
"Yank... yank.. pelan yank pelan. " Ucap Bryan saat Keysa sedang membuka perban di leher Bryan.
"Mas jadi nya ada bekas nya di leher nya." Ucap Keysa.
"Kenapa? Nggak ganteng lagi ya? " Tanya Bryan sambil berkaca di cermin menunjukkan leher nya.
"Nggak kok, tetap ganteng. Kalau Mas hilang tinggal bilang aja cirinya ada bekas lubang di leher nya. " Jawab Keysa sambil menunjukkan rentetan gigi nya.
"Memang nya Mas segede gini bakalan hilang nggak tahu jalan pulang hem..? "
"Ya kali saja amnesia. "
"Iya Mas amnesia kamu nikah lagi ya. "
"Nah tuh paham Mas. "
"Huh... dasar jahat sama suami. "
"Hehehehehe bercanda kok Mas. "
Bryan menarik tubuh Keysa hingga jatuh di pelukan Bryan yang sedang duduk di depan meja rias.
"Kalau sudah begini Mas tuh bawa nya ingin selalu berdua saja sama kamu. Apalagi punya istri cantik nya kebangetan. "
"Ah.. bikin saya terbang saja. " Ucap Keysa sambil duduk di atas pangkuan Bryan dengan kedua tangan nya di kalung kan di leher Bryan.
Bryan mencium bibir Keysa yang kini menjadi candu nya, istri nya pun tak ingin kalah dalam permainan ciuman, Keysa pun membalasnya hingga Bryan terkesima akan ke agresif an Keysa.
"Siapa yang mengajarkan bisa jadi seperti ini? " Tanya Bryan.
"Siapa lagi kalau bukan Pak Polisi." Jawab Keysa.
"Pak Polisi siapa? " Tanya Bryan dengan menaikan satu alis nya.
"Bryan Teguh Wicaksana. " Jawab Keysa.
"Bisa saja. " Ucap Bryan yang langsung menyerang Keysa dengan gigitan kecil.
Aaahhhhhh
"Mas.....!!! "
*****
Ujian sekolah pun tiba, Keysa dengan penuh semangat berangkat di antar Bryan.
"Sukses sayang, jangan lupa baca doa." Ucap Bryan sambil mengecup pucuk kepala Keysa.
"Makasih Mas buat doa nya. "
"Iya sayang, dan setelah kamu lulus proses pernikahan kita akan di daftar kan secara hukum negara, dan nama kamu akan di naik kan, Ayah akan bantu masalah proses kita." Ucap Bryan.
__ADS_1
"Saya serahkan saja sama Mas nggak ngerti."
"Ya sudah sana masuk."
Keysa mencium punggung tangan Bryan dan mencium bibir nya, hal itu di saksikan oleh Kamila dan Amel.
Kamila meremas tas slempang nya dan berjalan ke arah Bryan.
"Kak." Sapa Kamila.
"Eh Kamila. " Ucap Bryan.
"Apa Kakak sekarang lupa sama saya? "Tanya Kamila.
"Kakak nggak pernah lupa sama kamu, kakak masih jadi wali nya kamu. "Jawab Bryan.
"Apakah Kakak bahagia bersama Keysa?" Tanya Kamila kembali.
"Ya Kami bahagia dan sangat bahagia." Ucap Bryan.
"Saya akan tetap menunggu Kakak, hingga kisah cinta kalian berakhir. " Ucap Kamila.
"Kisah cinta kami tak akan pernah berakhir walau sang waktu telah memisahkan kami. Karena kisah cinta kami akan menjadi sebuah cerita."
*****
Keysa mengerjakan soal ujian dengan sangat khusu, sesekali Sandi menoleh ke arah Keysa memberikan semangat.
"Gimana mudah nggak? " Tanya Sandi.
"Alhamdulillah yang kamu ajarkan semuanya keluar." Jawab Kesya.
"Syukur deh kalau begitu. " Ucap Sandi.
"Ehm.. Sandi kamu jadi pilih universitas mana?"
"Saya jadi nya ambil kuliah di Eropa, kamu dimana? " Ucap Sandi.
"Nggak tahu apa nanti nya saja. " Ucap Keysa.
"Kok gitu? apa nggak lanjut mau jadi ibu rumah tangga saja? " Ucap Sandi.
