Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Hilangkan Rasa Cemburu


__ADS_3

"Suami kamu itu kalau makan kayak orang kerasukan saja, memang nya istri kamu nggak kasih makan berapa hari Bryan? " Ucap Pak Brata yang kini melihat menantunya terbaring lemas di atas tempat tidur rumah sakit dengan jarum infus yang menancap di punggung tangan nya.


"Habis enak Yah, ingin makan yang pedas - pedas sama yang asam - asam. " Ucap Bryan.


"Ya makan nya di kira - kira lihat nih jadi nya seperti ini. " Ucap Pak Brata.


"Sudah dong Ayah jangan di marahin terus, suami Keysa lagi sakit masih salahin saja. " Ucap Keysa.


"Ayah nggak marah sayang hanya gemas lihat suami kamu itu. " Ucap Pak Brata.


"Mas Bryan itu baru makan seperti ini nggak pernah makan pedas, walau pedas juga sedang saja. "


"Nah justru itu, perut nya kaget biasa nggak pedas sekali makan langsung di hantam pedas. "


"Hai... semuanya, ini susi bawakan buah pisang sama Pear buat Mas Bryan. " Susi masuk sambil membawa satu kantong kresek berisi buah - buah an lalu meletakkan nya di atas nakas samping Bryan berbaring.


"Makasih Mba Susi. " Ucap Bryan.


"Sama - sama, cepat sembuh ya. " Ucap Susi.


"Amin, makasih. " Ucap Bryan.


"Mba Susi datang sama siapa? " Tanya Keysa.


"Sama Bapak, tadi Susi turun di depan kan seberang jalan rumah sakit ada yang jualan buah " Jawab Susi.


*****


"Wah.. bos kita ternyata bisa tumbang juga. " Ucap Anwar saat membesuk Bryan.


"Kami kaget saat bawa pesan dari group kalau kamu di rawat, jadi kita sama - sama tengok in kamu. " Ucap Prima.


"Terima kasih. " Ucap Bryan.


"Nanti kalau sembuh makan pedas lagi ya. " Sindir Leon, Bryan hanya membalas dengan senyuman karena kondisi yang masih sedikit lemas.


"Abang masih sedikit pucat, istirahat saja jangan peduli kan kami." Ucap Ibnu.


"Iya Bryan, lagian ada istri kamu yang nemani. " Ucap Prima.


"Nggak apa - apa, kita kan jarang ketemu dan kita sudah pada nggak sama - sama lagi. Mumpung disini. " Ucap Bryan .


"Sekali reunian di rumah sakit. " Ucap Ibnu.


"Bang minuman nya silahkan itu sama kue nya, maaf ya seadanya. " Ucap Keysa.


"Terima kasih, kami minum dulu. " Ucap Prima dan di susul yang lain nya minum.


"Assalamu'alaikum."


"Walaikumsalam."


Aldo tersenyum menyapa semuanya, Keysa langsung berdiri dan seperti biasa mencium punggung tangan Aldo yang sudah terbiasa sejak masih kecil.


Hal itu di perhatikan oleh ke empat teman Bryan, sedangkan Bryan menatap jengah saat Aldo datang.


"Gimana sudah baikan? " Tanya Aldo.

__ADS_1


"Bisa lihat sendiri kan kondisi saya seperti apa. " Jawab Bryan.


"Semoga cepat sembuh, setelah keluar dari rumah sakit kamu cuti lah satu minggu sampai kondisi kamu fit. "


"Terima kasih. "Ucap Bryan datar.


"Kak, bisa saya bicara sama kakak. " Ucap Keysa.


"Bisa, saya tinggal dulu ya. " Ucap Aldo lalu pergi keluar kamar bersama Kesya.


"Luar biasa, anak buah cara bicara dengan Komandan nya seperti itu. " Ucap Leon.


"Di Kantor dia pimpinan saya di luar dia musuh saya, terus juga Keysa ngajak ngobrol berdua lagi nggak tahu apa suami lagi sakit." Ucap Bryan kesal.


"Sabar Bang, mereka nggak akan pacaran. Ini rumah sakit banyak orang dan nggak akan melakukan hal - hal yang ada di otak Abang." Ucap Ibnu.


