
"Septi kamu sudah selesai tugas mata kuliah Myob dan Dreamweaver? " Tanya Keysa sambil membuka laptop nya.
"Yang Myob dong, saya masih belum paham." Jawab Septi.
"Saya ajari ya. " Ucap Keysa yang sudah membuka program Myob.
"Hi... guys. " Sapa Arimbi langsung duduk di depan Kesya dan Septi.
Namun sapaan Arimbi tak di balas oleh kedua nya dan memilih untuk mengerjakan tugas.
"Kalian sedang apa sih? " Tanya Arimbi.
"Kamu nggak lihat kita sedang mengerjakan tugas. " Jawab Septi dingin.
"Memang nya belum ya? " Ucap Arimbi.
"Kalau sudah tahu kenapa kamu nanya. " Ucap Septi.
"Kamu kenapa sih ketus begitu? " Tanya Arimbi kesal.
"Sorry ya sibuk. " Jawab Septi.
"Oh.. jadi sekarang kamu ikut - ikut an memusuhi saya gara - gara perempuan di samping kamu. Ok kalau itu mau kamu, kita musuhan. "
Keysa mengangkat wajah nya dan tersenyum sinis ke arah Arimbi, sedangkan Arimbi sudah ingin mengajak perang.
"Disini ini yang memulai itu siapa? Kami atau kamu? Kamu nggak sadar apa siapa yang memulai, kalau kamu nya nggak seperti ini kamu masih jadi teman kami. Makan nya jadi orang sadar diri, nggak usah kepedean dan ke geer an. "
"Kamu sindir saya nih ceritanya, ok kalau kamu seperti itu. "
"Fakta, saya sindir kamu secara fakta bukan lagi kepalsuan."
"Sudahlah Keysa jangan kamu ladenin dia, kalau kita ladenin sama saja kita itu seperti dia." Ucap Arimbi.
*****
"Mas kita mau kemana? " Tanya Keysa saat Bryan sudah mengemudikan mobil nya namun beda arah.
"Kita lihat rumah. " Jawab Bryan.
"Mas nggak ke Polres lagi? "
"Mas ijin ingin langsung DP rumah, terus proses akad, mudah - mudah an saja proses bank nya cepat Mas kan nggak punya hutang di bank. "
"Mas nggak apa - apa cicil, kalau ada uang kenapa beli cash? "
"Kita belum tahu ke depan nya, insya Allah Mas mampu dan kalau ada rejeki Mas akan lunasi. Mas nggak mau kita bolak - balik rumah Ayah, rumah Dinas mending kita ambil KPR. "
"Saya sih nurut kata Mas saja."
Bryan tersenyum dan mengusap rambut Keysa, istri nya pun membalas dengan langsung menggenggam tangan Bryan.
****
"Terima kasih Pak, semoga rumah nya nyaman, Bapak Ibu bisa tidur dengan nyenyak. Dan ini kuncinya. " Ucap pihak pemasaran.
"Terima kasih Mba, saya senang bisa menjadi bagian dari komplek perumahan disini. " Ucap Bryan sambil tersenyum.
__ADS_1
"Sama - sama Pak, dan bila ada sesuatu keluhan Bapak bisa langsung hubungi saya di nomer kontak tersebut."
"Siap Mba, sekali lagi terima kasih. "
"Mas bohongi saya!! " Ucap Keysa kesal saat tahu rumah yang di beli nya lunas bukan lagi kredit.
"Kenapa sih sayang hem, kamu nggak suka." Ucap Bryan sambil menarik pinggang Keysa.
"Kenapa nggak jujur kalau rumah nya beli lunas. "
"Mas sengaja kasih kejutan buat kamu."
"Nggak lucu kejutan nya. "
"Oh iya, padahal ini rumah sudah di balik nama loh atas nama kamu. "
"A - apa Mas, atas nama saya? " Tanya Keysa dengan mengedip - kedip kan kedua matanya.
"Iya, padahal Mas ingin memberikan hadiah rumah ini untuk kamu sayang. " Jawab Bryan.
"Ah.... makasih sayang. " Ucap Keysa langsung memeluk tubuh Bryan.
"Sama - sama sayang, kamu suka kan sama tipe dan model nya? "
"Suka banget Mas, makasih."
"Sudah makasih saja gitu? "
Keysa tersenyum lalu menjinjitkan kedua kaki nya dan mengecup bibir Bryan.
