
Bryan mencium bibir Keysa dengan sangat lembut, Keysa pun menikmati setiap ciuman yang di berikan oleh Bryan.
Setiap sentuhan membuat Keysa menggeliat kan tubuh nya ke kanan dan ke kiri. Dengan mata mendelik Keysa kaget.
"Mas...!!
" Diam sayang." Bisik Bryan yang terus melakukan hal tersebut berulang kali, karena baru pertama kali Keysa merasakan nya membuat tubuh nya tak bisa diam.
Bryan mengunci tubuh Keysa, yang kini berbaring di sofa ruang tamu.
Bryan terus berganti ke sisi kiri lalu berganti ke sisi kanan. Keysa tak tahan untuk teriak, namun dengan segera Bryan mengunci dengan sebuah ciuman.
"Mas.. mmmmhhhhh"
"Diam sayang, tahan suara kamu jangan sampai lepas. "
"Mas..!!
Bryan tak menghiraukan panggilan Keysa, tubuh nya semakin menggelinjang hingga tangan Bryan menahan dan memegang tangan nya di angkat di atas kepala.
" Mas, nggak kuat. "
"Kenapa sensasi nya enak kan?" Ucap Bryan sambil menggigit leher Keysa yang kini banyak stempel drakula hingga dada.
"Mas.. Keysa ingin buang air kecil. " Seketika Bryan yang tengah asik terhenti tepat di bagian perut Keysa.
Dengan segera Bryan berdiri dari tubuh Keysa dan memungut kaos yang terbuang begitu saja.Sedangkan Keysa dengan memungut pakaian nya langsung masuk kedalam kamar mandi.
Bryan memijat kepalanya yang terasa pening, dengan kepala bersandar di sofa.
Aaaaarrrrgggh
Bryan menjambak rambut nya dengan kasar, dan melemparkan bantal tepat ke arah Keysa yang kini sudah berpakaian.
"Mas kok lempar Keysa dengan bantal sih."Ucap Keysa mengembalikan bantal ke tempat nya semula.
" Kita pulang sekarang. " Ucap Bryan beranjak dari duduknya langsung menuju ke kamar mandi.
"Katanya malam Mas. " Ucap Keysa.
"Sekarang saja." Teriak Bryan dari dalam kamar mandi.
Keysa yang sudah rapih dan menunggu Bryan yang belum juga keluar dari dalam kamar mandi, sehingga Keysa menyusul ke arah kamar mandi.
"Mas, kamu sedang apa?" Ucap Keysa dengan mengetuk pintu kamar mandi.
Ceklek
Terlihat Bryan yang hanya mengenakan handuk sebatas pinggang dengan rambut yang basah.
"Mandi besar sana, setelah itu pulang." Ucap Bryan langsung masuk kedalam kamarnya.
"Iya Mas."
******
__ADS_1
"Mas ini kopinya. " Keysa menaruh kopi di meja makan saat mereka telah sampai di rumah Pak Brata.
"Mas kenapa sih dari tadi mukanya jutek gitu jelek tahu." Ucap Keysa.
Nggak apa - apa. " Ucap Bryan lalu menyeruput kopinya.
"Ayah kemana? " Tanya Bryan.
"Ayah kalau libur mancing. " Jawab Keysa.
"Mas jalan dulu ya. "
"Mau kemana Mas? " Tanya Keysa.
" Mas ingin cari angin." Jawab Bryan langsung berdiri dan mengambil kunci motor nya.
Bryan langsung mencium kening Keysa dan bibir nya dan langsung berjalan menuju pintu keluar. Keysa menatap suami nya ada hal yang aneh dengan segera mengejar Bryan yang sudah berdiri di samping motor nya.
"Mas."
"Hmmm." Ucap Bryan sambil memakai helm nya.
"Mas kenapa?" Tanya Keysa.
"Nggak apa - apa, Mas lagi bete aja." Jawab Bryan.
"Bete kenapa? "
Bryan pun melepaskan kembali helm nya dan menatap ke arah istri nya.
"Apa sih nggak ngerti. "
Bryan menghembuskan nafasnya dengan kasar, dan menatap ke arah Keysa dengan tatapan kesal.
"Kamu itu memang kelewat polos ya, ah sudah lah percuma di jelaskan juga. " Ucap Bryan langsung menaiki motor nya.
******
"Lihat tuh Bang Leon, setelah menikah setiap ada masalah pasti datang nya ke tempat saya." Ucap Ibnu.
"Seperti nya ada yang nggak di kasih jatah." Ucap Leon.
"Seperti nya iya." Ucap Ibnu.
"Bro, istri kamu itu gimana sih? Dia dulu pengen ngebet nikah sama kamu sekarang sudah menikah bagaimana?" Tanya Leon.
"Bagaimana juga dia istri saya, keburukan dan kekurangan nya saya terima segalanya." Ucap Bryan.
"Benar Bang, Abang sendiri yang sudah memilih dia jadi Abang pun harus siap ambil resiko nya. "
"Sekarang saya ingin tanya sama kalian?"
"Tanya apa? " Ucap Leon.
"Kalian kalau jadi saya, di depan mata sudah halal tapi nggak bisa ke sentuh rasanya gimana gitu dan giliran sudah ke sentuh malah ada aja halangan nya." Ucap Bryan.
__ADS_1
"Sabar, kamu ini seperti nya ngebet banget. " Ucap Leon.
"Bukan nya ngebet, ini istri saya bukan orang lain. " Ucap Bryan.
"Bang, lebih baik ajak kek kemana bulan madu. Biar kalian juga enak santai damai. " Ucap Ibnu.
"Dia nya sekolah Ibnu."
*****
"Mas Bryan kenapa ya maksud nya apa ya tadi bicara begitu? " Keysa bolak balik di dalam kamar nya sambil menggigit kuku nya.
Saat Keysa meraba dada nya, dia baru teringat akan kejadian tadi siang. Dengan segera berdiri di depan cermin, dan melihat jejak yang di lakukan suami nya.
"Apa jangan - jangan.. akh... oh my god dia marah, kesal karena itu. Akh.. dosa saya jadi bertambah bagaimana ini. Pantas langsung suruh saya pulang. Kan memang tadi di luar skenario, dan kenapa di saat enak - enak nya ada aja gangguannya. "
"Ehm... bagaimana ya cara menebus nya.?"
Keysa langsung membaca artikel di internet cara meluluhkan hati suami, mata Keysa membulat saat membaca salah satu point adalah adegan yang baru saja mereka melakukan nya "
"Gitu ya, harus bagaimana? Ah.. saya ada ide seperti yang ada di internet. "
*****
"Ini pakaian apaan seperti jaring ikan? " Keysa memutar tubuh nya di depan cermin. Dengan rambut panjang sebahu yang di urai dengan Perfume yang harum dan menggoda.
"Nggak apa - apa saya seperti ini, kan sudah halal sudah saat nya sekarang saya membahagiakan suami.
Terdengar suara motor Bryan pun sampai, pukul 10 malam Bryan baru sampai. Langkah kakinya memasuki pintu namun tak terkunci, terlihat ada sendal milik Keysa yang tergeletak di rak sepatu.
" Yank. " Panggil Bryan sambil melepaskan jaket nya.
"Yank, kamu nggak bilang kalau kesini lagi?" Ucap Bryan sambil melepaskan kaos nya dan melemparkan ke sembarang.
Bryan mencari istri nya namun tak ada, hingga saat masuk kedalam kamar pun tak ada Bryan memutuskan untuk ke kamar mandi, namun tubuh nya tertahan saat dua tangan melingkar di perutnya dari belakang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1