Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Masih Cinta


__ADS_3

"Bang Bryan kemana ya? " Arimbi mencoba mencari Bryan namun tak ada, ponsel nya pun di hubungi namun tak di angkat.


"Septi, kamu tahu Bang Bryan nggak? "


"Dari tadi saya nggak lihat, dan Keysa juga nggak ada. " Ucap Septi.


"Duh, takut Keysa lakuin sesuatu. Kita cari Keysa yuk. " Ajak Arimbi.


"Nggak usah dicari, teman kalian nggak akan melakukan hal bodoh walau hatinya sedang sakit. " Ucap Leon.


"Kita kan Bang nggak tahu, jangan sampai terjadi sesuatu. " Ucap Arimbi.


"Benar itu Bang, apalagi dia sedang sedih. Terus juga tega banget ya suami nya itu, menyakiti hati Keysa. " Ucap Septi.


"Asal tahu saja, sebenarnya mereka itu masih saling cinta, jadi sedang menjalankan drama. Terus jangan khawatir, Keysa nggak akan kenapa - napa. " Ucap Leon.


"Kok Bang Leon seperti tahu tentang masalah mereka. " Ucap Arimbi.


"Karena Abang tahu siapa suami Keysa. " Ucap Leon.


"Tapi Bang Ibnu nggak kenal loh Bang. " Ucap Septi.


"Dia nggak akan kenal, dia junior sedangkan suami Keysa senior nya."


"Oh.. pantas saja nggak kenal. " Ucap Septi.


"Soalnya suami Keysa itu satu angkatan saat pendidikan di Akpol. " Ucap Leon.


Sedangkan di dalam kamar, Keysa dan Bryan saling diam. Bryan yang menekan darah yang terus keluar dengan kain.


"Mas nggak memiliki hubungan apa - apa sama Arimbi, hanya sebatas teman ngobrol kalau sedang main ke rumah Ibnu. Kita saling menyambung karena sama - sama pecinta game, dan suka memasak."


"Bukan nya wanita seperti Arimbi itu tipe Mas, dari cara Mas kirim chat ke dia seolah memberikan harapan. "


"Kamu kayak nggak tahu pria saja, hanya sebatas hiburan semata. Leon juga sama diam - diam juga chat sama Arimbi, bedanya apa sama kata - katanya. "


"Tapi Arimbi itu suka sama Mas, dia katakan itu sama saya. Asal Mas tahu kita ini masih suami istri, dan Mas sudah jalan sama wanita lain, mas cerita pada Arimbi punya Villa, buka usaha baru, dan naik pangkat, tanggal ulang tahun, saya Mas masih status istri Mas ingat itu. Selama kita jalan sendiri, saya belum pernah dekat dengan pria lain kenapa karena saya ini masih merasakan sakit ya di gantung, di diam in. Saya memang salah telah menghilang kan nyawa anak kita, dan apa Mas merasakan benar sekarang? Mas tak pernah cerita tentang keluarga Mas, masa lalu nya seperti apa. Cerita sedikit pun tak apa saya tak masalah kan, tapi dampak nya karena tak terbuka masa lalu itu datang mengaku dengan hadir nya seorang anak , dan saya memang salah juga tak jujur disini kita sama - sama salah, Mas menyerah kan semua nya pada saya, asal mas Tahu saya ini perempuan hati ingin kembali dan di beri kesempatan kedua tapi apa Mas sedikit menjauh hati wanita mana yang ingin di lepas dari ikatan ini. Mas harus tahu saya itu masih cinta sama Mas, saya masih sayang sama Mas, mungkin Arimbi bisa menjadi pengganti saya. Asal Mas tahu saya masih mencintai Mas, saya nggak ingin munafik. Lebih baik saya jujur sekarang, walau sudah tak mungkin kita bersatu. Jangan sakiti Arimbi, cukup saya yang seperti ini, semoga Arimbi dan keluarga nya menerima orang tua Mas." Keysa bangun dan berjalan ke arah pintu lalu menoleh ke arah Bryan.


"Maaf untuk luka di kepala, minta lah pada Arimbi untuk mengobati luka yang di pelipis itu. Seperti nya luka nya dalam dan harus di jahit. " Ucap Keysa .


Bryan memejamkan matanya, setelah Keysa keluar dari kamar nya. Saat Keysa menutup pintu terdengar suara benda yang di lempar oleh Bryan ke arah pintu. Keysa memejamkan matanya, dan melangkah jauh dari kamar.


