Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Belajar Dari Kesalahan


__ADS_3

Bryan membuang semua makanan yang di atas meja makan, pakaian yang di jemur pun Bryan bilas kembali di mesin cuci, hingga lantai yang sudah di pel pun di pel kembali.


Keysa hanya dudu bersila dengan raut wajah kesal nya saat suami nya mengulang semua pekerjaan yang di lakukan oleh Keysa.


Bryan saat mengepel melirik ke arah istri nya yang terus menatap tajam.


"Seperti ini Yank orang ngepel, pakai pembersih lantai nya secukupnya seukuran tutup botol , boleh lebih di sesuai kan air nya. Sama cuci baju juga pakai sabun seperlunya saja, dan jangan lupa di bilas lalu di kering kan. Begitu juga masak pakai minyak secukupnya dan api sedang di sesuaikan pada saat masak nya. Ini sih bukan suami malah memuji tapi memprotes, dan nggak lihat apa tadi Mas sampai muntah gara - gara enek kebanyakan minyak." Ucap Bryan sambil mengepel lantai.


"Sudah Mas nyanyi nya? " Sindir Keysa.


"Nggak nyanyi tapi nyinden. " Ucap Bryan yang terus mengepel.


"Perhatikan kalau suami lagi ngepel, nyuci masak jangan sok bisa."


"Kan namanya juga baru belajar ini semua demi suami, malah suaminya nggak ada akhlak."


"Nggak ada akhlak bagaimana sayang, kalau nggak di ulang ini ngepel, nyuci sama Masak kamu mau makan hah... suami sampai muntah saja kamu nggak mau cicipi. Sudah untung suami kamu nggak masuk UGD atau langsung masuk ke liang lahat, masih kurang apa nya coba jadi kelinci percobaan masih di bilang suami nggak ada akhlak." Ucap Bryan membawa ember dan kain pel nya ke kebelakang.


"Mas." Ucap Keysa mengikuti suaminya yang sedang membersihkan alat pel.


"Apa." Ucap Bryan.


"Lapar." Ucap Keysa dengan rengekan manjanya.


"Masak sana, di kulkas ada apa saja." Ucap Bryan yang masih fokus membersihkan alat pel nya.


"Di kulkas kan telor doang. "


"Ya sudah sana kamu pintar kan masak telor."


"Mas."


"Apa sih Yank. "


"Makan di luar. "


Bryan menyudahi pekerjaan nya, dan berjalan mendekati Keysa.


"Mau makan apa? "


"Makan apa saja, yang penting makan sama Mas. "


"Ya sudah Mas mandi dulu, tapi tadi Mas masak orak arik tempe loh. " Ucap Bryan.


"Nggak mau, pengen makan di luar."


"Ya sudah tunggu ya, kamu siap - siap."


*****


Keysa dan Bryan pun mengelilingi kota dengan motor nya, Bryan berhenti tepat di penjual empal sapi.


"Suka nggak?"


"Ya boleh."


Bryan dan Keysa berjalan bergandengan tangan memasuki warung makan empal sapi. Dan memilih tempat di pojokan.

__ADS_1


"Bu Empal sapi nya 2 porsi." Ucap Bryan pada pejual Empal Sapi.


"Tunggu sebentar ya pak. "Ucap nya.


"Yank mau minum apa?" Tanya Bryan pada Keysa.


"Mas minum nya Es teh manis saja. " Jawab Keysa.


"Bu minum nya Es teh manis dua ya. " Ucap Bryan.


"Baik Pak. " Ucap penjual Empal Sapi.


Empal Sapi 2 porsi pun datang dengan 2 gelas Es teh manis, Keysa pun yang sejak tadi terasa lapar terobati langsung dengan lahap makan nya.


"Jangan buru - buru makan nya, Mas nggak akan minta jatah kamu." Ucap Bryan sambil mengelap sudut bibir Kesya.


"Habis enak Mas terus pas lagi lapar." Ucap Keysa.


Rambut Keysa yang tak ikat membuat susah saat makan, Bryan menggulung rambut Keysa ala gelungan hingga ke atas tengkuk leher nya, dengan mengeratkan rambut dengan rambut lain nya.


Bryan tersenyum ke arah Keysa yang sedang makan, dan Bryan pun makan dengan lahap juga.


