Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Hidup Berdua


__ADS_3

Tok...Tok...


Ceklek


"Ayah sudah pergi. " Ucap Bryan dengan menatap sendu ke arah Bryan.


"Sampai kapan Mas akan seperti ini hubungan Ayah dan anak? " Tanya Keysa.


"Maaf atas perilaku Ayah, dia seperti itu sudah lama. Karena kesukaan nya pada dunia hitam dan bebas membuat dia terlalu terlena." Jawab Bryan.


"Dia pasti akan kemari lagi, saya takut bila datang tak ada Mas. "


"Kalau Ayah datang, jangan kamu buka atau langsung hubungi Mas atau Ayah. "


"Saya tidak mungkin akan cerita sama Ayah, kalau tahu pasti Ayah akan marah. "


"Inilah alasan Mas tidak ingin mengatakan tentang keluarga Mas, malu Mas ini. Kamu lihat sendiri kan sama menantu nya saja seperti itu bagaimana dengan orang lain. Dulu urusan sama hukum karena begitu, hingga Mas harus mengganti secara materi karena telah membuat seorang perempuan itu depresi dan Ayah hanya di penjara 5 tahun. Mas sampai berhutang pada Leon dengan menggadai mobil. Dan tadi Mas kasih 100 juta agar dia pergi dan tidak mencelakai kamu."


"Mas jangan seperti itu sama Ayah, jangan korban kan materi Mas untuk kegiatan negatif nya. Uang segitu dia akan datang minta lagi karena berfikir Mas punya banyak uang dan mudah mendapatkan. " Ucap Keysa dengan memegang kedua tangan Bryan.


"Mas hanya ingin dia cepat pergi Yank, kalau tidak seperti itu dia tidak akan pergi dan terus ada di sekitar Mas. Ibu sampai sakit meninggal dunia ya karena Ayah kelakuan nya setiap hari bawa wanita yang berganti - ganti, bila Ibu protes atau melawan Ayah akan memukul nya. "


"Sudah Mas, jangan cerita lagi. Saya mendengar nya saja sakit . "


"Terima kasih, sudah mau menerima keadaan Mas dan keluarga. "Ucap Bryan memeluk tubuh Keysa.


" Kita cepat pindah saja Mas, saya tidak ingin Ayah kembali lagi dan Arimbi datang menemui Mas lagi. "


*****


"Jadi ini rumah kalian? " Tanya Pak Brata saat di ajak Bryan dan Keysa pindah rumah ke rumah baru.


"Alhamdulillah Ayah, saya bisa membelikan rumah untuk Keysa. " Jawab Bryan.


"Ayah yang berterima kasih karena sudah membahagiakan anak Ayah. " Ucap Pak Brata.


"Ayah, Keysa kan sekarang sudah punya rumah tetap nih. Keysa pasti banyak tinggal disini dan tapi masih tetap kok bolak balik walau jarang menginap. Apa Ayah tidak ingin mencari teman hidup pengganti Ibu. " Ucap Kesya.


" Ada Susi ramai di rumah, Ayah ada teman nya kok. " Ucap Pak Brata.


"Tapi teman hidup untuk Ayah selamanya, kalau Ayah punya Keysa setuju saja kok." Ucap Keysa.


"Ayah nggak berpikir sampai sana, karena hidup Ayah hanya untuk kamu. Jadi Bryan tolong kamu jangan sakiti lagi anak Ayah, dari kecil Ayah selalu melindungi nya dan berusaha untuk tidak secuil pun menyakiti nya. Kesya ini adalah separuh nafas Ayah, tolong kamu jaga Keysa sebagai pengganti Ayah kalau Ayah sudah tiada nanti. Ayah tidak akan pernah menikah lagi, karena Ayah sudah berjanji untuk setia pada Ibu kamu Kesya, hingga ajal menjemput Ayah. Dan kamu tahu Ibu kamu itu selalu datang kedalam mimpi Ayah setiap malam, jadi Ayah anggap Ibu kamu selalu ada sama Ayah, dia selalu ada di sisi Ayah menemani kemana pun Ayah berada."


Keysa memeluk tubuh Pak Brata, air mata Kesya pun lolos terisak di dalam pelukan Ayah nya.


"Jangan tinggal kan Keysa, jujur Keysa belum siap kehilangan Ayah. "

__ADS_1


"Kamu harus siap nak, karena ajal itu tidak tahu kapan waktu nya bisa sekarang, besok atau lusa atau nanti malam."


*****


"Jadi Keysa sekarang tinggal di rumah baru? " Tanya Aldo sambil menikmati makan malam bersama Pak Brata.


