Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Demi Suami


__ADS_3

"Nanti mau pulang atau di sini dulu?" Tanya Bryan yang sedang menyisir rambut nya.


"Disini aja dulu."Jawab Keysa.


" Ya sudah nanti Mas bawa sebagian pakaian kesini ya. "


"Iya, nanti besok lepas bukan?"


"Iya nanti malam piket, besok nya lepas."


"Kalau begitu pulang saja."


"Mau pulang sekarang atau nanti? Kalau sekarang mumpung Mas belum telat." Ucap Bryan.


"Sekarang aja deh nggak apa - apa, tapi sarapan dulu. " Ucap Keysa langsung bersiap - siap. "


"Lama Yank, belum kamu dandan terus sarapan."


"Bawa ke Polres aja ya di dalam kotak makanan."


"Iya begitu saja, Mas ke luar dulu mau sama Ayah. "


"Iya Mas. "


******


"Bagaimana sudah kasih tahu masalah sekolah nya?" Tanya Pak Brata sambil menyeruput kopi nya.


"Tadi malam belum sempat bicara Yah." Jawab Bryan.


"Memangnya tadi kamu ngapain saja sama Keysa? Hal penting kamu tak dahulukan."


"Ayah seperti nggak pernah pengantin baru saja. "


"Maksudnya kamu apa nih?" Tanya Pak Brata dengan nada meninggi.


"Ehm.. anu Yah, itu anu... " Jawab Bryan sambil menggaruk tengkuk leher nya.


"Mas yuk kita jalan." Ucap Keysa menyelamatkan Bryan dari amukan Pak Brata.


Bryan mengusap dada nya, bila berkata terus terang mungkin pagi - pagi sudah mendengarkan nyanyian dari suara merdu Pak Brata.


"Yuk Yank, Ayah kami pamit dulu. " Ucap Bryan mengulurkan tangan nya untuk bersalaman.


"Eh nanti dulu kamu cerita tadi malam ngapain saja sama anak saya?" Tanya Pak Brata yang masih penasaran.


"Maksudnya Ayah apa?" Tanya Keysa.


"Masalah sekolah kamu Yank, Mas belum bicara sama kamu." Jawab Bryan.


"Oh itu, terserah Ayah sama Mas Bryan saja." Ucap Keysa.

__ADS_1


"Bukan itu, kenapa tadi malam nggak bilang hal penting ini. "


"Sudah dulu Ayah sudah siang." Ucap Bryan langsung mencium kembali punggung tangan Pak Brata di ikuti oleh Keysa.


Bryan langsung menarik tangan Keysa menuju ke motor nya, sedang kan Pak Brata masih ingin tahu apa yang terjadi tadi malam.


"Ayah kamu itu aneh, kepoan masa mau Mas cerita tadi malam kita ngapain. " Ucap Bryan sambil memakai kan helm di kepala Keysa.


"Memang Ayah tanya apa? " Ucap Keysa.


"Ayah tanya kenapa hal penting masalah sekolah kamu nggak langsung di bicarakan tadi malam ngapain saja Mas sama Kamu masa Mas harus cerita. "


"Ya Mas nya lagi seperti nggak ada kata - kata lain saja, otak nya kesitu terus pikiran nya. Sudah tahu punya mertua kepo an menantu nya ya sebelas dua belas."


"Kok di samain sih Yank. "


"Ya habis, sudah akh cepetan."


******


"Saya berani bersaksi Bu Pak, bukan karena sekarang saya dekat dengan Keysa akhir - akhir ini." Ucap Sandi.


"Kami sudah melihat rekaman CCTV ini, dan ini sudah saat nya pihak sekolah memberikan teguran sama teman - teman yang hampir semua membully nya. " Ucap Ibu Tiara.


"Dan saya sebagai kepala sekolah disini beserta komite sekolah memberikan kesempatan belajar untuk Keysa hingga kelulusan karena hanya tinggal beberapa bukan lagi." Ucap Pak Basri selaku Kepala Sekolah.