*****


"Mas, kita kemana lagi? " Tanya Keysa sambil memeluk tubuh Bryan dari belakang dengan menempel kan dagu nya di bahu Bryan.


"Sayang mau kemana?"


"Nongkrong di Alun - alun yuk."


"Ok kita meluncur kesana."


"Mas ramai ya. "


"Iya, kamu sering nongkrong disini?" Tanya Bryan.


"Nggak pernah, Ayah nggak bakalan ijin kan Keysa keluar malam." Jawab Kesya.


"Mas sering nongkrong disini kalau sedang lepas sama Ibnu dan Leon, kadang kalau ikut patroli malam paling suka tuh mobil berhenti di ujung jalan sana." Tunjuk Bryan.


"Mas boleh tanya nggak? "


"Tanya apa? "


"Cinta pertama Mas siapa?"


Bryan diam tak menjawab dan terus menatap musisi jalanan yang sedang bernyanyi.


"Apa Cinta pertama Mas itu saya?" Ucap Keysa sambil tersenyum ke arah Bryan yang terus menatap ke arah musisi Jalanan yang bersuara merdu.


"Nggak usah bahas masa lalu, buat apa bahas yang tidak berguna." Ucap Bryan.


"Ya ingin tahu saja, ehm.. kalau saudara - saudara Mas masih ada kan? Kenalkan dong Mas, Keysa juga ingin main ke tempat kelahiran Mas. "


"Nggak ada yang menarik untuk ikut pulang kampung sama Mas, dan Kampung halaman Mas ya disini nggak ada lagi."


"Tapi Mas kan punya daerah asal."

__ADS_1


"Mas tidak akan pernah kembali ke sana, sudah 7 tahun Mas tidak menginjak kan kaki ke sana."


"Tapi Keluarga besar sudah tahu kan Mas Menikah?"


"Kenapa tanya itu? Mas bilang nggak ada yang menarik. "


"Mas itu aneh seolah menutupi jati diri Mas."


Bryan memegang tangan Keysa dan menatap ke arah istri nya.


"Percaya Mas itu bukan pria brengsek, nggak ada masa lalu yang sampai terbawa ke pernikahan kita. Ibu Mas sudah meninggal dunia hanya tinggal Ayah yang sudah menikah lagi, tapi hubungan Mas sama Ayah tidak begitu erat." Ucap Bryan.


"Kenapa? " Tanya Keysa.


"Maaf Mas tidak mau membuka luka, yang penting rumah tangga kita bahagia dan kamu harus percaya sama Mas." Jawab Bryan.


"Iya, saya percaya kok sama Mas Bryan."


"Terima kasih sayang."


Bryan menarik Keysa kedalam pelukan nya dengan mencium pucuk kepala Keysa.


*****


"Sandi."


"Hi." Sapa Sandi.


"Kamu kok tahu saya tinggal disini?" Tanya Keysa.


"Kata Asisten rumah tangga Ayah kamu tinggal di Asrama Polisi." Jawab Sandi.


"Masuk yuk." Ucap Keysa.


"Suami kamu jam berapa pulang?"


"Jam 4 sore dia pulang, nanti malam ada piket berangkat jam 8 malam sampai shubuh."


"Mau minum apa?"


"Nggak terima kasih, hanya saja saya kangen sama kamu. "


"Jangan begitu lah, kalau dengar suami saya bisa di hajar kamu."


Hahahahaha


"Bisa saja."


"Kamu apa kabar?" Tanya Keysa.


"Alhamdulillah baik, saya senang bisa lihat kamu lagi. Semoga kita bisa berkumpul lagi." Jawab Sandi.


"Saya apa kata Ayah sama suami saya saja nanti pindah sekolah atau home schooling, karena ya tahu sendiri." Ucap Keysa.


"Anak yang menyiram kamu sudah di skors, dan teman se angkatan kita pun kena sanki dan itu pun telah di setujui oleh wali murid setelah di berikan bukti rekaman CCTV. Mereka di hukum setiap berada di sekolah harus menggendong batu bata sebanyak 5 bata."


"Sungguh tak sebanding." Ucap Keysa.

__ADS_1


"Tapi akhirnya sekolah memberikan hukuman juga."


__ADS_2