Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Rasa Tak Enak


__ADS_3

"Kenapa lagi sih kamu?" Tanya Leon sambil meminum soft drink di sebuah cafe.


"Begini kalau punya istri yang sifatnya belum dewasa dan pemikiran nya masih nggak jelas." Ucap Bryan sambil menghembuskan asap dari vape nya.


"Kamu saat itu sudah tahu kan resiko nya?"


"Iya tapi saya kira dia nggak seperti itu mungkin kan dewasa tapi makin kesini dia kok begitu. Saya pasrah saja terserah pernikahan mau di bawa kemana. Kurang apa saya sama dia, ah susah lah pemikiran anak - anak."


"Seharusnya kamu imbangi dan jangan terlalu menyudutkan, tipe seperti Keysa itu harus pelan - pelan."


"Apalagi yang harus saya lakukan, semua nya saran kamu sudah saya lakukan. Cinta dia bukan membawa nya semakin dewasa tapi membawa dia hanya masih ingin bersenang - senang."


"Terus kamu ingin cerai gitu? "


"Nggak tahu apa lihat nanti saja."


"Jangan sampai kamu ambil keputusan yang salah, jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari. "


" Apa saya harus gagal dua kali? Seharusnya saya bisa bahagia dengan yang sekarang." Ucap Bryan.


"Cinta pertama tak akan pernah bisa lupa, tapi sekali sakit tak akan pernah hilang. " Ucap Bryan kembali.


"Bagaimana dengan Keysa tetang masa lalu?"


"Saya tak ingin membahasnya, sungguh menjijikan."


"Bagaimana juga sekarang bagian dari keluarga kamu."


"Saya tidak memiliki keluarga, lebih baik seperti ini. Saya mati pun mereka tak akan pernah peduli."


"Kamu pulang lah sudah malam, kasihan Kesya di Asrama."


"Saya tidur di rumah kamu malam ini."


******


Ponsel Bryan tak bisa di hubungi hingga pukul 3 pagi, Keysa yang sedari tadi belum tidur menunggu suaminya pulang.


Rasa pusing tiba - tiba Keysa rasakan dan mual, namun Keysa tahan begitu dengan rasa kantuk nya.


"Mas Bryan kok nggak pulang ya? " Ucap Keysa sambil berbolak balik dari kamar ke arah pintu rumah.


****


Ceklek


Bryan terlihat istri nya tertidur di sofa sedangkan jam sudah menunjukkan jam 6 pagi.


"Yank bangun. " Ucap Bryan pelan sambil mengusap wajah Kesya.


"Mas." Keysa segera mengucek matanya saat melihat suaminya sudah berada di samping nya.


"Mas kok baru pulang? Saya tungguin loh." Ucap Keysa.


"Maaf tadi malam, Mas tidur di rumah Leon."


"Kenapa nggak kasih tahu?"


"Maaf sayang, sekarang mandi nanti gantian kita sama - sama berangkat."


"Iya Mas. "


Saat hendak berjalan, Keysa memegang kepalanya yang sedikit pusing. Namun Keysa berusaha menahan nya.


******


Rasa mual terus melanda, hingga beberapa soal Keysa tak mampu lagi utuk mengerjakan soalnya.


"Kamu kenapa Kesya?" Tanya Pak Wendi.


"Nggak apa - apa Pak. " Jawab Keysa bohong.


Kesya pun melanjutkan kembali mengerjakan soal ujian nya.


***


"Kamu nggak makan?" Tanya Sandi.

__ADS_1


"Nggak." Jawab Keysa singkat.


"Kamu pucat? "


"Masa sih? "


Keysa mengambil cermin kecil dari kantong nya dan melihat wajahnya memang sangat pucat.


"Kamu istirahat saja."


"Tanggung , besok kan terakhir."


"Tapi seperti nya kamu butuh obat, jangan sampai kamu pingsan."


"Iya makasih."


*****


"Mas makan yuk. " Ajak Keysa saat Bryan menjemput nya di sekolah.


"Mau makan apa?" Tanya Bryan.


"Karedok enak kali Mas. " Jawab Keysa.


"Boleh dimana? " Ucap Bryan kembali bertanya.