Keysa pun kembali menjinjitkan kedua kakinya dengan mengalungkan kedua tangan nya di leher Bryan mencium bibir Bryan, ciuman Kesya pun di balas nya dengan di ***** nya.
*****
"Bang...!! " Panggil Arimbi yang sudah berdiri di teras depan rumah Dinas.
"Kamu ngapain kesini? " Tanya Arimbi.
"Ini dari Mamah, Abang kok pulang nya sore banget hampir mau maghrib." Tanya Arimbi.
"Eh... ada tamu, Mas jangan di bawa masuk ya. " Ucap Kesya.
"Saya sebentar kok hanya kasih titipan Mamah saja, ada bolu karamel kesukaan Abang. Dan Papah nanyain Abang , Mamah Papah juga mengundang makan malam. "
Bryan melirik ke arah Keysa dengan menerima bolu karamel pemberian Mamah Arimbi.
"Sampai kan sama Mamah terima kasih untuk kiriman bolu nya, tapi untuk makan malam nggak bisa karena banyak acara." Ucap Bryan.
"Yah, padahal sangat berharap datang. "
"Maaf ya. "
"Sudah sore, pulang sana. Biasanya kalau waktu maghrib itu, anak gadis nggak boleh masih di jalan katanya bakalan di culik sama wewe gombel buat di jadikan teman nya." Ucap Keysa dengan menyilang kan kedua tangan nya.
"Sejak kapan ya wewe gombel berganti menculik anak gadis? Yang saya tahu itu menculik anak - anak. "
"Sejak saya yang jadi Wewe gombel nya karena sudah berani mengusik kedamaian dan ketentraman rumah tangga keluarga Bryan Teguh Wicaksana." Ucap Keysa dengan menekan kan nama Bryan.
__ADS_1
Arimbi lalu bergegas pulang namun menyempatkan diri memberikan senyuman pada Bryan, sedang kan Bryan hanya membalas nya menganggukkan kepalanya.
"Kok nggak pernah bilang kalau suka bolu karamel? " Tanya Keysa.
"Karena nggak pernah tanya. " Jawab Bryan sambil meletakkan bolu karamel dalam kotak di atas meja makan.
"Seberapa dekat dengan eks calon mertua? " Sindir Kesya.
"Seberapa dekat ya, seperti nya dekat nya antara jarak 10 meter deh. " Ucap Bryan dengan membalas santai.
"Ih... nyebelin tahu. " Ucap Keysa langsung mengambil pisau dan membuka kotak yang berisi bolu lalu mengiris bolu karamel tersebut dengan asal dan memasukan ke dalam mulut Bryan.
"Mmmm.... Yank uhuk... uhuk.... puih.. "
Bryan langsung menuangkan segelas air putih yang berada di samping nya.
"Nggak sopan banget sih? " Bentak Bryan.
"Hah... apa, nggak sopan? Mas tadi bentak saya. Mas nggak ingin tahu kah, seberapa dekat saya sama Kak Aldo? " Ucap Kesya sambil berkacak pinggang.
"Nggak mau tahu dan nggak peduli. " Ucap Bryan sambil melangkah meninggal kan Kesya.
"Serius."
"Iya."
"Padahal waktu Kak Aldo ulang tahun sweet seventeen nya dia cium saya loh. "
Bryan berhenti dan memutar tubuh nya dengan berkacak pinggang.
"Kalau mau memanasi, Mas juga sama Arimbi sudah ciuman bibir, puas kan sekarang. "
Aaarrrrrggghhhh
"Mas.....!!!! "
Hahahahhahah
"Makan tuh cemburu. " Ucap Bryan langsung berlari masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu.
"Mas.... buka....!!! "
"Nggak mau, ada wewe gombel ngamuk. " Ucap Bryan dari dalam kamar.
"Apa kamu bilang tadi Mas, mengatakan saya wewe gombel. Berati selama ini kamu menikah dengan wewe gombel, Mas juga nggak jauh beda sama buta ijo dong. "
Ceklek
Bryan membuka pintu kamarnya dan berkacak pinggang di depan Kesya yang sedang menyilang kan kedua tangan nya.
"Jayus tahu bercanda nya. " Ucap Bryan
Braaakkk
Bryan kembali menutup pintu kamar nya.
"Mas.. saya pergi dulu ke rumah Kak Aldo ya..!!! "
__ADS_1