"Terima kasih Pak. "


******


Keysa pun memasukan deterjen cair satu botol kedalam mesin cuci lalu menggiling nya. Layak nya seorang istri yang serba bisa Keysa pun menyapu dan mengepel dengan lantai yang mengkilat dan lengket akibat pembersih lantai yang di pakai satu botol masuk kedalam ember.


Wangi aroma detergen dan pembersih lantai jadi satu dalam satu rumah, dan Keysa pun menuju ke arah dapur untuk memasak berbagai macam lauk untuk suami tercinta.


"Taraaaaa... akhirnya selesai juga, puih.. capek juga ya jadi ibu rumah tangga. Belum lagi ada anak nanti, ah.. cari pembantu lah.. kayak di rumah ada Mba Susi, tapi Mba Susi juga pasti capek ya seperti saya."


Keysa pun setelah melakukan pekerjaan rumah karena capek akhirnya tidur di kasur lipat depan televisi, dengan Televisi yang menyala.


Bryan pun pulang, suara motor nya tak membuat Keysa bangun, Bryan membuka pintu rumah bau wangi detergen, pembersih lantai hingga aroma masakan gosong.


Langkah kaki Bryan terhenti saat telapak kaki nya merasakan sangat lengket, dan Bryan pun langsung menuju ke arah dapur membuka tutup makanan yang ada di atas meja terlihat mie goreng dengan minyak yang mengkilat, tempe yang gosong, Ayam kecap dengan warna hitam kering pekat membuat Bryan tak berselera. Bryan pun menuju teras belakang, pakaian yang tercuci namun air yang masih menetes dan berjalan ke arah mesin cuci terlihat satu botol detergen cair yang habis satu botol, bahkan melihat pembersih lantai pun habis satu botol.


Bryan mengacak rambut nya, dan melihat botol minyak pun habis satu kilo.


"Ya Allah Keysa, semuanya satu botol kamu pakai, ini pantas masakan nggak karuan satu botol minyak satu kilo kamu habis kan, sehari kamu habis kan 3 botol ini sih malah bikin bangkrut perekonomian negara."


Bryan menggeleng - geleng kan kepalanya.


"Mas, kok saya nggak dengar Mas datang." Ucap Keysa dengan muka bantal nya lalu mencium punggung tangan Bryan.


"Mas, makan yuk saya masakin spesial buat Mas. " Ajak Keysa menarik tangan suami nya menuju ke arah meja makan.

__ADS_1


"Yank, Mas masih kenyang." Ucap Bryan memberikan alasan.


"Yah.. istri masakin suami malah jawab nya kenyang. " Ucap Keysa kecewa.


"Ya gimana lagi Yank masih kenyang."


"Coba lihat ini enak loh." Ucap Keysa sambil membuka penutup makanan.


"Taraaaaaa.... " Keysa memperlihatkan hasil masakan nya.


"Yank kamu yakin ini mau kamu kasih sama suami kamu? " Tanya Bryan.


"Kenapa Mas? Ini masakan saya loh lihat di internet. " Jawab Keysa.


"Kamu coba belum? "


"Belum, tapi benar deh ini enak banget, Mas coba deh nanti saya ambil kan."


"Ta.. tapi Yank." Ucap Bryan namun Keysa sudah menuangkan nasi dan lauk nya.


"Coba Yank di makan." Ucap Keysa sambil tersenyum menunjukkan deretan gigi nya yang putih.


Dengan menahan napas Bryan memakan masakan istri nya, dengan menahan mual dan rasa yang tak enak Bryan berusaha menyantap nya dengan nikmat.


"Bagaimana Mas enak ? " Tanya Keysa yang sambil menyangga dagu nya dengan kedua tangan nya.


"E - enak Yank. " Jawab Bryan sambil menahan perutnya yang sudah bergejolak.


"Ini kan sudah habis nambah ya Mas. "


"Ja - jangan...!! " Ucap Bryan sambil memegang perut nya dan langsung lari ke arah kamar mandi.


"Mas... kamu kenapa Mas...?? " Kesya berlari kecil mengikuti langkah suami nya sudah memuntahkan isi perut nya..


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2