"Nggak tahu Sandi, saya sih ingin lanjut tapi suami kalau saya hamil punya anak nggak bisa bagi waktu takut suruh cuti saya kan nggak mau. "
"Di tunda saja gimana? "
"Menolak rejeki dong." Ucap Keysa.
"Tapi beberapa bulan ini, suami malah membuang nya. Apa karena dia ingin saya fokus sama kuliah nanti ya,bisa jadi. " Ucap Keysa dalam hati nya.
*****
__ADS_1
"Mas, coba lihat kampus ini ada di daerah nya Mbah tadinya mau ke sana tapi disini saja ya?" Ucap Keysa.
"Boleh, coba Mas lihat persyaratan nya. " Ucap Bryan sambil membaca brosur tempat kuliah yang Keysa ingin kan.
"Mas, kalau seandainya hamil masih boleh kuliah?" Tanya Keysa.
"Boleh Yank, tapi kalau punya anak lebih baik cuti dulu sampai anak kita besar sedikit atau kecuali kamu bisa bagi waktu." Jawab Bryan sambil membaca brosur.
"Baby sister ya? " Ucap Keysa.
"Nggak mau. " Ucap Bryan.
"Ya sudah Mba Susi. " Ucap Keysa.
"Nggak mau Yank, lebih baik anak masih kecil dekat sama kita nanti kalau sudah bisa di tinggal boleh sama Baby sister , kalau dari kecil sama Baby sister yang ada anak kita lebih dekat sama Baby Sister. Dan Mas lebih suka kamu yang urus anak."
"Percuma Kuliah kalau ujung - ujung nya dirumah."
"Tuh kan mulai lagi, Mas bilang kamu bisa bagi waktu nya nggak? repot nggak? "
"Nggak lah. " Ucap Keysa.
"Bicara sih gampang realita nya sanggup nggak? " Ucap Bryan.
"Aslinya Mas ingin punya anak nggak sih?" Tanya Kesya.
"Mas nikah buat apa? selain ibadah ingin memiliki keturunan." Ucap Bryan.
"Jadi kalau saya hamil gimana? "
"Ya Alhamdulillah sayang. "
"Tapi nggak akan hamil, Mas selalu buang di luar. "
"Ya Mas kan tujuan nya ingin kamu kasih kebebasan sayang, ini resiko nikah muda."
"Pantas Ayah nggak setuju saat itu." Ucap Keysa sambil memeluk bantal sofa.
"Jadi kamu menyesal menerima keputusan itu? Mas kira kamu senang dan nggak menyesal saat Mas menikahi kamu."
"Menyesal sih nggak, hanya jadinya begini."
"Ya sudah, pernikahan kita belum diurus secara hukum negara. Dari pada nanti suatu saat terjadi sesuatu proses cerai nya susah dan lama mending Mas tunda saja."
"Kok gitu? " Ucap Keysa menatap ke arah Bryan.
"Terus kamu nya saja plin plan begitu, seolah nggak ingin punya anak malah ingin punya anak tapi masih ingin bebas. Suami kurang apa segitu nya Mas kasih semuanya yang kamu inginkan. Kebebasan yang kamu inginkan karena Mas sadar usia kamu masih muda masih ingin senang - senang masih kurang apanya suami kamu. Sekarang Mas serahkan sama kamu, ingin bagaimana rumah tangga kita. Mas sih ikuti apa kata kamu saja, kamu bilang A Mas akan nurut, kamu bilang B Mas akan nurut. Dan ingat jangan khawatir masalah biaya kuliah, Mas sudah siapkan semuanya untuk kamu kalau kamu ingin sampai S3. Karena prinsip Mas silahkan kejar mimpi sampai setinggi langit tapi asal jangan lupa tanggung jawab dan rubah pola pikir kamu karena kamu bukan gadis remaja lagi tapi seorang wanita yang mempunyai suami."
Bryan beranjak berdiri meninggalkan Keysa dengan mengenakan jaket nya dan mengambil kunci motor nya.
"Mas mau kemana? " Tanya Keysa.
__ADS_1
"Mas ingin cari angin, kalau Mas disini terus kita nggak akan pernah selesai berdebat." Jawab Bryan pergi meninggalkan Keysa.