
"Ayah, minggu depan nggak lupa kan? " Ucap Keysa sedang bergelayut di lengan Pak Brata tengah sedang menonton televisi.
"Minggu depan saat nya Ayah transfer jatah bulan an kamu kan? " Ucap Pak Brata sambil fokus ke arah televisi.
"Ish... Ayah bukan itu, minggu depan Keysa ulang tahun. Ayah bisa kan kasih hadiah itu?"
"Jam tangan limited edition, tambah uang Jajan atau jalan - jalan keluar negeri? "
"Bukan Ayah, Keysa minta nikah sama Mas Bryan. " Ucap Keysa semakin kencang memeluk lengan Ayah nya.
"Maaf Keysa kalau yang ini Ayah nggak bisa. Dan seperti biasa kamu rayakan sama teman - teman seperti tahun - tahun kemarin nanti seperti biasa Ayah transfer. "
"Keysa tetap ingin nikah, kalau nggak Keysa akan pergi dari rumah."
"Mending kamu pergi yang jauh dari pada kamu minta nikah. "
"Kok Ayah tega mengusir Keysa, apa Ayah lupa kalau Keysa anak Ayah. Atau jangan - jangan Keysa anak pungut?"
Aaaawwww
"Sakit."
Pak Brata mencubit pipi Keysa sangat keras sehingga memerah.
"Kalau ngomong mulut kamu renyah nya kayak kerupuk."
"Habis minta nikah saja nggak boleh."
"Sudah masuk kamar Sana, belajar yang benar. "
Keysa pun dengan cemberut berjalan masuk kedalam kamar nya. Sedang kan Pak Brata hanya mengusap dada nya.
"Maaf kan Saya Tina, kalau Saya tidak bisa mendidik Keysa dengan baik. "
*******
"Ponsel kamu bunyi terus tuh." Ucap Leon saat melihat ponsel di samping Bryan bergetar.
"Biar kan saja. " Ucap Bryan sambil menggerakkan stik PS nya.
"Kamu masih dekat sama Kamila?"
"Masih, setelah lulus Saya akan kirim dia ke Reno."
"Dia lebih baik di bawah asuhan Reno kakak nya. " Ucap Leon sama seperti Bryan yang fokus pada permainan game PS nya.
"Kalau Keysa bagaimana? "
"Ah anak itu, bikin hari - hari Saya ilfil sama dia. "
******
"Hari ini lepas, soalnya tadi malam ada tugas baru selesai shubuh. "
"Tinggal nya dimana ya? " Tanya Keysa pada teman Bryan di ruangan nya.
"Tinggal di Asrama Polisi." Jawab nya.
__ADS_1
"Makasih." Ucap Keysa yang langsung menaiki taksi online nya menuju ke arah Asrama Polisi.
"Rumah nya yang mana ya? " Ucap Keysa sambil menatap deretan rumah yang berjejer rapih.
"Tadi lupa nanya. " Keysa pun terus berjalan masuk ke komplek Asrama dan saat itu ada ibu - ibu yang sedang menggendong anak nya.
"Maaf bu permisi, Saya ingin tanya rumah nya mas Bryan yang mana ya? "Tanya Keysa.
" Oh itu ada belokan nanti ada rumah yang ketiga sebelah kiri." Jawab nya.
"Makasih bu. "
Dengan semangat Keysa berjalan sambil membawa kotak makan untuk Bryan, padahal hari sudah siang dan jam sekolah pun sudah masuk.
Tok
Tok
Tok
"Iya sebentar. " Ucap Bryan terdengar sedikit lemas.
Ceklek
"Hallo... mas. " Sapa Keysa dengan senyum lebar nya.
Mata Bryan yang tadi mengantuk tiba - tiba hilang saat melihat Keysa berdiri di depan pintu rumah nya.
"Ka - kamu tahu dari siapa rumah Saya disini?" Tanya Bryan yang saat itu hanya menggunakan kaos lengan pendek dan celana kolor.
"Tanya sama teman satu ruang Mas. "
"Kamu lihat jam berapa? " Tunjuk Bryan pada jam dinding di tembok rumah nya.
"Tahu jam 8 hari ini Saya nggak masuk, sudah Saya kirim pesan guru piket nya." Ucap Keysa.
