap Pak Brata.


"Saya minta tarik kembali berkas cerai nya." Ucap Bryan dari seberang.


"Berkas kamu dari dulu tak pernah masuk dan di proses, karena Ayah merobek nya. "


"Ayah merobek nya? "


"Iya, kalian itu belum pernah proses cerai. Karena Ayah yakin kalian itu sebenarnya masih saling memberatkan, masih saling cinta buktinya benar kan sekarang kalian ini rujuk kembali, dan kamu juga belum pernah berucap kata talak, lidah kamu saja berat katakan itu apa lagi hati."


"Saya janji Ayah, saya nggak akan mengecewakan Keysa lagi atau menyakiti nya."


"Ayah tidak ingin janji tapi bukti. "


"Siap Komandan, saya akan buktikan seperti cinta saya pada Ibu Pertiwi. "


Pak Brata tersenyum saat setelah menerima telepon dari Bryan, senyum seorang Ayah tampak menghiasi siang hari yang cerah.


"Pak, kok senyum - senyum sendiri. Bapak nggak apa - apa kan? " Ucap Susi sambil meletakkan kopinya di atas meja.


"Kalau orang sedang senyum tanda nya apa Susi? " Tanya Pak Brata.


"Tanda nya sedang bahagia Pak. " Jawab Susi.


"Nah.. tuh tahu, hari ini saya sedang bahagia."


"Bahagia kenapa? "Tanya Susi penasaran.


" Keysa sama Bryan kembali." Jawab Pak Brata.


"Yang benar Pak? " Ucap Susi tak percaya.


"Benar saya tidak bohong. " Ucap Pak Brata.


"Alhamdulillah Pak, berarti sebentar lagi Bapak punya cucu. " Ucap Susi.


"Kita Susi, kita punya Cucu. "


"Kita Pak??? "


"Hah.. kita!!! " Ucap Pak Brata memegang mulut nya.


"Halah... gara - gara kamu Sus ini lidah kesletot. " Ucap Pak Brata.


"Heeeeee... cucu kita ya Pak, jadi kita ini sekarang itu.. " Ucap Susi sambil tersenyum.


"Apa..?? Jangan mimpi kamu, bisa - bisa kamu kena amuk anak saya godain saya." Ucap Pak Brata dengan memalingkan wajah nya.


"Tapi Bapak grogi loh sekarang lihat saya." Ucap Susi semakin meledek.


"Siapa yang grogi? Kamu nya saja gagal fokus."


"Gagal fokus gimana Pak, dari tadi begini saja. "


"Ah... sudah sana balik ke dapur. "

__ADS_1


"Iya Pak, Susi balik ke dapur. "


__ADS_2