***


"Kamu dari mana? Mata kamu sembab. " Ucap Arimbi.

__ADS_1


"Saya habis jalan - jalan." Ucap Keysa.


"Kami khawatir loh. " Ucap Septi.


"Bang itu kenapa kepalanya? " Arimbi menghampiri Bryan dengan membiarkan luka nya terlihat.


"Saya obati ya Bang. " Ucap Arimbi segera pergi mencari obat untuk luka Bryan.


"Kamu kenapa? " Tanya Leon.


"Nggak apa - apa tadi jatuh kena sudut meja." Jawab Bryan.


"Bang sini saya obati luka nya. " Ucap Arimbi.


"Nggak usah, biar Abang obati sendiri. " Ucap Bryan mengambil kapas dan antiseptik dari tangan Arimbi.


Bryan sedikit meringis saat mengobati luka nya, Arimbi mencoba membantu tapi Bryan tolak. Keysa terus menatap tajam ke arah Bryan dan melihat Arimbi yang perhatian.


*****


" Kita harus buat rencana. " Ucap Leon.


"Acara kita ini jadi nya seperti perang dingin Bang. " Ucap Ibnu.


"Benar, dari cara tatapan nya juga meraka masih saling mencintai. " Ucap Lucky.


"Tapi bagaimana dengan Arimbi? " Tanya Anwar.


"Arimbi kan belum jadi pacar, Bryan juga belum nembak ya kan benar? " Ucap Prima.


"Nanti malam kan acaranya, kita buat acara ini khusus untuk mereka berdua." Ucap Alex.


"Benar, sekarang kita berembuk." Ucap Ibnu.


*****


Acara malam pun telah tiba, kambing guling dan jagung bakar menjadi santapan malam ini, Keysa yang tak suka daging kambing karena bau nya lebih memilih menjauh menyendiri sambil menahan mual. Apalagi tiba - tiba tubuh nya yang sedikit tak bertenaga.


Selamat ulang kami ucapan kan, selamat. panjang umur kan bahagia.


Arimbi membawa kue tart dengan angka 26 Tahun, semua pun menyanyikan lagu ulang tahun untuk Bryan dan Bryan pun meniup lilin berangka 26.


"Selamat ulang tahun Bang. " Ucap Arimbi.


"Terima kasih ya. " Ucap Bryan.

__ADS_1


"Sekarang potong kue nya, dan potongan kue pertama untuk orang spesial Bang Bryan tapi jangan lupa Make a wish dulu." Ucap Septi.


Bryan pun make a wish setelah meniup lilin, dan Arimbi memberikan kado untuk Bryan.


"Selamat ulang tahun Bang. " Ucap Arimbi sambil memberikan sebuah kado.


"Terima kasih ya. " Ucap Bryan.


"Buka dong." Ucap Arimbi.


"Eh nanti dulu, potongan kuenya dong untuk orang paling spesial. " Ucap Septi.


Bryan memotong kue tart nya, dan sambil mengedarkan pandangan nya, terlihat Keysa pun berdiri di samping Alex dengan tatapan ke arah Bryan.


"Terima kasih untuk semua yang telah hadir di acara malam ini, terima kasih kue nya untuk Arimbi. Kata orang - orang potongan kue pertama ini untuk orang yang spesial, kue ini saya akan kasih pada orang yang spesial, dia ada di hati ini, jujur hari - hari saya tanpa nya seakan tak sebahagia seperti tinggal di surga. Cinta nya tulus, cinta nya tak pernah putus. "


Keysa membalikkan tubuh nya yang sudah tak bertenaga karena seharian dirinya lebih banyak menaikan emosi.


Bryan berjalan membawa kue tart saat melihat Keysa pergi menjauh tapi Arimbi segera menerima kue tersebut seakan mengira Bryan memberikan nya pada Arimbi.


"Terima kasih Bang, I love you. "


Keysa menoleh saat tahu Bryan di peluk oleh Arimbi, air mata seketika keluar dan lebih memilih pergi.


Bryan melepaskan pelukan Arimbi, dan mengejar Keysa. Arimbi diam dan bingung saat akan mengejar Bryan Leon menghalangi Arimbi.


"Bang, minggir itu Bang Bryan. " Ucap Arimbi.


"Biar dia pergi untuk menyelesaikan masalah nya. " Ucap Leon.


"Ma - maksud nya? " Ucap Arimbi.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2