
"Ayah...!! " Keysa sadar dari pingsan nya dan melihat Bryan ada di samping nya.
"Ayah, Mas Ayah. " Ucap Keysa sambil memeluk tubuh Bryan.
"Ayah di temani Aldo, tadi kamu pingsan. Kata Dokter kamu lelah stress , jangan sampai kenapa - napa dengan calon anak kita. " Ucap Bryan sambil mengusap punggung Kesya.
"Saya ingin bertemu sama Ayah Mas, tolong antar saya ke kamar Ayah. "
"Mas ambil kursi roda dulu ya. "
Kesya mengangguk kan kepala nya dan Bryan pun keluar untuk mengambil kursi roda.
****
"Keysa..!! "
Aldo segera mendekati Pak Brata saat mendengar Pak Brata memanggil Keysa.
"Om ini Aldo om. " Ucap Aldo sambil mengusap punggung tangan Pak Brata.
"Kenapa Om ada di rumah sakit? " Tanya Pak. Brata.
"Om kritis, jadi kami bawa Om kemari." Jawab Aldo.
"Kalian sudah tahu penyakit nya. " Ucap Pak Brata.
"Iya Om, kenapa Om menyembunyikan semuanya dari kami. "
"Karena Om tidak ingin Keysa bersedih."
"Keysa pingsan saat mendengar kabar tentang Om. "
__ADS_1
"Aldo, Om lelah. Om ingin tidur, jangan lagi kamu bangun kan saya. Biar saya tidur agar bertemu dengan Ibu nya Keysa. Kamu tahu, kenapa Om tidak bangun karena Om bertemu dengan Ibu nya Keysa. Dan kamu tahu dia sedang menunggu Om. " Ucap Pak Brata tersenyum.
"Ayah...!! " Panggil Keysa saat masuk kedalam kamar rawat Pak Brata .
"Nak." Ucap Pak Brata lemah.
"Ayah." Kesya memeluk tubuh Ayah nya.
"Bagaimana calon cucu Ayah? " Tanya Pak Brata sambil mengusap air mata yang membasahi pipi Kesya.
"Calon cucu Ayah sehat, Ayah harus sembuh agar bisa bermain dengan calon cucu Ayah." Jawab Kesya.
"Maaf kan Ayah Nak, kamu sudah ada dua pria yang akan menjaga kamu. Bryan dan Aldo adalah pengganti Ayah, sudah saat nya Ayah melepaskan kamu. "
Hiks.. hiks.. hiks..
"Nggak Ayah, jangan tinggal kan Keysa. Ayah pasti sembuh, Ayah harus sembuh agar bisa bermain dengan cucu Ayah. " Ucap Keysa sambil terisak.
Pak Brata tersenyum, Pak Brata meraih tangan Aldo dan Bryan. Terlihat sedikit air mata jatuh dari kedua sudut air matanya.
"Saya akan selalu jadi suami yang baik dan membahagiakan Keysa. Ayah harus sembuh." Ucap Bryan.
"Om, kami disini semua berkumpul. Kami disini memberikan semangat untuk Om agar sembuh. " Ucap Aldo.
"Kalian harus tahu, Ibu nya Kesya sudah menunggu. Lihat dia sedang tersenyum sambil berdiri menatap Ayah, usai sudah tugas Ayah di dunia. Sudah saat nya Ayah pensiun, Ayah sudah capek. " Ucap Pak Brata.
Hiks.. hiks..hiks...
"Nggak Ayah nggak, jangan tinggalkan Keysa hiks.. hiks..hiks.. Keysa mohon karena Keysa belum memberikan apa - apa pada Ayah. Kesya belum memberikan sesuatu yang membuat Ayah bangga. Kesya mohon Ayah hiks... hiks.. hiks.. "
Air mata Pak Brata menetes, Pak Brata membelai rambut putrinya.
__ADS_1
"Maaf kan Ayah, Ayah bahagia punya anak seperti kamu, Ayah bangga Nak. Maaf kan Ayah."
Keysa memeluk tubuh Pak Brata, dan Pak Brata membalas pelukan Keysa. Tangis Kesya tak bisa di bendung dalam pelukan Ayah nya.
Bryan mendekatkan diri tepat di telinga Pak Brata yang sudah menatap kosong.
"Laa illaha illallah. " Bisik Bryan.
Pak Brata pun mengikuti apa yang di baca Bryan hingga tangan yang memeluk Keysa pun jatuh ke samping.
Keysa mengangkat wajah nya dan menatap ke arah Pak Brata yang kini matanya menutup namun senyum bahagia terlihat di wajahnya.
"Ayah....!! Teriak Keysa.
Hiks.. hiks. hiks..
" Ayah....!!! " Tangis Keysa pecah saat Ayahnya kini telah tiada.
Bryan memeluk tubuh istri nya yang terus menangis dengan masih memeluk tubuh Pak Brata. Aldo pun meneteskan air matanya, Pak Brata bagi Aldo adalah sosok Ayah yang sangat penyayang dan sebagai pengganti kedua orang tua nya yang sudah tiada.
"Selamat jalan Om, terima kasih sudah menjadi orang tua pengganti Aldo. Terima kasih Om, kebaikan Om tak akan pernah Aldo lupakan."
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Kenangan akan selalu tersimpan rapi di hati, hanya kenangan indah yang akan selalu di ingat. Hanya satu cinta yang tak akan pernah di telan oleh waktu, hingga tubuh ini tak lagi berpijak pada Bumi.