
"Jadi kamu sudah ambil cuti sekarang? " Tanya Septi.
"Ini iya nih sudah 2 hari rasanya nggak enak banget perut nya. " Jawab Keysa.
"Semoga sehat semua dan lancar sampai persalinan. "
"Amin.. makasih. "
"Yank, sudah selesai pengajuan cutinya?" Tanya Bryan menghampiri Keysa.
"Sudah Mas, jadi cuti 2 semester. " Jawab Keysa.
"Septi kami duluan pulang dulu ya. " Ucap Bryan.
"Hati - hati. "Ucap Septi.
" Ehm.. Septi, seperti nya kamu harus tahu. " Ucap Keysa menahan kedua kakinya untuk melangkah.
"Apa itu? " Tanya Septi penasaran.
"Arimbi istri Pak Bowo. " Jawab Keysa.
"Apa nggak salah dengar saya ini. "
"Fakta, tanya saja sama Mas Bryan. "
"Apa itu benar Bang? " Tanya Septi.
"Benar, lebih baik kalian stop bahas Arimbi. Mending kalian urus masalah masing - masing, ok. " Jawab Bryan.
****
"Apa kita ke rumah Ayah saja, biar kalau ada apa - apa bisa minta tolong sam Mba Susi. " Ucap Bryan sambil mengusap perut Keysa yang kini sedang berbaring di tempat tidur.
"Bawa rasanya nggak bisa buat jalan jauh Mas. " Ucap Keysa yang sedikit menahan sakit.
"Yang dirasakan apa? "
"Kencang sama sedikit nyeri."
"Ke rumah sakit mau? "
"Nggak sanggup Mas di jalan nya. "
"Terus bagaimana? Kalau seperti ini Mas tidak bisa meninggal kan kamu sendiri di rumah. Malam ini Mas piket. "
"Berangkat saja. "
"Nggak, Mas piket baru pulang pagi nya. Mas akan hubungi Mba Susi."
Bryan pun membuka ponsel nya mencari kontak nama Susi di ponsel nya.
Sedangkan Keysa sudah merasakan tak nyaman dan selalu bergonta ganti memiringkan tubuhnya.
"Mas."
"Ya." Bryan menaruh kembali ponsel nya di saku celana nya.
"Kok tambah mulas ya. "
"Yang benar Yank, jangan bikin Mas panik."
"Benar Mas, mulas banget. "
__ADS_1
"Kamu baru saja 7 bulan Yank. "
"Benar Mas mulas banget. "
"Kita ke rumah sakit, Mas nggak ingin kamu dan calon anak kita kenapa - napa."
Bryan dengan segera mengangkat tubuh Keysa dan di bawa ke dalam mobil untuk menuju rumah sakit.
*****
Susi segera menyusul ke rumah sakit saat tahu kabar bahwa Keysa di larikan ke rumah sakit. Aldo dan Fahiza pun segera ke rumah sakit saat tahu Keysa merasakan sakit.
"Bagaimana kondisi Keysa? " Tanya Aldo pada Susi.
"Mas Bryan di dalam Mas Aldo. " Jawab Susi.
"Tapi Keysa nggak apa - apa kan? " Tanya Fahiza yang panik.
"Saya juga nggak tahu Mba, saya datang Mas Bryan sudah di dalam sama Neng Keysa." Jawab Susi.
Bryan terus menemani Keysa, nafas Keysa yang sudah mulai sesak di bantu oleh alat bantu pernafasan.
"Mas." Ucap Keysa pelan.
"Iya sayang Mas disini. "
"Jangan pergi. "
"Mas nggak akan pergi . "
"Maaf Pak, setelah hasil pemeriksaan istri Bapak mengalami kram perut secara tiba - tiba dan mengakibatkan sesak. " Ucap Dokter.
"Kondisi anak saya bagaimana? Soalnya merasakan mulas. "
"Terima kasih Dok. " Ucap Bryan.
"Kalau begitu, tinggal menunggu untuk di pindah ke kamar rawat."
"Baik Dok. "
*****
"Alat bantu nafas nya belum bisa di lepas? " Tanya Aldo.
"Keysa masih merasakan sesak, untuk kram nya sudah sedikit hilang." Jawab Bryan.
"Tapi Bayi nya sehat kan? "Tanya Fahiza.
" Sehat, bayinya sehat. " Jawab Aldo.
"Alhamdulillah kalau sehat, semoga Keysa cepat sembuh." Ucap Fahiza.
****
"Mas....!!! "
"Mas....!!! "
Bryan langsung bangun dari tidur nya saat Keysa berteriak.
"Kenapa Yank? " Tanya Bryan panik dengan nyawa yang masih belum terkumpul.
"Mas basah. " Jawab Keysa panik.
__ADS_1
"Ya Allah yank, ini apa yank. Kamu nggak mengompol kan? "
"Seperti nya ketuban nya pecah. "
"Mas panggil Dokter dulu. "
***
"Pak, istri nya harus segera di beri tindakan. Proses persalinan normal tak mungkin karena kondisi istri Bapak, dan saya saran kan untuk di operasi cesar. "
"Baik Dok, selamat kedua nya. " Ucap Bryan.
"Kalau begitu Bapak selesaikan dulu administrasi nya, kami akan segera siapkan proses cesar nya. "
" Baik Dok. "
Bryan pun segera mengurus administrasi nya, rasa panik dan cemas pun melanda. Susi pun tak berhenti berdoa saat proses operasi sedang berjalan.
"Mba Sus, kalau seperti ini saya kasihan melihat Keysa melahirkan belum waktunya apalagi kondisi nya. " Ucap Bryan.
"Pasti kedua nya baik - baik saja. " Ucap Susi.
"Amin... ya Allah. "
Dokter pun keluar dan Bryan segera mendekati Dokter yang menangani proses kelahiran putri nya.
"Dokter bagaimana istri dan anak saya? " Tanya Bryan.
"Alhamdulillah anak Bapak sehat, lahir sempurna. Selamat anak Bapak perempuan, tapi untuk istri Bapak. " Jawab Dokter menatap sedih ke arah Bryan.
"Istri saya bagaimana Dok? " Tanya Bryan.
"Istri Bapak mengalami pendarahan hebat, dan kondisi nya kini. " Jawab Dokter terputus.
" Kondisi nya bagaimana Dok? "Tanya Bryan panik.
" Maaf Pak. "
Bryan menatap ke arah Dokter dengan mata berkaca - kaca dan sedikit lemas.
"Lebih baik Bapak lihat kedalam."
Bryan segera masuk kedalam ruangan khusus, terlihat tubuh Keysa yang tak bergerak. Air mata pun keluar begitu saja, saat melihat Keysa memejamkan matanya dengan wajah yang tampak pucat.
"Sayang, bangun. Apa kamu tidak ingin melihat putri kita." Ucap Bryan mengusap wajah Keysa.
"Kamu jangan tidur terlalu lama, Mas nggak mau kamu tidur terus. Kamu cepat bangun sayang. "
Bryan mengecup kening Keysa lalu turun ke bibir nya, dan membelai lembut pipi istri nya.
"Mas nggak akan tinggalkan kamu, seperti yang kamu minta. Jadi kamu pun jangan tinggalkan Mas. "
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Sambil nunggu Up lagi, yang belum mampir karya baru, mampir ya... ke " Sang Ajudan"