"Nggak di suruh masuk mas? " Tanya Keysa.
"Masuk." Jawab Bryan malas.
Keysa pun masuk menatap isi rumah yang begitu sangat rapih dan wangi pengharum ruangan.
"Mas sarapan belum? " Tanya Keysa.
"Belum." Jawab Bryan.
"Ini buat Mas. "
Bryan menatap ragu isi di dalam kotak makan yang di bawa Keysa, dan seakan Keysa meminta untuk membuka nya.
Saat membuka terlihat sebuah nasi goreng dengan minyak yang sangat mengkilat dan kecap yang sangat hitam pekat menempel pada nasinya.
"Mas cicipi enak tahu. "
"Heh.. enak apaan ini, makanan apa kucing saja kayak nya bakalan muntah." Ucap Bryan menutup kembali kotak makan tersebut.
"Ini Saya yang buat loh mas. "
__ADS_1
"Kamu sebenarnya bisa masak nggak sih? kalau nggak bisa masak nggak usah capek - capek tenaga kemari. Terus Keysa, mas mohon tolong jangan begini, mas ibarat kalau sedang uji nyali sudah melambaikan tangan untuk minta berhenti mengikutinya. Kamu paham kan maksud nya, dan Saya itu capek baru pulang shubuh dan kamu kesini malah menambah mood Saya rusak apalagi dengan makanan yang mau buat kolesterol Saya tinggi."
Keysa hanya diam dan menunduk, lalu mengambil kotak makan yang dia bawa.
"Jadi nggak mau? "
"Iya nggak mau, terus kamu pulang ya nggak baik bertamu di rumah pria yang bukan apa - apa nya. "
"Padahal Saya setiap hari kasih sarapan pagi ini buat Mas Bryan ikhlas. Terus Keysa sedang belajar untuk jadi istri Mas Bryan. Mas harus tahu Kesya ingin menikah sama Mas berharap ulang tahun ke 18 tahun ini bisa jadi istri Mas Bryan. "
Bryan mengusap dada nya dan langsung memijat kening nya yang tiba - tiba pusing.
"Sekarang Mas putuskan saja, maaf kata maaf mas katakan, Saya hargai perasaan kamu kita teman saja ya lebih baik jadi teman atau saudara. "
Hati Keysa merasakan sangat sakit, tiba - tiba matanya berkaca - kaca dan tak berani menatap ke arah Bryan. Tangan Kesya meremas kotak makan nya hingga butiran bening jatuh ke punggung tangan nya.
"Ka - kamu menangis Keysa? " Tanya Bryan yang melihat setetes air di punggung tangan nya.
"Keysa pamit ."
Keysa langsung berlari keluar dan sebelum meninggal kan rumah Bryan , Keysa melempar kotak makan nya di tong sampah depan rumah Bryan.
Hal itu tak luput dari pandangan mata Bryan, Keysa lari hingga sampai belokan rumah nya terus berlari.
"Apa Saya menyakiti hati dia. " Ucap Bryan lantas menuju tong sampah dan mengambil kotak makan tersebut yang sudah tumpah isi nya.
"Maaf kan Mas kalau kasar."
******
"Bapak... pak...!!! " Teriak Susi dari dalam kamar Keysa.
"Ada apa sih? " Ucap Pak Brata masuk kedalam kamar Keysa.
"Neng Keysa sakit demam tinggi."
"Demam nya tinggi sekali Susi."
"Apa harus di bawa ke rumah sakit? "
"Iya, kita ke rumah sakit sekarang. "
******
"Siapa yang kasih tahu alamat Saya sama anak SMA itu? " Tanya Bryan pada teman - teman nya di ruangan.
"Saya Bang yang kasih tahu, memang kenapa?" Tanya Ibnu.
"Saya katakan sama kamu, kalau dia kemari Saya sedang lepas atau gimana jangan kasih tahu bilang saja tidak tahu." Jawab Bryan dengan penekanan.
"Maaf Bang."
"Ini berkas nya. " Ucap Leon datang sambil menyerahkan berkas nya pada Bryan.
"Kok cepat sudah di tanda tangani ya. "
"Belum, Pak Kapolres ijin menemani anaknya di rumah sakit. "
__ADS_1
"Hah.. rumah sakit!! "