"Tetap saja saya nggak suka, bagaimana pun Aldo itu masih menyimpan rasa sama Kesya."


*****


"Kak maaf atas sifat suami saya, mungkin selama ini suami saya masih memiliki rasa cemburu sama Kakak."


"Santai saja Kesya, Kakak nggak masalah kan itu. Tapi kalau suami kamu bertingkah lagi, kakak akan di depan kamu. Rasa ini memang masih sama tapi mungkin untuk belajar melupakan itu yang sangat sulit. Jadi ijinkan Kakak sedikit demi sedikit agar lupa sama kamu. "


"Kita nggak di takdir kan bersama seperti saat kita masih kecil selalu yakin kita akan menjadi sepasang suami istri dan memiliki keluarga besar. " Ucap Keysa.


"Oh iya gimana sudah ada tanda - tanda?" Tanya Aldo.


"Belum Kak, saya belum hamil juga. " Jawab Keysa.


"Kamu sabar ya, kalau sudah waktunya pasti di kasih."


"Kakak akan selalu ada buat kamu, Ayah menitipkan kamu pada Kakak sebagai pengganti nya suatu saat nanti. Kakak akan menjadi seorang kakak yang akan melindungi adik nya, Kakak akan selalu menjadi bagian keluarga kamu."


"Tolong sabar menghadapi sikap suami saya."


"Kakak nggak akan permasalah kan itu."


*****


"Tadi bicara apa saja sama Aldo? "


"Minta maaf atas ketidak sopan an anak buah nya. "


"Siapa yang tidak sopan?" Tanya Bryan.


"Mas yang nggak sopan." Jawab Kesya.


"Biasa saja. " Ucap Bryan.


"Mas, sudah lah jangan cemburu terus sama Kak Aldo. Kita menikah sudah 2 tahun, jangan seperti ini terus cemburu yang nggak jelas. Kak Aldo akan tetap dekat sama saya karena dia itu sudah menjadi bagian keluarga saya, dia akan menjadi kakak saya. "


"Tapi dia suka sama kamu Yank. " Ucap Bryan.


"Dia belajar sedikit demi sedikit untuk bisa lupakan saya dan membuang jauh rasa yang dimiliki."


"Kamu sendiri bagaimana? " Ucap Bryan.

__ADS_1


"Saya tidak memiliki rasa sejak dulu." Ucap Keysa.


****


Bryan sudah di perbolehkan untuk pulang, kondisi yang sudah mulai membaik. Keysa membantu Bryan turun dari atas tempat tidur.


"Yank Mas bisa sendiri, Mas sudah sehat."


"Tapi Mas kan masih lemas."Ucap Keysa.


" Mas kuat kok, Mas bukan pria lemah." Ucap Bryan.


"Halah.. kemarin itu apa sampai tangan di infus. "


"Itu musibah sayang."


"Mas kuat kan jalan nya. "


"Kuat sayang. "


Pak Brata pun datang menghampiri anak dan menantu nya yang sudah bersiap - siap.


"Kamu kuat Bryan? " Tanya Pak Brata.


"Kuat Ayah, ini bisa jalan sendiri." Jawab Bryan.


"Ya sudah yuk kita pulang." Ucap Pak Brata.


******


"Septi."


Septi menoleh ke arah Arimbi yang kini duduk di samping nya namun Septi tetap diam.


"Sahabat kamu mana? " Tanya Arimbi.


"Ngapain tanya - tanya, kepo banget." Jawab Septi.


"Kamu kenapa sih masih ikut kesal terus sama saya, ini sudah lama banget. " Ucap Arimbi.


"Ya karena kamu nggak pernah berubah."


"Masalah saya kan sama Keysa bukan sama kamu."


"Masalah Keysa masalah saya juga, dan saya nggak mau kamu jadi teman kami. Lebih baik kamu jauh - jauh deh karena kamu itu racun dan pantas di basmi. " Ucap Septi segera merapikan buku dan ponsel nya masuk kedalam tas.


"Selagi kamu masih mencintai suami orang saya nggak akan mau jadi teman kamu. Karena saya juga takut calon suami saya di ambil sama kamu, paham itu dan ingat di kepala kamu. "


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2