"Iya, dia pindah kemarin. " Jawab Pak Brata.


"Keysa bahagia ya sama suaminya. " Ucap Aldo.


"Om masih ingat saat dia ingin hadiah ulang tahun nya itu menikah dengan Bryan, saat itu Bryan tak ada rasa namun Kesya tetap mengejarnya. Walau di tolak dia tetap terus maju hingga akhir nya mereka benar - benar bersatu. "


"Keysa sampai segitu nya. "


"Cinta Keysa sangat besar, begitu juga Bryan." Ucap Pak Brata dengan meletakkan sendok nya di atas piring.


"Kamu harus menerima kenyataan kalau Keysa itu mencintai suaminya, Om sempat ingin kamu jadi suaminya saat mereka kembali renggang. Tapi bagaimana cara mereka jauh dan membuat kita yang melihat nya kesal, dari situ Om tahu sebenarnya mereka itu lain di mulut lain di hati."


*****


"Capek." Ucap Kesya menjatuhkan tubuh nya di atas sofa panjang setelah membersihkan rumah.


"Ya sudah nanti Mas yang lanjutkan ngepel sama sapu halaman belakang rumah." Ucap Bryan sambil membelai kepala Kesya.


"Mas, kita pakai pembantu ya, capek setiap hari bersihin rumah segini besarnya." Rengek Kesya.


"Nggak boleh manja, kamu kan sekarang sudah jadi ibu rumah tangga. Mas nggak ingin kamu nggak bisa menyapu, mengepel atau masak. Mas ingin semuanya dari tangan istri."


"Nanti juga terbiasa, Mas juga akan bantu kamu kok buktinya ini sedang bersihin rumah."


"Saya kan kuliah Mas, bagaimana sempat masak. "


"Bangun pagi - pagi, harus biasa."


"Yah.. masa setiap hari harus bangun pagi."


"Terus apa pantas orang sudah menikah begitu? Nggak pantas kan. Makannya dari sekarang belajar." Ucap Bryan.


"Iya belajar. "


"Ya sudah istirahat, Mas masih mau lanjut beres - beres rumah."


*****


"Septi kamu tahu Bang Bryan pindah kemana?" Tanya Arimbi.


"Mana saya tahu. " Jawab Septi.

__ADS_1


"Masa kamu nggak tahu sih, kan cowok kamu sahabat nya Bang Bryan." Ucap Arimbi.


"Memang nya kalau Sahabat itu harus tahu semuanya? nggak kan. " Ucap Septi.


"Ok kalau kamu nggak tahu. "


"Lah memang nggak tahu, kamu tanya saja sama orang nya tuh lihat Keysa datang." Ucap Septi sambil menunjuk dengan dagu nya kalau Keysa datang.


"Tadi dengar nyenggol saya, apa ya?" Tanya Keysa sambil meletakkan tasnya di atas meja.


"Ini nih teman kita, kalian pindah nggak kasih kabar. " Ucap Septi.


"Oh... itu, kamu kepo ya. Lagian kata siapa pindah? rumah kita masih di Asrama Polisi." Ucap Keysa.


"Oh iya, memang nya saya anak kecil yang tidak bisa di bohongi. " Ucap Arimbi.


"Kamu nggak percaya? Ya sudah terserah. " Ucap Keysa.


"Saya akan cari tahu sendiri. "


"Murahan." Celetuk Keysa hingga Arimbi menatap tajam ke arah Keysa.


"Kenapa? tersinggung. " Ucap Keysa.


"Kamu mengatakan saya seperti itu. " Bentak Arimbi.


"Kamu bentak saya, seharusnya kamu sadar dan kamu berhadapan dengan siapa." Bentak Keysa.


"Ingat kamu tidak akan pernah bisa merebut Mas Bryan nya saya, sebelum kamu merebutnya ingat kedua tangan saya akan meretakkan tulang - tulang yang menompang tubuh kamu, paham. " Ucap Keysa .


"Saya nggak takut. "


Plaaak


Byur


Aaaaaaa


Teriak Arimbi saat Kesya menampar dan menyiram muka Arimbi dengan minuman milik Septi.


"Ingat ini baru awal, kalau kamu terus seperti ini saya nggak akan segan untuk menyiram ke arah kamu dengan bahan kimia yang akan merubah kamu buruk rupa seperti hati mu yang buruk. " Ucap Keysa tersenyum sinis lalu pergi meninggalkan Arimbi pada saat Arimbi menahan malu karena basah kuyup dan apa yang di lakukan Keysa teman - teman satu kampus melihat nya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2