"Hayu saja nanti, Keysa tunjukkan."


"Boleh."


Bryan pun mengendarai motor nya menuju ke arah yang di tunjuk oleh Keysa. Setelah 15 menit berkendara, motor berhenti tepat di sebuah warung kecil pinggir jalan.


" Mas mau nggak? " Tanya Keysa.


"Boleh Yank. " Jawab Bryan.


"Bu karedok nya 2 bungkus pedas ya. " Ucap Keysa pada penjual Karedok.


"Saya jangan pedas. " Ucap Bryan.


"Maaf bu satunya jangan pedas." Ucap Keysa pada penjual Karedok.


"Jauh amat beli nya disini. " Ucap Bryan.


"Enak Mas Karedok nya, hari ini pengen pedas - pedas. " Ucap Keysa.


"Jangan banyak pedas nanti sakit perut."


"Tenang nggak akan."


"Kalau di bilangin."


Keysa hanya tersenyum dengan menunjukkan deretan gigi nya yang putih.


*****


"Yank kamu nggak kekenyangan?. Punya Mas kamu embat juga. " Ucap Bryan saat melihat Keysa makan dengan lahap.


"Nggak tahu lapar aja bawaan nya." Ucap Keysa yang sudah merasakan kepedasan.


"Sudah nanti sakit perut. " Ucap Bryan memberikan air minum pada Keysa.


Keysa menegak habis air minum yang di berikan oleh Bryan, namun setelah selesai makan Keysa pun memakan kerupuk yang ada di dalam toples.


"Sudah makan nya, jangan sampai perut kamu sakit."


"Cerewet banget sih Mas, perut - perut saya sendiri." Ucap Keysa kesal.


"Ya terserah kamu Yank, kalau ada apa - apa jangan minta tolong sama Mas."


"Nah mulai kan ancam lagi."


*****


Keysa membolak balik kan tubuhnya saat merasakan perut nya terasa sangat teraduk - aduk, dengan segera menuju ke kamar mandi.


Saat itu Bryan tengah berada di Polres, mendapatkan jadwal tugas piket malam.

__ADS_1


Hoek... hoek... hoek...


Keysa mengusap ujung bibir nya yang basah, rasa lemas dan pusing melanda dirinya. Keysa mencoba menghubungi suaminya namun berada di panggil an lain.


Rasa tak enak pada tubuh nya dengan kepala yang terasa berat membuat Keysa kembali ke dalam kamar mandi.


"Ya Allah kenapa begini. " Keysa beranjak berjalan dengan kepala sempoyongan.


******


"Yank, bangun. " Bryan yang sudah pulang langsung merebahkan tubuh nya di samping Keysa.


"Sudah pulang Mas. " Ucap Keysa dengan wajah pucat nya.


"Kamu sakit Yank? " Tanya Bryan sambil memegang kening Keysa yang tak terasa hangat.


"Nggak apa - apa. "


"Tadi malam telepon ya? Maaf Mas lupa telepon balik karena tadi malam pas piket ada Ayah."


"Ayah ada apa malam - malam ke Polres? "


"Berkunjung saja."


"Saya bikin sarapan ya Mas."


"Iya." Ucap Bryan.


Keysa menuju ke dapur ingin membuat nasi goreng namun bau nasi membuat nya kembali mual.


Hoek.. hoek.. hoek...


Bryan yang mendengar Keysa mual langsung berlari ke arah dapur.


"Yank kamu kenapa? "


"Nggak tahu Mas dari kemarin rasanya mual sama pusing."


"Mual, Pusing? "


"Apakah Keysa hamil? " Ucap Bryan dalam hati.


" Tapi itu nggak mungkin, kan saya keluarin di luar. " Ucap Bryan kembali.


"Kamu ijin saja ya jangan dulu ikut ujian." Ucap Bryan.


"Sehari lagi Mas, tinggal hari ini saja."


"Kamu yakin kuat? "


"Kuat Mas. "


"Pulang sekolah kita periksa. "


"Iya Mas, tapi kalau sudah nggak mual sama pusing nggak usah."


"Iya, Mas takut kamu kenapa - napa sayang."


"Saya baik - baik saja Mas tenang saja."


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2